Loading...
Logo TinLit
Read Story - May be Later
MENU
About Us  

Di hari libur ini Rion terpaksa harus menjalani pekerjaan rumah tangga, berbelanja isi kulkas karena kakaknya yang sedang dinas keluar kota dan pembantunya yang izin untuk menikahkan anaknya di kampung sedangkan kulkas isinya sudah ludes, dan dia perlu sedkit sayuran dan daging untuk terus bertahan hiduo selama orang rumah sedang pergi.

Tapi supermarket dekat rumahnya tutup karena libur Nasional, terpaksa ia harus menjalankan mobilnya mencari supermarket yang buka, dan disinilah ia berada, sebuah swalayan di ujung jalan cukup jauh dari rumahnya.

Saat sedang serius membedakan dua kaleng ikan sarden yang biasa ia ihat di rumahnya ia merasa hoodienya  di tarik oleh seseorang saat menoleh ia melihat seorang anak perempuan bermata bulat.

“Om Dafrion?” Rion sontak menempelkan telunjuknya pada bibir mengisyaratkan anak itu agar tak berteriak, ia sudah sengaja berpenampilan sedikit lusuh dengan memakai hoodie abu-abu dan celana training agar tak terlalu menjadi pusat perhatian.

“Miara, bunda kan sudah bilang jangan suka keliaran kaya bocah saying, bikin khawatir,” Rion seketika mendongak dan tertegun melihat wanita yang berdiri anggun sambil merangkul anak perempuan bermata bulat itu.

***

“Saya ga nyangka bisa ketemu Bunda Maida lagi, ini anak Bunda?” tanya Rion antusias, wanita yang memanggil anak perempuan yang dipanggil Miara itu ternyata Bunda Maida gurunya dan Gify semasa sekolah dasar, saksi pertemuam pertamanya dengan gadis itu.

“Iya anak bungsu saya, haduh ga nyangka kamu sudah segede ini, ganteng begini, Bunda jadi merasa tua,” tawa anggun menyertai kalimat Bunda Maida, beliau sebenarnya tak terlihat berbeda dari terakhir Rion meliahatnya saat perpisahan sekolah dasar, Bunda Maida masih tampak sehat, muda dan tetap menguarkan aura keibuannya yang khas.

“Bunda juga ga nyangka kamu sekarang malah pacaran sama Gify, sejak dulu kalian memang terlihat cocok tapi kamu tidak pernah diberitakan pacarnya siapa,” Rion hanya tersenyum tipis, melihat senyuman Rion yang sedikit janggal Bunda Maida jadi paham sepertinya ada masalah diantara dua muridnya dulu ini.

"Gify marah sama Rion Bun, hubungan kami cukup rumit, dan Gify tak tahan dengan keadaan ini, padahal Rion sangat sayang sama Gify," adu Rion bak kembali ke belasan tahun silam.

“Rion, adakalanya kita itu ga bisa selama-lamanya berada di samping orang yang menurut kita berharga, ada kalanya kita harus menghadapi masalah, lalu berpisah. Kita juga perlu menjauh dan memeriksa serta memperbaiki kekurangan kita, karena sejatinya hubungan antar manusia mutlak adanya perpisahan,” Rion memandang kosong pada permukaan meja yang hanya ada 3 gelas cappuccino, sudah 3 orang pula yang mengatakan hal yang sama padanya, adakalanya hubungan itu harus usai dengan perpisahan, apa kini saatnya ia harus berpisah dengan Gify? Pertanyaanya, mengapa ia harus berpisah dengan Gify padahal di sisi lain ia rasa ia tak mampu berdiri tegak tanpa Gify.

***

Hari ini Rion putuskan untuk kembali berbicara dengan Gify, ia tadi sudah ke rumah gadis itu namun kata pekerja di rumahnya sudah sejak pagi Gify sudah pergi ke kampus, entah apalagi yan diurus gadis itu di sana, bukannya dia sudah wisuda.

Pertanyaan Rion terjawab melihat Gify yang sedang berbincang dengan lelaki yang sama tempo hari, sedikit banyak perasaan Rion panas, apa karena lelaki ini Gify meninggalkannya?

Saat melihat dirinya yang berdiri memandang Percakapan dua orang itu di depan mobilnya, ternyata Gify juga menoleh padanya, sesaat gadis itu tampak tertegun, lalu sepertinya pamit dengan sedikit berbasa-basi lalu melangkah menuju tempatnya berdiri.

“Kita perlu bicara,” ucap gadis itu sebelum Rion mengutarakan pertanyaan yang sama.

***

Ini adalah konser akhir tahun paling meriah yang diadakan tahun ini, Mega konser solonya yang ke delapan selama perjalanan kariernya, tidak benar-benar solo sih, ada beberapa sahabat artisnya yang mengisi acara seperti group vocal multitalent Bestfour, penyanyi muda seperti Yasmin dan Rizki.

Sudah sejak siang gedung Convention Centre tempat diadakannya perhelatan itu sudah dipenuhi para fansnya yang dating dari penjuru kota, bahkan ada yang dari luar negeri datang untuk menikmati secara langsung senandung merdu pemuda itu.

“Gila rame banget fans lu di depan susah banget tadi mobil gue masuk parkiran,” Rion mendengus mendengar keluhan Aksa, pemuda itu dating telat padahal sahabatnya yang lain sudah dating dari tadi.

“Salah elu ga ikutin teknis yang udah dibicarain minggu lalu, telat lagi, coba barengan sama sobat lu yang lain dah beres dari tadi.” Rion hanya menggelengkan kepala melihat Aksa yang menggerutu sambal buru-buru ke ruang ganti bahkan pemuda itu belum di briefing  sama sekali. Tiba-tiba datang seorang gadis muda yang mendekatinya malu-malu.

“Kak Dafrion?” Rion hanya tersenyum menanggapi sapaan gadis muda itu, lalu cepat-cepat menyuruh gadis itu untuk diam, karena gadis itu hampir saja berteriak histeris karena tidak sengaja bertemu dengannya.

“Heheh maaf Kak, aku kesenengan bisa lihat kakak,” Gadis itu lalu bercerita banyak, ternyata ia jauh-jauh datang dari Thailand, ia sengaja mengambil cuti kerja demi datang pada Mega konsernya. Sampai akhirnya gadis itu menghadiahinya foto-foto polaroid, keindahan Thailand. Tempat-tempat ini pernah ia datangi saat syuting dulu di sana.

Sejenak ia tertegun, andai Gify masih di sisinya mungkin lusa akan menjadi hari keberangkaan liburan mereka ke Thailand, seperti yang pernah ia niatkan.

Rion berjalan menghampiri ranselnya, mengeluarkan buku dongeng putri ikan, hadiah petamanya untuk Gify. Ia merasa bernasib sama dengan Jaka si tokoh utama dongeng itu. Singkat cerita Jaka adalah pemuda yang tak memiliki apapun bahkan tak ada orang yang mau menjadi temannya, ia sudah tak lagi punya semangat hidup. Sampai akhirnya tanpa sengaja saat memancing ia mendapatkan seekor ikan unik dan siapa yang tahu ternyata ikan itu adalah pewujudan seorang putri cantik. Tanpa ada yang tahu pemuda itu pun menikah dengan putri itu dan hidup bahagia , pemuda itu hidup lebih baik bahkan memiliki banyak pengikut yang menyenanginya dan bekerja dengannya, namun tak ada yang tahu si lelaki sudah memiliki istri karena status istrinya yang merupakan perwujudan putri ikan. Namun suatu saat sang putri tiba-tiba meminta berpisah karena harus menahan cemburu melihat banyak wanita yang mendekati sang suami disamping itu sang putri harus kembali ke untuk memimpin kerajaan, walau sang pemuda tak menyetujui karena sangat mencintai istrinya. Pada akhirnya sang putri tetap pergi meninggalkan Jaka seorang sendiri.

Rion menghela napas, menatap keluar jendela besar dari ruagannya, kini ia sendiri, tidak akan ada lagi gadis yang akan menceramahinya panjang lebar tentang sehat padahal nyatanya gadis itu adalah gadis yang cuek, tidak akan ada lagi yang mengancamnya agar tak mengadukan kebiasaan konsumsi junk food gadis itu, tidak akan ada lagi gadis yang menguatkannya kala ia jatuh, kini ia harus menghadapi semuanya sendiri, mengandalkan dirinya sendiri. Saat melihat pesawat terbang melintasi langit yang mungkin saja membawa gadis itu ia mengatakan pada hatinya yang kini ia tahu cinta pertamanya yang penuh kenangan hampir seumur hidupnya telah mengucapkan selamat tinggal.

***

Sudah sejak tiga puluh menit berlalu, tapi dua insan ini tampak berdiam diri dan malah lebih betah menatap hidangan dihadapan mereka dan jangan lupa buku dongeng yang dulu sekali pernah ia berikan pada Gify, entah untuk apa Gify membawanya, Rion sudah tampak gelisah, apalagi melihat pandangan Gify yang masih datar dan kosong, apa kesempatannya benar-benar sudah habis kali ini?

“Beberapa hari lalu aku bertemu Bu Maida, kamu ingat?” Gify mendongakkan wajahnya menatap Rion yang mulai membuka percakapan. Gadis itu tersenyum kecil, mengangguk, bagaimana bias ia lupa dengan guru favoritnya saat sekolah dasar.

“Beliau ga banyak berubah, masih terlihat keibuan,”

“Mungkin memang sudah aura Bu Maida seperti itu, pasti sekarang sudah menikah dan punya anak ya?” Rion mengangguk membenarkan dugaan Gify.

“Kalau bukan karena Bu Maida mungkin kita ga akan sampai ke tahap ini,” Gify tersenyum tipis lagi, lalu sdikit menggeleng, embuat Rion mengernyitkan dahinya.

“Sudah takdir yang Maha Kuasa membuat kita bertemu, Bu Maida hanya perantara,” lalu Gify mengeluarkan sebuah amplop coklat mengangsurkannya pada Rion.

“Dan mungkin sudah takdir pula keadaanya jadi seperti ini,” lanjut Gify sambal mengisyaratkan Rion untuk membuka amplop itu. Rion tentu terkejut setelah membaca deretan kalimat berbahasa asing di kertas itu, ia paham artinya.

“Tapi kenapa kamu baru ngasi tahu aku sekarang Fy, kamu benar-benar ingin menyudahi semuanya ternyata,” nada suara Rion sarat penuh luka, pemuda itu sangat kecewa dengan keadaan sekarang.

“Awalnya hanya iseng daftar, tapi ternyata lulus,”

“Aku sanggup bila harus LDR,” ucap Rion penuh keyakinan, sungguh ia akan menunggu Gify seberapa lamapun itu, sudah ia katakan kan? Ia tak sanggup bila harus berpisah dengan Gify.

“Aku yang ga bisa Rion,” wajah Rion mengeras terbayang kejadian beberapa menit lalu.

“Lelaki itu kan alasannya? Dia lulusan universitas yang mau kamu masukin, jujur saja Fy kalau misalnya hati kamu sudah berubah,” sentak Rion sedikit terbawa emosi.

“Jangan seret orang lain dalam masalah kita, kamu tau bagaimana perasaanku, kalau aku mau berpaling sejak dulu banyak kesempatan untuk berpaling, tapi memang kenyataannya kita masih belum dewasa mengahadapi hubungan ini Ri, mungkin belum saatnya kita bersatu,mungkin kita memang saling mencintai, tapi kita berada di waktu dan situasi yang tidak tepat, ada hal yang harus kita prioritaskan, tapi ga bisa sejalan dengan perasaan kita, mari saat ini kita kejar prioritas kita masing-masing, kamu dengan karir kamu, dan aku dengan pendidikanku, dan tidak bisa kita pungkiri kita masih terlalu muda dan terlalu sedikit memiliki pengalaman untuk menghadapi situasi seperti ini. mungkin di waktu nanti saat kita bertemu lagi dengan sosok yang baru dan membangun hubungan yang benar,” Rion hanya tertunduk pasrah sudah tak ada lagi harapan, memang harus selesai sampai di sini. Ia jadi teringat saat pertama kali mereka bertemu, dirinya yang pemalu, Gify yang cuek. Gify yang mebuatnya berusaha bangkit untuk menjadi lelaki sesungguhnya. Ia yang kini berhasil menjadi seseorang berpikir bisa membahagiakan gadis itu namun nyatanya ia hanya menyakiti dan mengecewakan gadis itu berulang kali. Kini gadis itu sudah lelah dan memilih mundur. Gadis itu sepertinya sadar kepentingan masing-masing yang bentrok tak bisa membuat hubungan ini tak bisa lagi berjalan selaras.

“Sekali kamu pergi, bisa saja berubah Fy, dan ga ada kesempatan kembali,” Gify menatapnya dengan pandanga teduh,membuat perasaan pemuda itu berdesir.

“Bila saat kita bertemu lagi kita berada di situasi yang membuat kita ga bisa bersatu lagi atau mungkin kita ga bertemu lagi, aku sudah ikhlas Ri, mungkin memang kita ga berjodoh,” Rion tidak mampu berkata-kata lagi saat melihat senyum tulus gadis dihadapannya seolah gadis itu sudah melepas segala beban beratnya. Yang kini ia tahu cinta pertamanya yang penuh kenangan hampir seumur hidupnya telah mengucapkan selamat tinggal.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (2)
  • camarseptakum

    @aryalfaro terima kasih sudah mampir

    Comment on chapter Bingkai 1 : Anak itu
  • aryalfaro

    Chapter 1 saya sudah menyenangkan ceritanya ^^ Saya akan membaca chapter selanjutnya ^^

    Comment on chapter Bingkai 1 : Anak itu
Similar Tags
Estrella
396      277     1     
Romance
Oila bingung kenapa laki-laki ini selalu ada saat dia dalam bahaya, selalu melindunginya, sebenarnya siapa laki-laki ini? apakah dia manusia?
Secret Love
382      265     3     
Romance
Cerita ini bukan sekedar, cerita sepasang remaja yang menjalin kasih dan berujung bahagia. Cerita ini menceritakan tentang orang tua, kekasih, sahabat, rahasia dan air mata. Pertemuan Leea dengan Feree, membuat Leea melupakan masalah dalam hidupnya. Feree, lelaki itu mampu mengembalikan senyum Leea yang hilang. Leea senang, hidup nya tak lagi sendiri, ada Feree yang mengisi hari-harinya. Sa...
CINTA DALAM DOA
2754      1210     2     
Romance
Dan biarlah setiap doa doaku memenuhi dunia langit. Sebab ku percaya jika satu per satu dari doa itu akan turun menjadi nyata sesungguhnya
Sweet Sound of Love
476      314     2     
Romance
"Itu suaramu?" Budi terbelalak tak percaya. Wia membekap mulutnya tak kalah terkejut. "Kamu mendengarnya? Itu isi hatiku!" "Ya sudah, gak usah lebay." "Hei, siapa yang gak khawatir kalau ada orang yang bisa membaca isi hati?" Wia memanyunkan bibirnya. "Bilang saja kalau kamu juga senang." "Eh kok?" "Barusan aku mendengarnya, ap...
Puisi yang Dititipkan
554      372     2     
Romance
Puisi salah satu sarana menyampaikan perasaan seseorang. Puisi itu indah. Meski perasaan seseorang tersebut terluka, puisi masih saja tetap indah.
Weak
286      236     1     
Romance
Entah sejak kapan, hal seromantis apapun kadang terasa hambar. Perasaan berdebar yang kurasakan saat pertama kali Dio menggenggam tanganku perlahan berkurang. Aku tidak tahu letak masalahnya, tapi semua hanya tidak sama lagi. Kalau pada akhirnya orang-orang berusaha untuk membuatku menjauh darinya, apa yang harus kulakukan?
Silver Dream
9733      2478     4     
Romance
Mimpi. Salah satu tujuan utama dalam hidup. Pencapaian terbesar dalam hidup. Kebahagiaan tiada tara apabila mimpi tercapai. Namun mimpi tak dapat tergapai dengan mudah. Awal dari mimpi adalah harapan. Harapan mendorong perbuatan. Dan suksesnya perbuatan membutuhkan dukungan. Tapi apa jadinya jika keluarga kita tak mendukung mimpi kita? Jooliet Maharani mengalaminya. Keluarga kecil gadis...
I'm Growing With Pain
16429      3610     5     
Romance
Tidak semua remaja memiliki kehidupan yang indah. Beberapa dari mereka lahir dari kehancuran rumah tangga orang tuanya dan tumbuh dengan luka. Beberapa yang lainnya harus menjadi dewasa sebelum waktunya dan beberapa lagi harus memendam kenyataan yang ia ketahui.
Simbiosis Mutualisme seri 1
12912      3186     2     
Humor
Setelah lulus kuliah Deni masih menganggur. Deni lebih sering membantu sang Ibu di rumah, walaupun Deni itu cowok tulen. Sang Ibu sangat sayang sama Deni, bahkan lebih sayang dari Vita, adik perempuan Deni. Karena bagi Bu Sri, Deni memang berbeda, sejak lahir Deni sudah menderita kelainan Jantung. Saat masih bayi, Deni mengalami jantung bocor. Setelah dua wawancara gagal dan mendengar keingin...
Phased
6806      2177     8     
Romance
Belva adalah gadis lugu yang mudah jatuh cinta, bukan, bukan karena ia gadis yang bodoh dan baperan. Dia adalah gadis yang menyimpan banyak luka, rahasia, dan tangisan. Dia jatuh cinta bukan juga karena perasaan, tetapi karena ia rindu terhadap sosok Arga, abangnya yang sudah meninggal, hingga berusaha mencari-cari sosok Arga pada laki-laki lain. Obsesi dan trauma telah menutup hatinya, dan mengu...