Loading...
Logo TinLit
Read Story - Haruskah Ku Mati
MENU
About Us  

Akhirnya setelah 4,5 tahun perjuangannya, di tanggal 20 April 2017, aku datang ke acara yudisiumnya. Aku membawakan kado untuknya sebuah kemeja. Aku datang bersama Rinal, aku berharap dia akan bahagia dengan kedatangan kami.

Sejam lebih kami menunggunya, diapun keluar dengan wajah yang sangat bahagia. Kami menyalaminya dan mengucapkan selamat untuknya. Aku juga memberikan kado yang sudah aku persiapkan untuknya.

Beberapa hari kemudian, aku mendapat kabar bahwa aku ditugaskan untuk pembekalan di Jakarta selama dua hari. Harinya bertepatan dengan hari wisuda Aim, tanggal 27 April 2017. Aku bingung. Aku kecewa. Apa yang harus aku lakukan. Bagaimana caraku menyampaikan hal ini kepada Aim. Dia pasti sangat kecewa. Akhirnya aku memberanikan diri, gak lama setelah mendengar kabar itu. Aku langsung memberitahunya. Dengan rasa campur aduk di hati, aku mengirimkan sms padanya.

“Sayang ...”

“Apa sayang ?”

“Tanggal 26 – 27 yani ke Jakarta sayang untuk pembekalan (emot nangis)”

“Yodalah sayang. Gpp”

“Isss koq gpp ayank nya. Sedih kali akuuu (emot nangis)”

“Apalagi yang mau dibuat yank. Memang itulah kenyataannya. Aku gak ada pendamping wisuda nanti.”

“Jangan marah sama yani lah sayangku (emot nangis) Yani baru tau loh sayang”

“Padahal hari itu juga kita mau fhoto studio. Dan akan ada 1 fhoto khusus kita berdua. Tapi kayaknya gak bakalan bisa. Sedih lah yank.”

“Maafin yani yah sayang”

            Teriris sekali rasanya hatiku membaca pesan darinya. Dia begitu kecewa denganku. Sesungguhnya apalah dayaku saat aku tahu harinya sama dengan hari wisudanya. Akupun kecewa karena sudah dari jauh hari aku mempersiapkan baju yang akan aku pakai di hari wisudanya. Sudah jauh hari juga aku memikirkan kado dan bunga yang akan aku bawa di hari wisudanya. Tetapi aku malah gak bisa datang di hari bahagianya itu.

 

26 April 2017

Pagi-pagi buta dia datang ke rumahku. Dia mengantarkan aku ke bandara dengan sepeda motornya. Sungguh lelaki yang hebat, di tengah rasa kecewa dia masih mau mengantarkan aku ke bandara. Padahal jarak bandara dengan rumah kami sangat jauh dan aku sudah membuatnya kecewa karena gak bisa datang di hari wisudanya besok. Sepanjang perjalanan kami lalui dengan bercerita. Setelah satu jam kami hampir sampai di bandara. Kami berhenti dan sarapan di sebuah rumah makan. Kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali. Sesampainya di bandara, kami mengabadikan moment ini dengan mengambil beberapa fhoto. Setengah jam kemudian, temen sekantorku yang akan berangkat bersamaku tiba. Aku memperkenalkannya dengan Aim. Mereka terlihat kompak dan membicarakan beberapa hal. Setelah itu kami langsung check in dan langsung menuju ruang tunggu.

Aku : “Kami pergi yah sayangku ...”

Aim : “Hati-hati kalian yah sayang”

Aku : “Iya sayang. Daaa ...” aku melambaikan tangan sambil berjalan masuk menuju ruang tunggu. Dia juga melambaikan tangan. Ada perasaan bersalah dalam hatiku karena tidak bisa melihatnya wisuda besok. Ada rasa kecewa yang ku lihat dari raut wajahnya meski dia tidak mengatakan apapun. Sungguh lelaki yang sangat baik. Aku pasti akan merindukannya.

 

27 April 2017

Aim wisuda. Pagi-pagi sekali dia mengirimkan fhotonya dengan memakai toga lewat line.

“Wahhh ganteng sekali kamu sayangku.”

“Hehehe”

“Selamat yah sayangku Efraim Nababan, S.Kom. Semoga ilmu yang kamu dapat bermanfaat yah sayang. Semoga kamu segera mendapat pekerjaan yang terbaik. Agar bisa membahagiakan orangtua yah sayang. Yani bangga sama kamu sayang.”

“Makasih yah sayangku”

“Maafin yani gak bisa datang yah sayang.”

“Iya sayang”  

Walaupun di hari yudisium aku sudah berusaha membuat dia bahagia tapi itu tidak bisa mengurangi rasa kecewa di hatinya.

28 April 2017

Sehari setelah Aim wisuda, Aku pulang ke Medan. Aim mengatakan bahwa dia akan menjemputku di terminal. Dari bandara, aku menaiki bus. Di perjalanan, Aim berulangkali bertanya sudah dimana. Satu setengah jam aku sampai di terminal. Sesampainya di terminal, aku turun dari bus dan melihat seorang lelaki tampan dengan celana pendeknya sedang duduk menungguku. Aku langsung melambaikan tangan dengan senyum lebar. Aku berjalan menghampirinya.

Aku : “Sayang ... selamat yah sayangku” Kami bersalaman. Salaman kami yang khas, tangannya menempel di pipiku.

Aim : “Iya sayang. Makasih sayang. Capek ayank nya?”

Aku : “Enggak koq sayang. Aku rindu sekali sama kamu sayang”

Aim : “Aku juga sayangku.” Dia merangkulku.

Senang sekali bisa melihat wajah lelaki yang baru wisuda ini. Walaupun aku tahu rasa kecewanya karena ketidakhadiranku di hari wisudanya belum hilang.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (13)
  • Malau

    Ceritanya bikin mewek????
    bnyak plajaran nya

    Tetap semangat kk
    di tunggu ya tulisan lainnya

    Comment on chapter Deskripsi Cerita
  • suryaninaibaho

    Thank you bro ....

    Comment on chapter Deskripsi Cerita
  • Rinalsatandhere

    Semangat buat tulisan selanjutnya mbak. Aku suka ceritanya.. Cepat2 ya di novelkan. Aku mau beli🙏

    Comment on chapter Deskripsi Cerita
Similar Tags
Reminisensi Senja Milik Aziza
992      552     1     
Romance
Ketika cinta yang diharapkan Aziza datang menyapa, ternyata bukan hanya bahagia saja yang mengiringinya. Melainkan ada sedih di baliknya, air mata di sela tawanya. Lantas, berada di antara dua rasa itu, akankah Aziza bertahan menikmati cintanya di penghujung senja? Atau memutuskan untuk mencari cinta di senja yang lainnya?
Special
1868      1065     1     
Romance
Setiap orang pasti punya orang-orang yang dispesialkan. Mungkin itu sahabat, keluarga, atau bahkan kekasih. Namun, bagaimana jika orang yang dispesialkan tidak mampu kita miliki? Bertahan atau menyerah adalah pilihan. Tentang hati yang masih saja bertahan pada cinta pertama walaupun kenyataan pahit selalu menerpa. Hingga lupa bahwa ada yang lebih pantas dispesialkan.
Frasa Berasa
74217      11506     91     
Romance
Apakah mencintai harus menjadi pesakit? Apakah mencintai harus menjadi gila? Jika iya, maka akan kulakukan semua demi Hartowardojo. Aku seorang gadis yang lahir dan dibesarkan di Batavia. Kekasih hatiku Hartowardojo pergi ke Borneo tahun 1942 karena idealismenya yang bahkan aku tidak mengerti. Apakah aku harus menyusulnya ke Borneo selepas berbulan-bulan kau di sana? Hartowardojo, kau bah...
The Past or The Future
504      407     1     
Romance
Semuanya karena takdir. Begitu juga dengan Tia. Takdirnya untuk bertemu seorang laki-laki yang akan merubah semua kehidupannya. Dan siapa tahu kalau ternyata takdir benang merahnya bukan hanya sampai di situ. Ia harus dipertemukan oleh seseorang yang membuatnya bimbang. Yang manakah takdir yang telah Tuhan tuliskan untuknya?
You Are The Reason
2508      1112     8     
Fan Fiction
Bagiku, dia tak lebih dari seorang gadis dengan penampilan mencolok dan haus akan reputasi. Dia akan melakukan apapun demi membuat namanya melambung tinggi. Dan aku, aku adalah orang paling menderita yang ditugaskan untuk membuat dokumenter tentang dirinya. Dia selalu ingin terlihat cantik dan tampil sempurna dihadapan orang-orang. Dan aku harus membuat semua itu menjadi kenyataan. Belum lagi...
Rver
7929      2456     1     
Fan Fiction
You're invited to: Maison de rve Maison de rve Rumah mimpi. Semua orang punya impian, tetapi tidak semua orang berusaha untuk menggapainya. Di sini, adalah tempat yang berisi orang-orang yang punya banyak mimpi. Yang tidak hanya berangan tanpa bergerak. Di sini, kamu boleh menangis, kamu boleh terjatuh, tapi kamu tidak boleh diam. Karena diam berarti kalah. Kalah karena sudah melepas mi...
Panggil Namaku!
9567      2793     4     
Action
"Aku tahu sebenarnya dari lubuk hatimu yang paling dalam kau ingin sekali memanggil namaku!" "T-Tapi...jika aku memanggil namamu, kau akan mati..." balas Tia suaranya bergetar hebat. "Kalau begitu aku akan menyumpahimu. Jika kau tidak memanggil namaku dalam waktu 3 detik, aku akan mati!" "Apa?!" "Hoo~ Jadi, 3 detik ya?" gumam Aoba sena...
Black Roses
36443      6715     3     
Fan Fiction
Jika kau berani untuk mencintai seseorang, maka kau juga harus siap untuk membencinya. Cinta yang terlalu berlebihan, akan berujung pada kebencian. Karena bagaimanapun, cinta dan benci memang hanya dipisahkan oleh selembar tabir tipis.
Letter hopes
1353      779     1     
Romance
Karena satu-satunya hal yang bisa dilaukan Ana untuk tetap bertahan adalah dengan berharap, meskipun ia pun tak pernah tau hingga kapan harapan itu bisa menahannya untuk tetap dapat bertahan.
Happiness Is Real
377      324     0     
Short Story
Kumpulan cerita, yang akan memberitahu kalian bahwa kebahagiaan itu nyata.