Loading...
Logo TinLit
Read Story - Delapan Belas Derajat
MENU
About Us  

Gelapnya malam membuat bimbang. Apakah aku harus mencari matahari hanya untuk menemuimu?

……

Hari sudah semakin gelap. Azmariah mulai tidak bisa melihat seperti biasa lagi. Dia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah dan menetap di sekolah.

Dia tidak sadar kalau sedari tadi Mansa ada di belakangnya. Menunggu dan khawatir.

“Malam, gelap, sunyi …,” gumam Azmariah. “Izinkan aku menetap seperti ini hinga semua baik-baik saja.”

“Mar …,” panggil Mansa lirih.

“Mansa belum pulang?” tanya Azmariah tanpa menoleh ke Mansa.

“Lo rabun ayam, ya?”

“Enggak, kok!”

Mansa menghela napasnya lalu menepuk bahu kiri Azmariah. “Ikut gue aja,” ucapnya.

Azmariah berdiri dari duduknya. Dia sangat hati-hati dengan langkah kakinya. Sebenarnya, Mansa memperhatikannya dalam diam dengan menahan tawa. Azmariah yang kebingungan saat berjalan seperti itu adalah kelucuan sendiri untuknya.

“Sa … lo dimana?”

Tangan Mansa meraih tangan Azmariah yang meraba-raba angin di sekitarnya. Azmariah terkejut hampir berteriak.

“Ke rumah gue aja. Lo gak mau ketemu sama mereka, kan?”

Azmariah mengangguk.

“Pegangan, jangan dilepas,” titah Mansa.

Azmariah mengangguk.

Mansa menghela napasnya pelan lalu menarik tangan Azmariah dengan lembut. Dingin yang dirasakan tangan Azmariah bebubah menjadi hangat. Dia merasa, Mansa sedikit berbeda dengan sebelumnya.

Tanpa dia sadari, senyum dibibirnya terukir dengan indah. Namun, ia baru sadar satu hal yang mengganjal saat sampai di parkiran.

“Sa, di rumah lo … ada siapa?” tanya Azmariah.

Mansa menoleh kearahnya, walaupun Azmariah tidak melihat. “Mamah gak pulang sampai minggu depan, Papah ada tugas di luar kota, Fansa ada kegiatan nasional di Jakarta empat hari. Intinya gue tinggal sendiri,” jawab Mansa santai.

“K-kayaknya… gue gak usah ikut lo, deh,” ucap Azmariah tersenyum kikuk lalu mundur beberapa langkah dengan miring.

“Lo mikir apa?” tanya Mansa datar.

Azmariah menggeleng dengan kuat. “K-kan gini, kalau ada perempuan sama laki-laki satu atap, itu gak baik! Pokoknya, gak baik!” seru Azmariah.

Mansa memicingkan matanya lalu menahan tawanya. “Jawab jujur, Mar. Lo rabun ayam, kan?”

“Enggak!”

“Tapi, lo ngomong sama pohon manga, bukan sama gue,” jawab Mansa.

“Masa …,” gumam Azmariah lalu meraba pohon manga yang tepat di depannya. “Sa … lo dimana …?” lirihnya pasrah.

“Ngaku dulu, lo rabun ayam, kan?”

Azmariah mendengus kesal. “Iya!” serunya.

Mansa terkekeh pelan. Dia memegang tangan kiri Azmariah dan menariknya untuk mendekat.

“Gue nyalain motor dulu, lo pegang tas gue dulu,” ujar Mansa tersenyum.

Seusai Mansa menyalakan mesin motornya, Azmariah naik dengan perlahan. Mansa masih berusaha menahan tawanya dengan melihat Azmariah yang buta khusus malam hari seperti ayam pada umumnya.

“Gak apa-apa, Sa?” tanya Azmariah.

“Gak apa-apa. Pegangan.”

Mansa menancapkan gas dan langsung kembali ke rumahnya bersama Azmariah.

……

“Masuk, Mar. anggap rumah sendiri,” ucap Mansa.

Mata Azmariah tidak bisa berkedip melihat rumah Mansa yang besarnya bukan main. Bahkan matanya hampir keluar.

“Gak usah lebay gitu juga,” gumam Mansa lalu menghela napasnya, “cepet, mau masuk gak? Apa lo di luar aja?” tanyanya.

“Iya, iya!”

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (4)
  • kairadish

    @yurriansan makasih banyak kak sudah mampir^^
    Aku suka nama mansa garem wkwkwkwkw
    Oke kak,^^

    Comment on chapter 03. Pulang Bareng
  • yurriansan

    nama tokohmu unik2, Mansa Garem, wkkwkwk. masih nunggu lanjutannya.
    kamu juga boleh kasih kritik da saran ke tulisanku kalau mau

    Comment on chapter 03. Pulang Bareng
  • kairadish

    @rara_el_hasan makasih banyak kak, sudah mampir^^

    Comment on chapter Prologue
  • rara_el_hasan

    diksinya asyik .... baru baca dua part langsung nagih

    Comment on chapter Prologue
Similar Tags
I\'m Too Shy To Say
555      395     0     
Short Story
Joshua mencintai Natasha, namun ia selalu malu untuk mengungkapkannya. Tapi bagaimana bila suatu hari sebuah masalah menimpa Joshua dan Natasha? Akan masalah tersebut dapat membantu Joshua menyatakan perasaannya pada Natasha.
Sacrifice
7335      2067     3     
Romance
Natasya, "Kamu kehilangannya karena itu memang sudah waktunya kamu mendapatkan yang lebih darinya." Alesa, "Lalu, apakah kau akan mendapatkan yang lebih dariku saat kau kehilanganku?"
Bandung
27744      4091     7     
Fan Fiction
Aku benci perubahan, perubahan yang mereka lakukan. Perubahan yang membuat seolah-olah kami tak pernah saling mengenal sebelumnya - Kemala Rizkya Utami
April; Rasa yang Tumbuh Tanpa Berharap Berbalas
1744      832     0     
Romance
Artha baru saja pulih dari luka masa lalunya karena hati yang pecah berserakan tak beraturan setelah ia berpisah dengan orang yang paling ia sayangi. Perlu waktu satu tahun untuk pulih dan kembali baik-baik saja. Ia harus memungut serpihan hatinya yang pecah dan menjadikannya kembali utuh dan bersiap kembali untuk jatuh hati. Dalam masa pemulihan hatinya, ia bertemu dengan seorang perempuan ya...
BORU SIBOLANGIT
666      411     8     
Short Story
Dua pilihan bagi orang yang berani masuk kawasan Hutan Sibolangit, kembali atau tidak akan keluar darinya. Selain citra kengerian itu, Sibolangit dikaruniakan puncak keindahan alami yang sangat menggoda dalam wujud Boru Sibolangit -Imora dan Nale, tidak sembarang orang beruntung menyaksikannya.
Bulan di Musim Kemarau
557      429     0     
Short Story
Luna, gadis yang dua minggu lalu aku temui, tiba-tiba tidak terlihat lagi. Gadis yang sudah dua minggu menjadi teman berbagi cerita di malam hari itu lenyap.
Cinta Semi
3089      1460     2     
Romance
Ketika sahabat baik Deon menyarankannya berpacaran, Deon menolak mentah-mentah. Ada hal yang lebih penting daripada pacaran. Karena itulah dia belajar terus-menerus tanpa kenal lelah mengejar impiannya untuk menjadi seorang dokter. Sebuah ambisi yang tidak banyak orang tahu. Namun takdir berkata lain. Seorang gadis yang selalu tidur di perpustakaan menarik perhatiannya. Gadis misterius serta peny...
Baskara untuk Anasera
3      2     1     
Romance
Dalam setiap hubungan, restu adalah hal yang paling penting, memang banyak orang yang memilih melawan sebuah restu, namun apa gunanya kebahagiaan tanpa restu, terlebih restu dari keluarga, tanpa restu hubungan akan berjalan penuh dengan gelombang, karena hakikatnya dalam setiap hubungan adalah sebuah penjemputan dari setiap masalah, dan restu akan bisa meringankan ujian demi ujian yang menerpa da...
Antara Tol dan Nasi Bebek
117      114     0     
Romance
Sebuah kisah romantis yang ringan, lucu, namun tetap menyisakan luka dalam diam.
Stars Apart
677      483     2     
Romance
James Helen, 23, struggling with student loans Dakota Grace, 22, struggling with living...forever As fates intertwine,drama ensues, heartbreak and chaos are bound to follow