Loading...
Logo TinLit
Read Story - Yang ( Tak ) Di Impikan
MENU
About Us  

Yang ( Tak ) Di Impikan

“ Allisya, mama sudah bilangkan, kamu harus pakai gaun merah ini, bukan pakai kaos dan celana jeans kesayanganmu itu nak. Masa rambutmu sudah rapi begini pakaianmu seperti itu. Jangan buat mama dan papa malu di acara keluarga nanti. Ayo cepat ganti. ” Ucap Mama.

Ya,perempuan paruh baya itu adalah mamaku. Mama selalu menasehatiku dalam hal penampilan. Padahal seharusnya dia tahu bahwa aku lebih tertarik memakai celana dibanding gaun panjang dengan pernak pernik yang banyak, ditambah lagi aksesorisnya. Namaku Allisya Brahmana, aku sudah menyelesaikan sekolahku lima bulan yang lalu, dan hari ini adalah hari yang paling tidak ku tunggu. Rasanya ingin ku lewatkan hari ini dengan bermimpi.

“Sya, cepat turun, bentar lagi acaranya akan dimulai.” Teriaknya dari bawah. Aku langsung bergegas menuruni anak tangga dan masuk ke dalam mobil bercat hitam kilat itu.

***

“ Dekorasi yang indah. Perpaduan warna yang pas berada dalam sebuah gedung megah. “ gumamku dalam hati. Sembari mengikuti langkah orangtua ku, aku terpaku ketika pembawa acara mengucapkan “ Semoga pertunangan ini nantinya akan membawa mereka kearah yang lebih baik. Baiklah kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah untuk Karl Michael Sentosa.”

Pikiranku langsung berpikir, bukankah nama itu yang pernah dibilang papa untuk dijodohkan denganku?

 “ Dan tepuk tangan yang meriah untuk mempelai wanita Allisya Brahmana. “ ucapnya.

Aku melihat Mama dengan maksud “ Ini apa ma, pa ?” tapi papa langsung berkata “ Cepat naik, namamu dipanggil, nanti papa akan jelaskan.”

Semua mata telah tertuju padaku. Ya, aku dengan senyum terpaksa harus melangkah bak bidadari kayangan menuju tempat yang tinggi itu dan disambut oleh seorang tangan pria. Lalu,kami diarahkan untuk mencium kedua orangtua kami, memotong kue yang terdapat hiasan pasangan yang sedang berbahagia. Dan saat yang paling tidak ku tunggu adalah pertukaran cincin sebagai tanda kami terikat. Ingin rasanya aku kabur dari pesta ini, tapi apalah daya, aku hanya anak semata wayang yang harus menuruti keinginan orangtua ku.

Semenjak pertukaran cincin tadi, aku hanya duduk dekat stand makanan dan tidak ingin berbicara dengan siapapun. Papa memanggilku “ Sya, papa dan mama minta maaf sebelumnya tidak memberitahumu, tapi bukankah kemarin kami sudah mengajakmu pergi untuk makan malam? Alhasil, kami yang memilih tanggal pertunangan untuk kalian berdua. Papa tau jika terlebih dahulu memberitahumu pasti kamu akan kabur. Makanya kami memilih cara ini. Papa menjodohkanmu dengan anak teman baik papa dan mama. Papa yakin kamu pasti akan bahagia jika dengannya. Kamu coba perkenalan aja dulu Sya selama tiga bulan ini, papa gak akan maksa kamu kok jika kamu gak mau. Setidaknya papa uda berusaha untuk membuatmu bahagia. Dan mulai malam ini kamu akan tinggal dengan keluarga Michael.”

“  APAAA ? papa gak salah membiarkan anaknya untuk tinggal dirumah orang yang sama sekali isya gak kenal ?”

“ Kamu harus beradaptasi sya, mama yakin kamu pasti senang kok.” Ucap mama dengan tiba tiba.

“ Mama sama papa udah gak sayang sama isya ya ? Ini bukan zaman siti nurbaya ma, masih aja pakai perjodohan segala ?”

“ Sudahlah, kamu coba saja dulu. Mereka pasti akan baik kok denganmu.”

***

Alhasil aku harus pulang dengan keluarga Michael yang sebelumnya aku tidak kenal.

“ Mike, ajak Isya ke kamar sayang.” Ucap Tante.

“ Tapi tante, aku kan .. “

Belum sempat ku berbicara, dia sudah menarik tanganku dan pergi meninggalkan Ayah dan Ibunya.

“ Ini kamar kita. “ ucapnya

“ Kita ? Maksudmu kita sekamar? Kita kan belum menikah, jangan seenaknya aja kamu ya, atau aku bakalan teriak! “ ucapku dengan nada tegas.

Dia hanya menatapku sinis dan langsung membuka pintu. Oh, ternyata saat pintu terbuka terdapat sebuah vas besar ditengah dan terdapat dua arah. “ Yang sebelah kanan kamarmu dan ini kamarku. Kalau butuh apa-apa pangil aja, dan jangan asal masuk ke kamarku. Aku tidur dulu.”

Aku segera masuk kekamar ku, aku telah berburuk sangka dengannya. Setelahku lihat, rumah ini mempunyai desain unik. Aku bergegas mengganti pakaian tidur. Ku lihat dalam lemari banyak terdapat pakaian wanita. Dan,ya, itu adalah ukuranku. Tapi aku tidak terlalu mengambil pusing dengan itu.

***

“ Pagi tante,lagi masak apa? Boleh isya bantu?”

“ Lagi masak opor ayam sayang, iya boleh. “

“ Pagi ma, ma, mike mau berangkat kantor dulu ya soalnya ada klien yang minta pagi ini juga. Oh bentar, anak perempuan satu ini ngapain ma ? bantuin mama masak? Jaga-jaga aja ma, nanti dia masukin racun lagi.” Ucapnya sembari menatapku sinis.

“Hush, gak boleh gitu kel, iya, nanti jangan lupa makan siang dirumah ya.”

Setelah membantu masak, aku memikirkan ucapannya tadi. Mengapa orang mengesalkan seperti itu bisa jadi tunanganku. Dari semalam aku benci sekali melihat dirinya. Selalu saja membuatku kesal tapi apalah dayaku yang tidur dirumahnya. Aku teringat pesan mama “ Perempuan itu harus terlihat anggun. “

Ketika sedang berbaring dikasur terdengar suara ketukan pintu “ Isya, lagi sibuk ? ini tante. “ aku pun beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu “ Ya, ada apa tante ?” “ Gini sya, tante dan om akan pergi keluar mungkin pulangnya malam. Mike juga sudah pulang kok. Rumah juga uda tante kunci pintunya yang tidak penting. Tante yakin kamu bisa masak, jadi tolong masakin mike untuk makan malam. Oke sya ? Tante pigi ya sya. Hati-hati sayang.” Ucap wanita paruh baya dengan fashion yang sangat melekat didirinya sembari mencium pipiku.

“ Harus berurusan dengan lelaki satu ini lagi. Malas sekali rasanya.” Ucapku dalam hati.

Dengan tiba-tiba suara gelegar dari bawah “ Syaa, Allisyaa, Syaaa. “ aku pun tak kalah berteriak dari atas “ Apaan? Bisa kan gak pakai teriak. Gendang telingaku juga masih bagus kok. ” “ Tolong ambilkan map merah dikamarku yang ada tulisannya privacy. Ingat, jangan diberantakin ya.”

Lelaki satu ini bisanya hanya mengatur,menyuruh dan mencela, untung saja aku sedang mendapat amanah dari Ibunya, kalau tidak sudah ku jadikan bakwan, gumamku.

Setelah mencari dipenjuru ruangan ini, aku tetap saja tidak menemukannya, tetapi aku menemukan selembar foto yang berisikan seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang sedang berpegangan tangan, dan anak perempuan itu adalah aku sendiri.

“ Lama amat sih sya, and what do you do? Bukankah aku sudah bilang jangan berantakin kamarku.” Ucapnya setengah marah.

Tanpa memikirkan ucapannya, aku menghadap belakang dan berkata “ Maksud foto ini apa? Mengapa ada aku? Dan siapa laki-laki ini?” aku menyerangnya dengan berbagai pertanyaan yang terlintas dipikiranku.

“ Oh, itu aku, dan perempuan itu adalah dirimu.”

Kepala ku berdenyut dan *Brukkk* aku pingsan dan di larikan kerumah sakit olehnya. Setelah siuman aku diberitahu oleh Mama bahwa michael adalah teman masa kecilku, dan kami dahulu sangat akrab sehingga mama dan papa langsung saja menjodohkanku dengannya tetapi saat aku SMA aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan ingatan masa kecilku sedikit terhapus.

Tante dan om juga sedang berada diluar menungguku siuman tapi ternyata bukan hanya aku, Michael, ya dia juga pingsan setelah mengantarkanku, ternyata diketahui dia memiliki penyakit kanker stadium 4, aku segera menemuinya di kamar sebelah, dia sedang dibantu dokter mengunakan alat kejut, aku berdoa semoga saja Michael tidak terjadi apa-apa. Tapi aku salah, dokter keluar dan mengatakan “ Kami sudah berusaha sekuat tenaga, tapi Tuhan memanggilnya lebih cepat.” Air mata ku jatuh perlahan walaupun menurutku dia menyebalkan, tapi aku mulai mengingat sebagian kecil memori indah bersamanya. Ayahnya berusaha menenangkan ibunya. Ibunya memberikanku sebuah surat, yang isinya :

Dear Mama Kuda Nil,

Hai, Allisya Brahmana, Kuda Nilnya Papa Panda. Ingat itu? Aku selalu memanggilmu kuda nil sewaktu kecil karena badanmu yang mirip kuda nil. Hahaa, tapi tidak dengan sekarang, kau sangat terlihat anggun, kau ingat mengapa kau memanggilku panda? Hanya karena aku sering tidur. Sejujurnya aku yang minta pertunangan ini dipercepat karena aku tau hidupku takkan lama lagi. Aku ingin merasa dekat denganmu, aku sengaja berpura-pura bersikap tak acuh padamu sebenarnya aku selalu memperhatikanmu. Aku tidak ingin istri masa depanku jatuh cinta kepadaku dan menangis jika tau suami masa depannya sedang sakit. But well, kalau kamu udah baca surat ini berarti aku udah pergi ninggalin kamu. Tapi tenang, dikamarku ada lemari, kamu buka dan semua barang itu untukmu, itu semuanya ku siapkan dari jauh-jauh hari. Aku selalu mencintaimu kuda nilku. Tetap jadi seperti ini ya, aku menunggumu disurgaku. Aku juga nitip Ayah dan Ibu ya, tolong jaga mereka sesudah aku dipanggil. Mereka menyayangimu sama seperti aku.

 

 

                                                                                                                                                                                                 Your Lovely,

                                                                                                                                                                                                  Papa Panda

Tags: Romance

How do you feel about this chapter?

0 0 0 6 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
#SedikitCemasBanyakRindunya
3614      1436     0     
Romance
Sebuah novel fiksi yang terinspirasi dari 4 lagu band "Payung Teduh"; Menuju Senja, Perempuan Yang Sedang dalam Pelukan, Resah dan Berdua Saja.
Cincin dan Cinta
1512      929     22     
Short Story
Ada yang meyakini, jika sama-sama memiliki cincin tersebut, kisah cinta mereka akan seperti Vesya dan Zami. Lalu, bagaimanakah kisah cinta mereka?
The Black Hummingbird [PUBLISHING IN PROCESS]
26391      4771     10     
Mystery
Rhea tidal tahu siapa orang yang menerornya. Tapi semakin lama orang itu semakin berani. Satu persatu teman Rhea berjatuhan. Siapa dia sebenarnya? Apa yang mereka inginkan darinya?
Lagu Ruth
564      431     0     
Short Story
wujud cintaku lebih dari sekedar berdansa bersamamu
Invisible Girl
1626      958     2     
Fan Fiction
Cerita ini terbagi menjadi 3 part yang saling berkaitan. Selamat Membaca :)
The Ruling Class 1.0%
1979      917     2     
Fantasy
In the year 2245, the elite and powerful have long been using genetic engineering to design their babies, creating descendants that are smarter, better looking, and stronger. The result is a gap between the rich and the poor that is so wide, it is beyond repair. But when a spy from the poor community infiltrate the 1.0% society, will the rich and powerful watch as their kingdom fall to the people?
Di Bawah Langit Bumi
10037      5803     87     
Romance
Awal 2000-an. Era pre-medsos. Nama buruk menyebar bukan lewat unggahan tapi lewat mulut ke mulut, dan Bumi tahu betul rasanya jadi legenda yang tak diinginkan. Saat masuk SMA, ia hanya punya satu misi: jangan bikin masalah. Satu janji pada ibunya dan satu-satunya cara agar ia tak dipindahkan lagi, seperti saat SMP dulu, ketika sebuah insiden membuatnya dicap berbahaya. Tapi sekolah barunya...
Aditya
1583      764     5     
Romance
Matahari yang tak ternilai. Begitulah Aditya Anarghya mengartikan namanya dan mengenalkannya pada Ayunda Wulandari, Rembulan yang Cantik. Saking tak ternilainya sampai Ayunda ingin sekali menghempaskan Aditya si kerdus itu. Tapi berbagai alasan menguatkan niat Aditya untuk berada di samping Ayunda. "Bulan memantulkan cahaya dari matahari, jadi kalau matahari ngga ada bulan ngga akan bersi...
Oscar
2398      1211     1     
Short Story
Oscar. Si kucing orange, yang diduga sebagai kucing jadi-jadian, akan membuat seorang pasien meninggal dunia saat didekatinya. Apakah benar Oscar sedang mencari tumbal selanjutnya?
Tentang Hati Yang Mengerti Arti Kembali
1562      970     5     
Romance
Seperti kebanyakan orang Tesalonika Dahayu Ivory yakin bahwa cinta pertama tidak akan berhasil Apalagi jika cinta pertamanya adalah kakak dari sahabatnya sendiri Timotius Ravendra Dewandaru adalah cinta pertama sekaligus pematah hatinya Ndaru adalah alasan bagi Ayu untuk pergi sejauh mungkin dan mengubah arah langkahnya Namun seolah takdir sedang bermain padanya setelah sepuluh tahun berlalu A...