Loading...
Logo TinLit
Read Story - NATHANIA (The Name who I want)
MENU
About Us  

Kania menggisik matanya yang perlahan menunjukan gambaran langit-langit kamarnya. Suara gaduh yang berasal dari teriakan kedua Orang Tuanya dan berbagai prabot dapur yang berjatuhan sudah tak asing lagi ditelinganya. Kania menggeserkan langkahnya menuju kamar mandi bersiap memulai hari yang biasa membosankan baginya. Jangan tanya bagaimana kondisi kamar Kania saat ini lebih dari cukup dikatakan seperti kapal pecah atau mungkin lebih parah.

Sepertinya tak ada satupun yang berjalan dengan baik dalam hidup Kania dari mulai kedua Orang Tuanya yang sering bertengkar, hingga tak jarang merusak perabot rumah tangga, sempat terfikir dalam benak Kania “Mengapa mereka tak bercerai saja? mumpung masih ada perabot rumah tangga yang bisa diselamatkan!!”. Dalam kehidupan di Sekolah tak sebaik yang dirasakan oleh teman sebaya Kania pada usianya. Di sekolah Kania tidak memiliki teman satupun.  Introvert mungkin itu istilah yang tepat untuk Kania. Dalam bidang Akademis Kania tidak masuk pada golongan murid-murid berprestasi, Olah Raga??? Mendengar kata itu saja bisa membuat Kania tak nyaman. Sahabat dan Pacar sepertinya hal yang cukup mustahil Kania dapatkan, yang bisa Dia lakukan adalah menjalani hidup apa adanya dan selalu berharap esok akan ada hari yang lebih baik baginya.

Di sini Kania berada sekarang, tempat dimana Dia menghabiskan waktu istrahatnya adalah bangku taman Sekolah dibawah pohon yang menghadap ke Lapangan Basket. Sinar Super Star terpancar dari sana Seorang Cowok yang selalu membuat jantung Cewek berdegup kencang bila dekat dengannya. Siapa lagi kalau bukan Nathan yang tengah asik bermain Bola Basket dengan teman-teman seangkatannya. Cowok yang dua tingkat lebih atas dari Kania itu merupakan idola para Siswi di Sekolah kejuruan tempat Kania menimba ilmu.

Paras rupawan, kemampuan Akademi yang mumpuni, prestasi Olah Raga yang segudang, aaahhh~~ satu lagi berasal dari keluarga berada yang harmonis itulah Nathan, suguh berbanding terbalik dengan Kania. Siapa yang tidak bermimpi memiliki pacar, kekasih atau suami seperti Nathan bahkan seorang Kania pun, dalam hati kecilnya selalu terbesit keinginan bersanding dengan seorang Nathan. Mungkin hari itu adalah hari yang paling dinantikan oleh Kania, hari itu adalah sebuah lembar baru yang akan Kania isi dengan keceriaan, kebahagiaan, dan kebersamaan. Dia akan berhenti mengukir dalam lembaran kehidupan bila mendapat pena kepedihan, kesedihan dan kemarahan agar hanya ada bahagia yang dirasakan dan dikenang. Untuk sebagian gadis seusianya mungkin keinginan itu teralu muluk, terlalu didramatisir tapi bagi Kania semua itu adalah hal yang benar Dia rasakan, Dia inginkan dan Dia cita-citakan.

Waktu yang membawa Kania remaja menjadi dewasa memberikan keterpurukan yang makin mendalam, kedua Orang Tuanya resmi bercerai, ekonomi keluarganya terpuruk bahkan Kania tidak diterima di Perguruan Tinggi Negri yang diinginkan Ibunya. “LELAH.....” kata itu yang selalu terucap dari mulut Kania, sekeras apapun Dia mencoba untuk tidak mengeluh dengan kehidupan yang Tuhan berikan padanya, tetap saja Keterpurukan yang selalu Dia rasakan membawanya pada Titik terhitam dalam hidupnya. Tak akan ada lagi cerita setelah titik itu. “Sudah waktunya menyerah”, Kania menghirup nafas terakhir di tepi jembatan berfikir hal itu untuk yang terakhir kali Dia lakukan.

Genggaman tangan menarik tubuh Kania yang akan terjatuh ke hamparan sungai, membawa Kania kembali pada kenyataan hidup, tangan itu..tangan Cowok yang dulu menjadi Idola para Siswi di Sekolahnya, Cowok yang selalu membuat Kania berhayal untuk bisa bersanding dengannya, Cowok yang membuat jantung para Cewek berdegup kencang bila dekat dengannya, Nathan. Nathan~~  kini senyumnyalah yang pertama kali Kania lihat saat membuka matanya, deru nafasnya begitu terasa oleh Kania pelukan hangantnya selalu menjaga Kania. Dua tahun setelah kejadian terburuk dalam hidup Kania, kini cicin yang melingkar di jari manis Kania dan Natha selalu menjadi saksi bisu janji pernikahan yang mereka ucapkan bersama. Kania memandangi perutnya yang tengah dielus dan dikecup Nathan, banyak moment yang mereka nantikan setiap bulan. “Nathania, the name who I want”. “As you wish honey”. Kecupan ringan mendarat di kening Kania sebelum Nathan berpamitan pergi bekerja.

Tags: FFWC2

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
BUMI TANPA MENTARI
650      442     3     
Short Story
Bumi menanti Mentari kembali. Dia berjanji takkan membiarkan gadis itu berjuang sendiri lagi.
Rindu
474      360     3     
Romance
Ketika rindu mengetuk hatimu, tapi yang dirindukan membuat bingung dirimu.
Candamu Sakitku
647      404     2     
Short Story
Meski bercanda, mengejek, mencela, itu bagian dari hari-hariku bersama Mas Alif, hatiku berkata lain. Setiap candanya membuat aku tersipu dan berbunga. Namun, begitu cepat pula berubah menjadi sakit dan luka.
SIREN [ RE ]
728      436     5     
Short Story
nyanyian nya mampu meluluhkan hati. namanya dan suara merdunya mengingatkanku pada salah satu makhluk mitologi.
Cincin Untuk Tania
561      483     0     
Short Story
Argi yang akan segera ditinggal nikah oleh Tania berjuang keras untuk menjadi lelaki pertama yang memasangkan cincin di jari manis sang pujaan hati
Perayaan Patah Hati
642      473     2     
Short Story
Satu, dua, hingga 730. Aku terus menghitung hari yang terlewati setelah kaupatahkan hati. Di bawah langit sore ini, bibirku memulas senyuman. Bukankah luka yang menemani manusia mendewasa?
From Ace Heart Soul
676      432     4     
Short Story
Ace sudah memperkirakan hal apa yang akan dikatakan oleh Gilang, sahabat masa kecilnya. Bahkan, ia sampai rela memesan ojek online untuk memenuhi panggilan cowok itu. Namun, ketika Ace semakin tinggi di puncak harapan, kalimat akhir dari Gilang sukses membuatnya terkejut bukan main.
Things Take Time
645      419     5     
Short Story
×× Semesta Gakuen⚛Series ×× Semuanya butuh waktu hanyalah omong kosong! Semua sudah terlambat. Aku terlalu bertele-tele menghamburkan waktu yang tersisa. Tak ada harapan kembali benang merah itu untukku. ⛱ • Unit Blue Short Story Cerita ini ditunjukan untuk mengikuti Valentine's Day FF Writting Challenge of Tinlit. Note: Jika menemukan ilustrasi yang sama secara seb...
Usai
479      331     0     
Short Story
Aku tahu kapan harus melepasmu pergi ...
Penenun Nasib
1071      663     14     
Short Story
Hari kasih saya tak terbatas untuk sepasang kekasih. Hari kasih sayang berhak termiliki siapapun yang mengagungkan cinta. Kupersembahkan kisah ini untukmu, wahai pemintal mimpiku ... (True Story)