Loading...
Logo TinLit
Read Story - NEET
MENU
About Us  

Tiga lembar kertas penuh tulisan berserakan di bawah kursi taman itu, dekat kaki kursi bagian luar, di sebelah kanan. Tergeletak tanpa pemiliknya di atas paving block yang rapi tersusun sebagai jalan utama taman ini. Dua dari tiga kertas itu sudah kecoklatan, karena bekas diinjak, jejak sepatu itu masih membekas jelas. Di dekat lembaran kertas-kertas itu terdapat map dokumen berwarna biru yang terbuka, dan masih bisa memperlihatkan beberapa lembar kertas lagi di dalamnya.

Dari arah pintu taman, seorang pria berpakaian setelan kantor tidak rapi berjalan menghampiri kursi taman itu. Tidak rapi karena: tidak mengancingi dua kancing atas kemeja polosnya, kemeja tidak dimasukkan, lengan kemeja digulung sampai siku, dan dasi longgar. Pria itu menarik sampai lepas dasi biru bergaris miring hitam yang mengikat longgar lehernya, lalu melemparnya ke arah kanan tanpa melihatnya lagi. Dia terlihat memegang sesuatu di tangan kiri, tetapi setelah lebih dekat dengan kursi taman itu dia mengantungi barang tersebut.

Langkahnya sampai dan duduk sedikit membungkuk sambil melihat ke bawah. Belum sempat tiga detik terlewat dia berdesah, mengangkat tubuhnya lalu menaruh kedua sikunya di bagian atas badan kursi, seakan mencoba bersantai. Kepalanya menengadah. Tepat di belakangnya tertanam kukuh dua pohon kembar tanpa daun sedikit pun, sementara tidak jauh di depan ada mesin minuman.

Sorot matanya datar dan wajahnya murung, melihat gumpalan awan di atas yang terus bergerak sangat pelan mengikuti arah angin. Namun, di atas sana dia kembali melihat jas hitam miliknya yang menyangkut di dahan-dahan pohon kering itu. Wajahnya makin memurung.

Perlahan terdengar suara langkah kaki yang mendekat, suara itu berhenti. Tanpa memperdulikan siapa dan kenapa seseorang menghampirinya, pria itu terus melihat langit di atasnya.

“Halo, permisi,” suara itu berjeda sebentar. “Boleh aku duduk di sebelahmu?”

Seorang laki-laki yang kira-kira lebih muda darinya menghalangi pemandangan langit dan awan yang sedang dilihatnya, dia berdiri di belakang kursi sambil menundukan kepalanya, melihat pria itu dengan senyum.

Pria itu mengembalikan kepalanya ke posisi normal. “Aku tidak keberatan.” dia menoleh pada pemuda itu.

Pemuda itu pun duduk di sebelah si pria. Sekarang di kursi itu terlihat sebuah perbedaan yang sangat besar. Bagaimana tidak, pemuda yang duduk di sebelahnya memakai setelan kantornya lengkap—dari bawah sampai atas—dan rapi. Semua setelan kantornya tidak berbeda, kecuali bagian dasi, pemuda itu memakai dasi hitam. Meskipun terkesan formal, pemuda itu mempunyai rambut yang acak-acakan.

“Sedang apa kau sendirian di taman ini?” tanya pemuda itu, masih ramah.

“Merenungi hidup, dan memikirkan hal-hal sepele.” jawabnya sambil terus menundukkan wajahnya.

“Begitu ya, aku sebenarnya datang ke sini karena ada orang yang duduk sendirian.” jawab si pemuda, sambil melihat-lihat langit yang tadi dilihat oleh si pria.

Tanpa melihat pemuda itu dia tersenyum kecut. “Tidak usah berempati padaku. Lagi pula aku—”

Pemuda itu menoleh ke arah si pria dan tanpa sadar dia telah memotong kata-kata pria itu. “Oh! Ada jas di atas sana, di dahan-dahan itu!” Dia menunjuk dengan antusias. “Kira-kira siapa yang menaruhnya di atas sana ya?”

Selera humor pemuda ini tinggi. Namun, pria di sebelahnya hanya bisa cengar-cengir mendengarnya.

Pria itu berdeham. “Kira-kira di bulan ini perusahaan-perusahaan akan menerima pegawai baru atau tidak?”

“Soal itu aku kurang tahu  ....” jawabnya ragu-ragu, seperti mencoba memikirkan pertanyaan itu lebih dalam.

“Begitu ya ....”

Pemuda itu  berpangku dagu dengan wajah serius, seakan ingat sesuatu pemuda itu memasang wajah panik. “Gawat, aku lupa makan roti isiku!” katanya, sambil buru-buru mengeluarkan roti isi siap makan dari kantung jas bagian bawah.

Lihat tanggal kadaluarsa, buka bungkus, kantungi plastik, dan makan. Dia menghabiskan roti isi selainya hanya dengan tiga gigitan, sampai akhirnya dia merasa tersedak. Untungnya di depan sana ada mesin minuman, dan semuanya akhirnya baik-baik saja.

Napasnya dibuat terengah-engah. “Hah, hampir saja aku mati tersedak.” ucapnya, berakhir dengan napas lega.

“Sedang jam istirahat?”

“Ya, makan di meja kerja tidak enak. Apalagi AC di setiap lantai dan ruangannya bisa membuatku menggigil dan kesemutan. Kalau berlama-lama di sana aku bisa mati membeku.”

“Tapi bukankah waktumu lebih lama di dalam sana, dari jam istirahat ini?”

“Benar, karena itu aku mencopot AC yang ada di ruanganku.”

Merasa tidak mengerti si pria bertanya. “Apa?”

“Aku bilang, aku menyuruh orang mencopot AC di ruang kerjaku. Sebagai gantinya aku beli kipas angin mini untuk di taruh di meja kerja.” Ulangnya, kali ini dia sedikit memperjelas kalimatnya. Meski itu tidak mengubah tanda tanya di pikiran si pria.

Si pria menepuk pelan dahinya. “Bukan itu maksudku ... tapi biarlah ....”

“Ya, tidak usah di pikirkan.” katanya, mengangguk pelan dua kali.

Tepat setelah kata-kata itu berakhir hanya ada keheningan. Pemuda itu menyadari map dokumen biru di dekatnya, dan tanpa ragu megambilnya. Mereka sama-sama membisu. Si pria melirik pemuda yang sibuk membolak-balik kertas di dalam dokumen itu.

“Berapa lama lagi jam istirahatmu berakhir?”

Pemuda itu menaruh map dokumen itu di tempat semula, lalu menggeser sedikit mamset kirinya untuk melihat arloji. “Dua belas menit lagi.”

“Begitu ya ....”

“Ya ....”

Tangan si pria merogoh kantung celana, dia mengeluarkan benda itu, sebungkus rokok. Sementara jemari kanan sibuk mengupas plastik tipis bagian luar bungkus, tangan kirinya mengambil korek gas di saku kemejanya.

Sebatang rokok ditarik dari dalam bungkus, lalu mengapitnya pada bibir.

Pemuda itu mengambil sedikit napas. “Rokok mengandung 15 zat berbahaya dalam setiap batangnya, atau mungkin lebih dari itu. Jumlah kandungan karsinogen dalam asap rokok antara 20% untuk perokok aktif, untuk pasifnya 80% kalau kau ingin tahu, tapi itu hanya hasil kira-kira dariku,”

Mendengar itu, si pria hanya terdiam dengan bibir masih mengapit rokok, sementara pemuda itu mengeluarkan sebuah permen mint dari saku jasnya. Permen itu dikepalnya, mengulurkan tangannya dan memberikan permen itu. Si pria dengan respon lambatnya, menerima permen tanpa ragu.

“Dengan kata lain resiko menurunnya kesehatan perokok pasif lebih tinggi dari mereka yang benar-benar aktif merokok.” lanjutnya.

Hanya beberapa saat dia melihat bungkus permen mint, pria itu menaruh kembali sebatang rokoknya pada bungkusnya.

Si pemuda merogoh lagi kantung jasnya, mengeluarkan sesuatu. “Ini kartu namaku, kebetulan kami sedang mencari seorang NEET yang mau jadi salah satu pekerjaku.”

Meskipun nada bicaranya ramah, tetapi kata NEET terdengar agak kasar.

Pemuda itu bangkit dari duduknya. “Kalau kau tertarik, hubungi saja aku. Ah, satu hal lagi, syarat untuk bekerja di tempatku adalah berhenti merokok. Sampai ketemu besok di kantor.” setelah kata-kata itu berakhir dia berjalan meninggalkan taman dengan melambaian tangan.

Senyum kembali mengembang di wajah pemuda itu, ketika sudah melewati sebuah dasi yang tergeletak.

“Oh ya, kebetulan di dekat sini ada penatu yang masih buka. Jangan lupa jasmu.”

Pria itu melihat saat si pemuda meninggalkan taman. Dia menutup mata, lalu menatap tempat sampah tidak jauh di depannya, dan dengan satu lemparan dia berhasil menaruh sebungus rokok itu tepat di dalam tempat sampah.

How do you feel about this chapter?

2 3 1 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Dalam Satu Ruang
790      624     2     
Inspirational
Dalam Satu Ruang kita akan mengikuti cerita Kalila—Seorang gadis SMA yang ditugaskan oleh guru BKnya untuk menjalankan suatu program. Bersama ketiga temannya, Kalila akan melalui suka duka selama menjadi konselor sebaya dan juga kejadian-kejadian yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Manusia Manusia Cucok Part 1 "The Raising Of A Handsome Monster"
502      183     1     
Humor
Dimas, Gilang, dan Doni adalah tiga orang sahabat berasal dari daerahnya masing - masing yang dipertemukan di sebuah kampus. Suatu ketika Dimas mendapatkan ramuan yang misterius dari seorang penjual yang aneh di sebuah lapak pasar loak tradisional. Ketika itu pula Doni yang baru saja diputuskan oleh pacarnya yang bernama Karina meminta bantuan kepada Dimas agar bisa balikan lagi sehingga membuat ...
Ansos and Kokuhaku
3929      1439     9     
Romance
Kehidupan ansos, ketika seorang ditanyai bagaimana kehidupan seorang ansos, pasti akan menjawab; Suram, tak memiliki teman, sangat menyedihkan, dan lain-lain. Tentu saja kata-kata itu sering kali di dengar dari mulut masyarakat, ya kan. Bukankah itu sangat membosankan. Kalau begitu, pernah kah kalian mendengar kehidupan ansos yang satu ini... Kiki yang seorang remaja laki-laki, yang belu...
Dear Tukang Fotokopi
189      177     1     
Short Story
Kisah kocak dan hangat tentang Tami, ketua OSIS yang hidupnya mendadak penuh plot twist berkat Bang Ucup tukang fotokopi sekolah yang hobi meramal masa depan lewat mesin Canon nya.
Nightmare
755      559     1     
Short Story
Ketika mimpi buruk datang mengusik, ia dihadapkan pada kenyataan tentang roh halus yang mengahantui. Sebuah 'dreamcatcher' sebagai penangkal hantu dan mimpi buruk diberikan. Tanpa ia tahu risiko sebenarnya. Pic Source : -kpop.asiachan.com/Ash3070 -pexels.com/pixabay Edited by : Picsart Cerita ini dibuat untuk mengikuti thwc18
Suami Untuk Kayla
9751      3202     7     
Romance
Namanya Kayla, seorang gadis cantik nan mungil yang memiliki hobi futsal, berdandan seperti laki-laki dan sangat membenci dunia anak-anak. Dijodohkan dengan seorang hafidz tampan dan dewasa. Lantas bagaimana kehidupan kayla pasca menikah ? check this out !
Hospital Playdate
8      4     0     
Romance
Kisah ini berawal dari keinginan Gian untuk menikah di usianya yang tidak lagi muda. Terlalu putus asa, ia pun mendatangi seorang tarot reader untuk membaca garis jodohnya. Sempat tidak percaya, namun seseorang sesuai dengan deskripsi sang tarot reader tiba-tiba datang dihidupnya dan sukses mengobrak-abrik akal sehatnya. Berbeda dari sudut pandang si pria, bagi Renata Gian sudah ada di hidupn...
Secercah Harapan Yang Datang
7313      3040     5     
Short Story
Ini adalah cerita yang dipinta aurora diterbitkan sang fajar ditenggelamkan sang makar sebuah kisah terkasih dalam dunia penuh cerita, dan ini adalah kisah yang dibawa merpati untuk sebuah kisah persahabatan yang terakhir. #^_^
Goddess of War: Inilah kekuatan cinta yang sesungguhnya!
7903      2330     5     
Fantasy
Kazuki Hikaru tak pernah menyangka hidupnya akan berubah secepat ini, tepatnya 1 bulan setelah sekembalinya dari liburan menyendiri, karena beberapa alasan tertentu. Sepucuk surat berwarna pink ditinggalkan di depan apartemennya, tidak terlihat adanya perangko atau nama pengirim surat tersebut. Benar sekali. Ini bukanlah surat biasa, melainkan sebuah surat yang tidak biasa. Awalnya memang H...
A Ghost Diary
6437      2526     4     
Fantasy
Damar tidak mengerti, apakah ini kutukan atau kesialan yang sedang menimpa hidupnya. Bagaimana tidak, hari-harinya yang memang berantakan menjadi semakin berantakan hanya karena sebuah buku diary. Semua bermula pada suatu hari, Damar mendapat hukuman dari Pak Rizal untuk membersihkan gudang sekolah. Tanpa sengaja, Damar menemukan sebuah buku diary di tumpukkan buku-buku bekas dalam gudang. Haru...