Romance
Selaras Yang Bertepi
By: lianasari993
"Kita sengaja dipisahkan oleh waktu, tapi aku takut bilang rindu"
Elin selalu takut di tepi. Berada di tepi kebahagiaan, tepi kekosongan, dan tepi kehilangan. Sejak kecil Elin melihat orang tuanya bertengkar setiap bertemu. Dari sana Elin belajar satu hal: lebih aman berada di tengah Tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh. Tetapi di tengah itulah Elin merasa paling terombang-ambing oleh perasaannya sendiri.
Rendra adalah sahabat sekaligus tetangga. Berbeda dengan Elin, Rendra justru hidup di tepi. Kesepian, hampa, berani, dan sedikit berisik. Tinggal sendiri, kedua orang tuanya merantau hingga lupa pulang, sebab sudah ada pengganti dirinya. Katanya itu, ‘The only child I love.’ Begitu kata getirnya.
Bersama Rendra Elin menemukan ruang untuk bernafas. Mereka sering menghabiskan waktu keliling Jogja, menikmati lalapan dan jajanan pinggir jalan. Tanpa Elin sadari, Rendra menyimpan rasa dalam diam.
Hingga upacara bendera tiba, Darian mulai mendekati Elin. Kehadiran Darian membuat Elin semakin bingung. Di satu sisi ada Rendra yang bikin nyaman, di satu sisi ada Darian yang terang-terangan.
Di tengah konflik keluarga dan ketakutan untuk kehilangan. Elin dan Rendra harus belajar satu hal: Bahwa cinta tidak selalu tentang kecocokan, tetapi tentang keberanian untuk tetap tinggal meski berada di tepi.
Novel ini mengangkat tema healing, persahabatan dan keberanian menghadapi luka dengan balutan romance remaja yang relete.
Indonesia
English
日本語