Loading...
Logo TinLit
Read Story - Pertimbangan Masa Depan
MENU
About Us  

Galau ? Kata itu bukan untuk melambangkan sebuah perasaan sedang patah hati saja, banyak sekali kegalauan yang ada pada remaja seperti kita. Remaja yang sedang menuju sebuah proses kedewasaan ini juga mengalami fase yang dinamakan galau. Hanya saja untuk setiap orang, galau itu berbeda makna. 

“Melamun aja nih, Ra… Ada apa ? Sini cerita sama bunda.” 

“Fara lagi galau bun !” Celetuk Azka, kakak laki-laki dari Fara.

“Apa sih kak ! Ganggu aja !” 

Fara melemparkan bantal sofa yang sedang dipeluk nya, sedangkan Azka hanya menjulurkan lidah nya. Senang rasa nya menganggu adik perempuan satu-satu nya tersebut.

“Siapa nih laki-laki yang buat Fara galau ? Biar Ayah marahin, berani-berani nya bikin anak gadis Ayah galau.” 

“Apa sih, yah… Nggak perlu didengar ucapan Kak Azka.” 

“Terus kamu kenapa ?” Tanya Bunda Fara seraya mengelus puncak kepala anak nya.

“Fara nggak lulus sbmptn bun, jadi Fara galau.” Celetuk Azka.

“Kan masih ada jalur lain nya, kamu masih bisa mencoba.” Celetuk Ayah.

Fara hanya mengigit bibir dalam nya, menahan sesuatu yang sangat ingin dia ucapkan.

“Udah lah dek, bilang aja sih sama ayah.” 

Fara melotot menatap kakak laki-laki nya tersebut, Azka hanya terkekeh pelan dan duduk di samping Fara.

“Kenapa sih ini ? Ada yang kalian sembunyikan ya ?” Tanya Ayah.

Fara dan Azka saling berhadapan, seperti saling memberi sinyal. Dengan malas Azka memutar mata nya malas dan mengeluarkan suara nya.

“Fara itu nggak mau jadi dokter yah. Lagian, dia juga pas SMA ambil jurusan Bahasa. Karena dia nggak suka pelajaran yang ada di IPA, tapi karena aku yang kuliah dikedokteran dan ayah juga seorang dokter. Fara jadi nggak mau mengecewakan ayah, karena ayah pasti bangga kalau Fara juga masuk kedokteran.” Jelas Azka.

“Kakak…” Ucap Fara pelan.

“Kakak masuk kedokteran bukan karena ayah kita adalah seorang dokter. Kakak memang sangat tertarik dengan dunia kedokteran, walaupun lelah. Tapi karena ini adalah pilihan kakak sendiri, jadi semua yang kakak jalani terasa menyenangkan. Begitu juga kamu, ini pilihan hidup kamu.” Jelas Azka.

Perlahan, ayah memegang pundak Fara dan tersenyum menatap anak gadis kesayangan nya tersebut.

“Ayah tidak akan memaksa kamu, jika itu berat untuk kamu. 
Jangan memaksakan sesuatu yang bukan keinginan kamu. Karena akan percuma, percuma kamu menjalani nya disaat kamu tidak pernah menyukai hal tersebut.” Jelas Ayah.

“Ayah nggak marah ?” Tanya Fara.

“Buat apa marah ? Ayah tidak ingin menjadi orang tua yang memaksakan anak nya untuk pencitraan. Kenapa ayah harus melampiaskan semua nya ke anak hanya karena ayah ingin dipandang sebagai ayah yang hebat dimata orang lain maupun dunia ?” 

Mata Fara mulai berkaca-kaca , rasa galau nya pun berubah menjadi perasaan haru karena orang tua nya memahami kondisi nya.

“Jangan galau lagi ya, nggak baik untuk kesehatan. Lagian sudah ada kakak kamu yang ayah jadikan tumbal untuk kesuksesan ayah.” 

“Ayah kok gitu sih sama Azka, pilih kasih nih…” Protes Azka.

Gelak tawa menghiasi keluarga ini, saling bercanda dan meluangkan waktu bercerita agar saling terbuka satu sama lain. 

[SELESAI]

Tags: FFWC2

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Asa dan Ara
616      474     1     
Short Story
Menunggu ataupun meninggalkan itu sama-sama menyakitkan. Tapi, lebih menyakitkan saat tak mampu memilih antara menunggu atau meninggalkan
Tenggelam
507      389     2     
Short Story
Percayakah kalian dengan seorang babu yang jatuh cinta pada majikannya? Cinta seorang babu itu tabu. Menggebu-gebu sampai akhirnya menjadi belenggu. Belenggu itu berwujud abu. Abu yang akan hilang bersama kelabu. Bagaimana perasaan cinta si babu? Entahlah, mungkin akan berdebu.
Mungkin
642      382     5     
Romance
Mungkin dia datang.. Atau mungkin dia hanya menghampiri, Hampir datang. -Karena terkadang kenyataan tak seindah mimpi-
Dia yang Bukan Aku
531      401     0     
Short Story
“Berhentilah menganggap aku tak bisa menafsirkan aksara yang kau rangkai untuk dia.”
Rindu
476      362     3     
Romance
Ketika rindu mengetuk hatimu, tapi yang dirindukan membuat bingung dirimu.
Asa Menggenggam Kata
746      447     2     
Short Story
Kalbuku tersayat, mengenang kesalahan yang tak dapat kuperbaiki. Hatiku bimbang, kemana kaki harus melangkah?
The Second Lady?
611      470     6     
Short Story
Tentang seorang gadis bernama Melani yang sangat bingung memilih mempertahankan persahabatannya dengan Jillian, ataukah mempertahankan hubungan terlarangnya dengan Lucas, tunangan Jillian?
Ruang Nostalgia
511      401     1     
Short Story
Jika kita tidak ditakdirkan bersama. Jangan sesali apa pun. Jika tiba-tiba aku menghilang. Jangan bersedih, jangan tangisi aku. Aku tidak pantas kamu tangisi. Tapi satu yang harus kamu tau. Kamu akan selalu di hatiku, menempati ruang khusus di dalam hati. Dan jika rindu itu datang. Temui aku di ruang nostalgia. -Ruang Nostalgia-
Di Sudut Jalan Yang Sama
518      368     0     
Short Story
Sekarang, aku masih melewati jalan yang sama.
From Ace Heart Soul
725      476     4     
Short Story
Ace sudah memperkirakan hal apa yang akan dikatakan oleh Gilang, sahabat masa kecilnya. Bahkan, ia sampai rela memesan ojek online untuk memenuhi panggilan cowok itu. Namun, ketika Ace semakin tinggi di puncak harapan, kalimat akhir dari Gilang sukses membuatnya terkejut bukan main.