Loading...
Logo TinLit
Read Story - MENJUAL JIWA
MENU
About Us  

            Di hadapannya berdiri makhluk bersisik abu-abu, berkepala buaya dan berambut panjang. Bola matanya hijau bergaris hitam memandangnya tak berkedip. Dia tertawa senang sambil memamerkan gigi-giginya yang runcing. Di tangannya memegang rantai dengan sebuah hati berwarna hitam. Hati itu berdetak hidup.

            Mutiara tidak takut. Makhluk bersisik itu berdiri di pojok kamarnya, dia tertawa seperti wanita centil. “Kurang ajar! Berani mengganggu dalam rumahku! Pergi!”, geram Mutiara sambil melangkah maju mengusir makhluk itu dengan pukulan sapu bergagang bambu, dan makhluk itu menghilang. Jelas sekali itu bukan mimpi! Dengan nafas yang masih tersengal-sengal, Mutiara sadar lalu memandangi bantal dengan selimut yang masih terlipat rapi. Gim tidak pulang, lagi.

~~~

            Gim membuka mata dan termenung. Dia bermimpi. Duduk diatas kursi kulit merah mahoni, memimpin rapat. Di hadapannya, para dewan komisaris duduk dan bertepuk tangan memberi selamat, merayakan keberhasilannya. Disampingnya, seorang wanita berlipstik merah muda memakai rok mini hitam dengan blazer bercorak sisik abu-abu tersenyum sambil ikut bertepuk tangan. Dia tidak mengenal satupun orang-orang yang ada dihadapannya itu, namun mereka, sepertinya sudah akrab satu sama lain. Sekilas tidak ada yang aneh. Namun, saat mereka menjabat tangannya, bola mata mereka semua hijau bergaris hitam, seperti mata seekor buaya.

            Gim lalu menurunkan kakinya dari tempat tidur dan menyalakan sebatang rokok. Tak habis pikir apa arti mimpi barusan itu. Sebuah pelukan jemari bercat kuku maroon, merangkul pinggangnya dari belakang dengan mesra. Kemudian tersenyum saat wajahnya muncul disamping pundaknya, dengan rambut panjang ikal menutupi sebelah matanya. Baju satin tipis menerawang sengaja tidak ditutupi selimut untuk memamerkan kaki putihnya. Tangannya mulai mengusap punggungnya dengan sentuhan menggoda. Mengajaknya bermain dalam pelukannya kembali, seperti ketika mereka berendam di kolam pemandian air panas. Gim melirik jam dinding di meja, 01.44 pagi.

~~~

“Kukira, saat kau berikan lilin putih itu, akan menjadi lentera pemberi kehidupan, kehidupan berwarna, yang merangkul hangat dalam genggamanmu. Tak pernah tersirat, saat mengukir bersama waktu, rangkulanmu membakar hati, hati yang memilih, berteman rambatan akar dendam, yang berkuasa di atas keangkuhan. Perih..., mengenang dirimu, menyelimuti hati dengan jemari kegelapan, yang bermain mengulum racun bibir merah jambu. Dan kau biarkan menjual jiwamu, kepada yang menyamar untuk menghancurkan, dibalik senyum malaikat menawan”.

            Gambar cincin menutup tulisan itu dengan tanggal 4 April 1996 dibawahnya. Lalu Mutiara memejamkan mata. Angin tengah malam berhembus dari luar jendela kamar. Air matanya mengalir menyentuh pipi.  Mutiara menarik nafas panjang  yang menusuk hati.

~~~

            Gim memperhatikan sosok dirinya dari pantulan kaca, yang seperti wajah manusia tanpa hati, tanpa jiwa. Terbayang kembali saat mereka berdua menyusuri Curug 7 Cimanganten, Garut, melakukan ritual doa dan mandi di tujuh tingkatan air terjun. Gim memang meminta pengasihan agar sukses menduduki jabatan tertinggi di kantornya dan disegani semua orang, selain membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang mencoba menghancurkan karir dan martabatnya.

            Dengan membayar jasa cukup banyak kepada Abah yang menyanggupi untuk membantu mendapatkan keinginannya, Gim menjadi percaya dan menuruti segala perkataan Abah. Ritual ini sudah dilakoninya sejak 1,5 tahun yang lalu. Ditemani wanita yang suka mencumbunya dengan bibir merah jambunya itu. Kini Gim menjadi sangat tergantung kepada Abah karena takut jabatannya di rebut orang lain.

Tags: thwc18

How do you feel about this chapter?

0 0 1 0 0 0
Submit A Comment
Comments (5)
  • maladevimdv

    Thank you so much RezaGustin...

  • maladevimdv

    Thank you so much, my girl jacmo2003... Good luck with YOUR STORY too and I wish you all the best...

  • jacmo2003

    Best story ever

  • maladevimdv

    Thank you so much SusanSwansh...

  • SusanSwansh

    Cover ceritanya kereeeeennn.

Similar Tags
Dekapan Mata Jahat
534      384     1     
Short Story
Suatu malam dia menidurkanku dengan pulas namun seringnya dia mengajakku bermain hingga larut malam
Aku Lupa
737      525     3     
Short Story
Suatu malam yang tak ingin aku ulangi lagi.
Nightmare
703      512     1     
Short Story
Ketika mimpi buruk datang mengusik, ia dihadapkan pada kenyataan tentang roh halus yang mengahantui. Sebuah 'dreamcatcher' sebagai penangkal hantu dan mimpi buruk diberikan. Tanpa ia tahu risiko sebenarnya. Pic Source : -kpop.asiachan.com/Ash3070 -pexels.com/pixabay Edited by : Picsart Cerita ini dibuat untuk mengikuti thwc18
THE FOREST
696      438     2     
Short Story
Gadis itu merasa ada sesuatu yang aneh. Rasa yang selalu mengikutinya setiap kali dia berjalan melewati hutan itu. Perasaan apa? Hutan itu? Dia tidak bisa menceritakan perasaannya, dia hanya tahu jawabannya sedang menunggu di dalam hutan itu.
Ting Ting Ting
465      340     1     
Short Story
Saya, cuma pengen main~
Silent Scream
792      469     6     
Short Story
Kala hidupmu tak lagi sama.
Little Riding Hood Alternative Universe
535      384     1     
Short Story
Little Riding Hood yang harus dihadapkan pada sebuah perintah. Ia tak mampu berkutik untuk melawan karena ia hanya anak pungut, namun perintah yang sederhana itu adalah sebuah ketakutan yang tak mampu digambarkan dengan kata-kata. Pic Source : -pexels.com/@stacey-resimont-183655 -rs9seoul Edited with : -Picsart Cerita ini diikutsertakan untuk mengikuti thwc18
BALAS NALANGSA
743      476     1     
Short Story
Aku harus melihatmu lebih dekat, namun jangan menjauh saat aku menghilang.
The Halloween Girl
584      425     2     
Short Story
"Jika keajaiban memang ada aku tidak berharap dia kembali, tapi aku ingin bersamanya. Selamanya".
Bells Flower
476      340     2     
Short Story
Bella mendekati ibunya. Dia mencoba untuk melepaskan ikatan namun tak bisa. Mata sang ibu melotot dengan mulut terbuka, menatap tajam ke arah Bella. Mulut terbuka itu menyemburkan kunyahan kelopak bells flower ke wajah Bella. Bau menyengat dan busuk jadi satu. Seketika Bella bangun dari mimpinya.