Loading...
Logo TinLit
Read Story - HADIAH PALING BERHARGA
MENU
About Us  

 Sembilan bulan aku tinggal di dalam rahim mu, tanpa lelah dan pamrih kau bawa aku ketempat yang kau tuju, kini tepatnya di tanggal 04 januari, dengan keringangat yang bercucuran, dan untaian doa demi keselamatan ku,  kau susah payah, menaruhkan nyawa mu, demi aku. Agar aku lahir di dunia ini dengan secara normal, alangkah indahnya aku bisa melihat senyuman manis mu, perjuangan mu takan pernah terganti oleh apa pun dan siapa pun. Kau lah ibuku. Kini aku di beri nama dengan sebutan Tari, meski aku hidup dalam kesederhanaan, tapi aku senang tinggal dengan keluarga yang penuh dengan keharmanonisan. Tapi waktu demi waktu, hari demi hari, semua itu berubah bagaikan bencana alam yang menimpa keluarga kami. Kini aku tak mempunyai sosok yang selalu memberiku insprirasi dan penyemangat hidup bagi ku lagi. karna ibu ku sudah meninggal waktu ia  melahir ade aku, ia bernama fitri. Keharmonisan keluarga kami, berubah menjadi kebencian karna aku tidak bisa menerima semua kenyataan ini.

***
Waktu berlalu begitu sangat cepat, tak terasa kematian ibu sudah dua belas tahun lamanya. tapi entah mengapa aku tidak bisa melupakan atas kejadian yang menimpa hidup aku. kini aku benci dengan keadaan keluarga ini. suara azan berkumandang, sepoi-sepoi angin  merasuk kedalam tulang, kehangatan selimut membuat ku tak bisa terbagun dari tidur ini. Fitri pun mencoba membagunkan ku " kak bagun kak, ayo kak kita sholat subuh" , aku pun menghiraukan perkataanya. Tapi ia mencoba membangunkan ku sampai aku terbangun dan marah kepadanya " yaudah, sholat aja sana, kakak masih ngantuk" lalu aku tidur kembali, ia tak berhenti membangun kan aku, sampai aku membentaknya dengan nanda yang tinggi dan kasar " yaelah,, nih bocah gak punya telinga apa?, aku masih ngantuk", abang aku fikri mencoba memberhentikan pertengkaran ini dengan mengajak fitri untuk pergi bersamanya, " udah de, biar kan saja kaka mu tidur lagi, ayo kita berangkat aja".  mereka pun berangkat bersama ke mesjid sedangkan aku kembali tidur.
***
Suara burung berkicau, keluarga kami berkumpul untuk melakukan sarapan pagi.”ya elah pak makanya gini terus, emang bapak gak bosen apa? ” kata aku sambil membentak bapak, lalu bapak berkata sambil menasehatin aku "bersyukur lah nak sigini juga udah untung, liat di luar sana masih bayak yang belum bisa makan”. " yaelah pak pagi-pagi gini, gak usah ceramah napa? mending sini mana uang jajan nya?" kata aku sambil penuh kebencian, lalu abang ku berkata " udah de, mending kamu makan aja, dari pada kamu sakit?", dengan lembutnya suara bapak memujuk aku supaya aku mau makan, “udah nak, mending tari makan dulu nanti sakit gimana? Bapak jugakan yang repot”, lalu aku pun berkata dengan nada yang lebih keras dari pada bapak " yaudah pak, kalau bapak gak mau repot ngurusin aku, mending aku pergi aja dari rumah ini", lalu aku pergi sambil menangis, hati ku berkata. " coba aja, ada ibu, pasti aku di belain sama ibu", bang fikri pun mengejar aku, “sudah de ini uang jajannya, abang punya segini soalnya abang belum gajian”, aku pun berkata dengan memasang muka kesel sambil membersihkan tetesan air mata yang membasah di pipi ini.,“ yaudah bang makasih". setelah itu lalu aku pergi kesekolah.
***
Cahaya rembulan menyinari di sebuah kegelapan, suara burung hantu dan kelalawar mulai berbunyi keras, sampai terdengar dengan 2 telinga ini, dan ini adalah pukul jam 11.00 WIB. Akupun baru pulang kerumah lalu aku menunggu di depan pintu sambil mengetuk pintu dan memanggil orang yang ada di rumah. “Bapak...!! Bapak...!! Abang....!! Bang...!! De...!! De..!! buka pintunya!. Bapak...!! Bapak...!! Abang....!! Bang...!! De...!! De..!! buka pintunya!”. Lalu terdengar suara fitri “ iyaa bentar kak". " lama amat buka pintunya, cepet buka pintunya" kata aku sambil marah-marah. “ iyaa ka, wa’alaikum salam, dari mana aja ka jam segini baru pulang? Ujar Tiara sambil membuka pintunya, “ Udah lah diem aja aku cape!” kata aku sambil memasang muka sinis, bapak  pun terbangun dari tidurnya lalu ia bertanya “astagfirullah dari mana aja nak? jam segini baru pulang ?” aku pun menjawab dengan ketus”udah pak berisik mending bapak sama tiaran tidur aja sana, aku cape mau tidur”, lalu aku masuk kedalam kamar, lalu bapak bertanya kepada aku, “astagrifullah nak kenapa akhir-akhir ini sikap mu tak seperti dulu nak?". lalu aku menjawabnya “ udah pak aku cape, baru pulang, Bapak jangan ceramah malam-malem berisik pak! Berisik pak!! Aku mau tidur cape pak!”aku pun menutup pintu kamar,sedangkan bapak mengambil air wudhu setelah itu melakukan sholat malam.
***
Lalu berlalu begitu cepatnya, suara kicauwan burung di pagi hari membuat tenang hati ini, suara tetesan air membuat sejuknya hati ini, aku dan adek aku berangkat kesekolah bersama di perjalan aku melihat sekumpul ibu-ibu yang lagi membali sayuran dan membincarakan tentang perbedan sikap aku sama ade ku fitri,“ ehh bu liat tuh anaknya Pak Soleh yang satu cantik berhijab yang satu lagi aduhh... dah kaya langit dan bumi aja, beda jauh ya bu” ujar salah satu ibu yang sedang membeli sayuran. aku pun tak merespon apa yang di ucapkan oleh ibu-ibu tadi sedengkan ade aku cari muka dengan membalas kata-kata yang merendah " pemisi bu" sambil tersenyum. setelah itu di perjalan aku berpisah dengan ade aku. di jalan aku melihat teman- teman aku yang lagi nongrong di pinggir jalan, salah satu dari mereka menyapa aku. " hey tar, sini lu, eh hari pelajaran matematika ama bahasa inggris kita cabut yu, mager masuk nih gua", lalu aku menjawabnya dengan sangat berat hati "yaudah ayo aku ikut kalian saja.", lalu aku pun ikut bolos dengan teman- teman aku. di perjalan aku ketauan sama abang aku yang lagi mengendarai kendaraan umum, lalu temennya abang aku bertanya.“fik, fik liat bukanya itu ade lu ya ? kok dia malah main di pinggir jalan? Emang dia kagak sekola". lalu abang aku menjawab  “ hah yang mana bro? “ sambil mencari-cari aku, “itu tuh yang itu teh”ujar temen abang ku,”lah cewe itu mah tiap hari juga ada di situ mas” ujar salah satu penumpangnya. abang aku pun menghela napasnya, hatinya berkata“astagfirullah“ tiba-tiba kendaraan umum itu oleng dan penumpamg pun kaget “ aduh gimana sih mas” ujar penumpang dan abang aku pun menjawabnya dengan muka yang panik“maaf bu, mas, bang maaf ya“ sambil menghelangkan nafasnya.
***
Cahaya matahari yang berkilau berubah warna menjadi merah kegelapan, kemacetan jalan raya sudah memadat, lantunan sholawat berkumandang dengan indah, terdengar lah suara azan magrib berkumandang, dan bapak pun menjadi imannya, setelah selesai bapak pun  mengajarkan sedikit ilmu bagi anak-anak yang ada di sekitar kampung yang kami tinggali, bacaan ayat suci al-qur'an dan sholat di kumandangkan, dari mulai surat al-fatiihah samapai surah an-Nas, setelah ini adalah sesi tanya jawab, anak-anak pun berantusias untuk bertanya, salah satu murid bapak bertaya" pak ustad, saya mau bertanya? kenapa sih pak kak tari gak pake kerudung, sedangkan kak fitri memakai kerudung?" mendengar pertanyaan itu bapak langsung terdiam dan mencona menjawab pertanyaannya, " ya nanti bapak akan coba tanyakan kepada ka tari ya, ngajinya sampai disini dulu besok kita lanjutkan kembali." setelah selesai bapak pun berkumpul untuk membahas tentang bedanya sikap aku selama ini, " pak kenapa ya akhir-akhir ini sikap ka tari gak seperti dulu?" ujar fitri lalu bapak pun menjawab " mungkin kaka mu lagi sibuk dengan tugas sekolahya nak?”,“ tugas sekolah apa pak? Orang Tari akhir ini jarang masuk sekolah!” ujar bang fikri, bapak pun kaget atas pertanyaan bang firki "jarang masuk sekolah? Bukannya tiap hari Tari berangat ke sekolah nak?". setelah itu aku pulang kerumah lalu masuk kedalam kemar untuk segara menggati pakaian lalu bapak memanggil aku."dari mana saja nak? sini dulu bapak mau ngobrol sebentar nak" ujar bapak sambil memasang muka tersenyum, aku pun memasang muka kesel "iya pak, ada apa?", aku pun mendekatti bapak yang lagi santai duduk di kursi, “ tadi ada anak yang nanya sama bapak kenapa kamu gak pake kerudung” ujar bapak sambil mengelus rambut aku,  aku pun menjawabnya dengan nada kasar dan menjauh dari bapak "udah pak jangan denger apa kata tetangga orang Tari gak ngerepotin mereka” bapak malah memasang mukabtersenyum dan bang fikri pun bertanya “lah terus tadi pagi kamu kemana? Gak masuk sekolah?” aku membalas pertanyaan kaka dengan nada yang tingga “ udah bang jangan denger apa kata tetangga orang Tari tadi bareng sama fitri  tanya aja dia”.“ iya bang, Kak Tari kalau sekolah bareng Tiara kok” ujar Tiara sambil duduk di samping bapak, " udah jujur aja ngapin tadi kamu bolos terus ada di jalannan?” kata bang fikri sambil memarahi aku,  “Abang salah liat kali? Udah lah, disini gak ada yang belain Tari. Cuma ibu yang selalu belain Tari, mending Tari pergi saja dari rumah ini!! Orang udah tidak ada lagi yang peduli” kata aku,  sambil marah dan nangis, aku pergi dari rumah tapi bapak memanggil aku dengan nada yang tinggi " Tari", setelah itu bapak pun merasa sesak dan jatuh pingsan, lalu aku pun teriak dan memanggil nama bapak, semua orang yang di rumah khawatir dengan keadaan bapak, lalu bapak pun di bawa ke rumah sakit.
***
tak terasa 7 hari berlalu, detak jantung yang ku tunggu tak tujung datang, tetesan air mata membuat perih untuk menunggu, ke khawatiran pilu untuk di katakan, untaian doa untuk mu selalu ku panjatkan demi kesehatan mu, tak ada satu doa pun yang kau ijabahkan untuk ku, " bapak bangun pak, bangun pak, maaf anak mu yang hina ini pak", " udah kak jangan bersedih, mending kita shalat dan berdo'a, pasti bapak akan sembuh" ujar fitri sambil merangkul aku dengan lembut, lalu kami pun melaksankan sholat bersama setelah itu hati ku berkata“ Yaa Allah Sehatkan Bapak Kami Ya Allah, Ya Allah Sembuhkan Bapak Kami Ya Allah Aaamiiiin Ya Robball Allamin”. aku pun tertidur dan melihat sosok bidadari yang sangat cantik menghampiri aku dan berkata " tari,, tari,,nak bangun nak," aku pun terbangun dan heran " dimana aku, i...ii.. bu ibu" aku pun berlari mendekat untuk memeluknya“ selamat ulang tahun nak ibu gak bisa ngasih apa-apa nak ibu Cuma bisa ngasih ini. tetep jadi anak ibu dan ayah ya dan jadi yang di banggakan ya nak” ujar ibu sambil ngasih hadiahnya “ibu aku kangen, ibuu... ibuu..ibuuuu”. lalu aku pun terbangun ternyata itu semua hanya mimpi ucapan ulah tahun aku dari ibu, aku pun mencari hadiah yang ada di lemari gudang buat aku dari ibu, aku pun membuka dan membaca ucapan ulang tahun dari ibu “ selamat ulang tahun nak ibu gak bisa ngasih apa-apa nak ibu Cuma bisa ngasih ini tetep jadi anak ibu dan ayah ya dan jadi yang di banggakan ya nak” aku gak bisa menahan air mata ini yang terus bercucuran, dan ternyata hadiahnya adalah sebuah kerudung yang sangat cantik aku pun memeluk kerudung itu dengan erat." dek-dek sini de", "iya kakak kenapa?", "ajarin kakak cara memakai kerudung dong" kata aku sambil tersenyum," ihh kaka cantik", " ah ade bisa saja, hehe, maafin kakanya de" sambil tersenyum dan memeluk adekku, " besok kita berziarah ke makan ibu yu kakak udah kangen", " iya kak, ade juga minta maaf, ayo kakak ade juga udah kagen sama ibu" ujar fitri sambil memeluk ku dan meneteskan air matanya. kesokan harinyanya aku dan ade ku berziarah ke makam ibu, hati ku berkata " terima kasih bu atas hadiahnya, semoga ibu tenang disana" tak lama kemudian dari itu, bang fikri sama bapak pun hadir ke tempat pemakaman ibu, sambil mengunakan kursi roda, " bapak... maaf aku pak bila aku punya salah sama bapak", "bapak juga minta maaf tidak bisa mendidik kamu dengan baik, dan selamat ulang tahun ya nak", ujar bapak sambil memeluk ku dan tersenyum. Keesokan azan subuh berkumandang kamipun melakukan sholat subuh secara bersama-sama..

"The family will always be near you when you succeed or fall, they always love you for what they are"

How do you feel about this chapter?

0 0 1 1 2 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Nobody is perfect
15360      3123     7     
Romance
Pada suatu hari Seekor kelinci berlari pergi ingin mencari Pangerannya. Ia tersesat, sampai akhirnya ditolong Si Rubah. Si Rubah menerima si kelinci tinggal di rumahnya dan penghuni lainnya. Si Monyet yang begitu ramah dan perhatiaan dengan si Kelinci. Lalu Si Singa yang perfeksionis, mengatur semua penghuni rumah termasuk penghuni baru, Si Kelinci. Si Rubah yang tidak bisa di tebak jalan pikira...
Lukisan Kabut
666      501     4     
Short Story
Banyak cara orang mengungkapkan rasa sayangnya kepada orang lain. Hasilnya tergantung bagaimana cara orang lain menerima perilaku ungkapan sayang itu terhadap dirinya.
Ending
5745      1627     9     
Romance
Adrian dan Jeana adalah sepasang kekasih yang sering kali membuat banyak orang merasa iri karena kebersamaan dan kemanisan kedua pasangan itu. Namun tak selamanya hubungan mereka akan baik-baik saja karena pastinya akan ada masalah yang menghampiri. Setiap masalah yang datang dan mencoba membuat hubungan mereka tak lagi erat Jeana selalu berusaha menanamkan rasa percayanya untuk Adrian tanpa a...
Miss Shinonome Just Wanted to be NORMAL!
297      46     1     
Romance
"Aku hanya ingin menjadi gadis normal?" Bagi mereka yang tak mengenalnya, Kobayashi Tatsuya, tampak seperti siswa SMA dengan keseharian yang biasa-biasa saja. Namun, di permukaan yang tak banyak diketahui khalayak, nyatanya dia adalah seorang "Profesional". Memata-matai, membongkar konspirasi, perdagangan barang ilegal, sebut saja. Tatsuya ialah ahli dalam pekerjaan bawah tanah yang andal. ...
Hatimu jinak-jinak merpati
695      499     0     
Short Story
Cerita ini mengisahkan tentang catatan seorang gadis yang terlalu berharap pada seorang pemuda yang selalu memberi kejutan padanya. Saat si gadis berharap lebih ternyata ...
Kutu Beku
491      352     1     
Short Story
Cerpen ini mengisahkan tentang seorang lelaki yang berusaha dengan segala daya upayanya untuk bertemu dengan pujaan hatinya, melepas rindu sekaligus resah, dan dilputi dengan humor yang tak biasa ... Selamat membaca !
Replika
1885      922     17     
Romance
Ada orang pernah berkata bahwa di dunia ini ada 7 manusia yang mirip satu sama lain? Ada juga yang pernah berkata tentang adanya reinkarnasi? Aku hanya berharap salah satu hal itu terjadi padamu
Sweet Equivalent [18+]
6667      2124     0     
Romance
When a 19 years old girl adopts a 10 years old boy Its was hard in beginning but no matter how Veronica insist that boy must be in her side cause she thought he deserve a chance for a better live Time flies and the boy turn into a man Fact about his truly indentitiy bring another confilct New path of their life change before they realize it Reading Guide This novel does not follow the rule o...
Senja (Ceritamu, Milikmu)
7621      2227     1     
Romance
Semuanya telah sirna, begitu mudah untuk terlupakan. Namun, rasa itu tak pernah hilang hingga saat ini. Walaupun dayana berusaha untuk membuka hatinya, semuanya tak sama saat dia bersama dito. Hingga suatu hari dayana dipertemukan kembali dengan dito. Dayana sangat merindukan dito hingga air matanya menetes tak berhenti. Dayana selalu berpikir Semua ini adalah pelajaran, segalanya tak ada yang ta...
Evolution Zhurria
415      287     4     
Romance
A story about the evolution of Zhurria, where lives begin, yet never end.