Loading...
Logo TinLit
Read Story - Ginger And Cinnamon
MENU
About Us  

Setelah libur atau setelah pulang kampung dan setelah hari kantor, tepatnya saat di kantor, aku merasa seakan telah hilang selama bertahun-tahun. Aku merasa sangat asing bagai kaum minoritas, untuk memulai pembicaraan rasanya agak malas dan canggung.

Sangat beda rasanya saat masih kuliah dulu. Teman-teman begitu semangat menyambut, menunggu makanan atau kue, membuka beberapa kaleng biskuit mewah yang berisi ikan asin, kadang berisi tempe goreng atau kue mentega. Meskipun di kost yang sekarang juga kadang begitu namun rasanya tetap beda dari kost yang berisi teman seperjuangan di masa kuliah. *Hidup mahasiswa!*

Sebenarnya aku adalah wanita yang suka keramaian (Hidupku selalu ramai), suka teriak dan senang berbicara dengan siapa saja. Tentu saja banyak yang bilang aku cerewet, paling bisa menghidupkan suasana (Katanya sunyi tanpaku). Memang aku selalu merasa senang dan bahagia serta bersyukur punya orang-orang baik yang selalu ada di sekitarku. Meskipun aku selalu berada di keramaian namun bukan berarti aku tak pernah merasa kesepian.

Entah mengapa, sedari dulu aku terkadang merasa kesepian, terkadang kesepian itu datang dengan tiba-tiba padahal aku berada di suatu tempat yang ramai bahkan di tempat yang berisik sekalipun. Apakah cuma aku yang pernah merasakannya? Ternyata tidak, karena hampir semua orang pernah mengalaminya dan ternyata itu juga ada namanya loh! Yah, rasa itu namanya Kenopsia (Sengaja dicetak tebal).

Awalnya aku mengira Kenopsia ini adalah suatu gangguan keturunan bahkan aku mengira jika Kenopsia itu suatu kutukan turun temurun sebab waktu kuliah dulu Ibu pernah berkata (Melalui telepon) padaku, "Ibu merasa kesepian loh tidak ada kakak di rumah." Padahal di rumah sangat ramai karena ada Ayah dan kedua anaknya yang ributnya bagaikan suporter bola.

Bukan cuma Ibu, adikku Si Raima waktu masih SMP juga pernah berkata padaku, "Kak, aku malas ke sekolah, di kelas aku merasa sendiri padahal di kelas sahabat-sahabatku ramai." Dulu ku anggap Raima mulai merasakan cinta makanya aku tidak begitu peduli. Namun seiring berjalannya waktu aku menganggap bahwa itu adalah suatu masalah gangguan turun temurun bahkan suatu kutukan. Setelah ku telusuri, ternyata itu hanyalah sebuah Kenopsia.

Jika rasa Kenopsia itu datang terkadang aku menjadi tidak mood untuk berbicara (Rasanya mau dilamar saja) dan terkadang juga tiba-tiba aku mengingat dan berada di masa lalu, mengingat dosa, takut mati, takut jomblo selamanya, rasanya galau lah. Meskipun aku berada di tengah keramaian rasanya seperti dikucilkan.

Pernah di waktu masih fresh graduate alias Pengangguran, aku kerjaannya cuma nongkrong, kumpul bareng teman fresh graduate sambil cari kerja via Online. Bahkan disaat masa happy seperti itu pun aku pernah tiba-tiba merasa kesepian dan galau tanpa sebab alias Kenopsia. Apalagi sekarang, ditambah dengan pertanyaan-pertanyaan kecil yang sering muncul di kepalaku.

Suatu ketika aku berada di kantor.

"Alma, yuk gabung sini!" Teriak Rinda dari ruang meeting yang biasa kami tempati untuk berkumpul disaat jam kosong.

"Iyaa Rin, aku lagi mager, aku disini aja yah mau istirahat dulu." Teriakku dari seberang ruangan.

Bukannya tidak mau ikut gabung tapi aku merasa belum bisa menyesuaikan diri, aku merasa sendiri diantara mereka, aku merasa asing di tengah keseruan mereka. Tapi hal semacam ini tidak bertahan lama kok bagiku, paling kalau sudah kembali normal, yang paling ribut dan ramai disini pasti adalah aku.

Oh iya, aku kerja di kantor yang bergerak di bidang konstruksi, aku di bagian Staff Puschasing atau bagian pengadaan barang atau kebutuhan kantor dan inventaris kantor.

Mari kita kembali ke tentang Kenopsia...

Terkadang jika aku merasa Kenopsia, aku kadang merasa nyaman dengan situasi itu. Rasanya aku menghabiskan waktu yang sangat berkualitas dengan diriku yang juga senang berdiskusi dengan diri sendiri alias Jouska. Jadi, disaat aku merasa Kenopsia, diwaktu yang sama disitu juga aku merasa Jouska.

Oh iyaaa... Kemarin malam aku dan Sophia sedang melakukan Video Call. Aku menceritakan hal ini kepadanya, entah dia mengerti atau tidak tapi kelihatannya dia begitu tertarik dengan hal yang berbau psikologis. Ia tak henti menanyakan banyak hal, ia juga pernah merasakan beberapa hal termasuk Erotomania. Ia begitu tertawa ketika mengetahui dirinya terkena gangguan Erotomania dan akhirnya adik kecilku itu curhat tentang seorang pria.

Bagiku Sophia adalah adik kecilku yang polos meskipun usianya sudah 16 tahun tapi tetap di mataku dia adalah anak balita yang masih harus ku jaga dan ku rawat seperti anak sendiri (Kayak slogan iklan Malika si kecap Bango). Tak lama kemudian ia menceritakan sesuatu padaku tentang kekuatan supernya dan ternyata setelah kami selidiki bersama itu juga adalah suatu gangguan psikologi yang disebut Opia (Sebuah istilah baru).

Aduh... Apa lagi sih itu Opia? Nah, jadi, Opia itu adalah kondisi ketika kamu menatap mata seseorang dan kamu mengetahui apa yang ia rasakan, apakah itu kegetiran, sedih, takut ataupun marah. Hebat yah adikku Sophia, hanya dengan menatap mata seseorang dia bisa tau dan ikut merasa apa yang mereka rasa. Pantas saja ketika kami bertiga cerita tentang Ayah yang selingkuh dia tiba-tiba menangis disaat menatap aku dan Raima, dia memelukku erat seakan merasakan kesedihan dan amarah yang ku sembunyikan saat itu.

Untuk cerita tentang Sophia yang punya kekuatan super juga akan ku bahas tapi jangan sekarang, ada hal yang lebih penting yang harus ku selesaikan dulu sebelum lebih dalam membuat kisah tentang Sophia kecilku.

Entah Raima punya kekuatan apa? Apakah kami adalah keluarga super? Entahlah, yang terpenting sekarang aku harus move on dari pikiranku. Aku harus tetap positif, tetap ceria dan tetap semangat!

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (1)
  • SusanSwansh

    Namanya sama Kak kayak temenku. Maratus sholihah. Hehe.

    Comment on chapter 1 | Al-maratus Sholihah - Dibalik Sebuah Alasan!
Similar Tags
A - Z
3299      1207     2     
Fan Fiction
Asila seorang gadis bermata coklat berjalan menyusuri lorong sekolah dengan membawa tas ransel hijau tosca dan buku di tangan nya. Tiba tiba di belokkan lorong ada yang menabraknya. "Awws. Jalan tuh pake mata dong!" ucap Asila dengan nada kesalnya masih mengambil buku buku yang dibawa nya tergeletak di lantai "Dimana mana jalan tuh jalan pakai kaki" jawab si penabrak da...
Melody of The Dream
845      591     0     
Romance
Mungkin jika aku tidak bertemu denganmu, aku masih tidur nyenyak dan menjalani hidupku dalam mimpi setiap hari. -Rena Aneira Cerita tentang perjuangan mempertahankan sebuah perkumpulan yang tidak mudah. Menghadapi kegelisahan diri sendiri sambil menghadapi banyak kepala. Tentu tidak mudah bagi seorang Rena. Kisah memperjuangkan mimpi yang tidak bisa ia lakukan seorang diri, memperkarakan keper...
Haruskah Ada Segitiga?
660      468     0     
Short Story
\"Harusnya gue nggak boleh suka sama lo, karena sahabat gue suka sama lo. Bagaimana bisa gue menyukai cewek yang disukai sahabat gue? Gue memang bodoh.” ~Setya~
Sepotong Hati Untuk Eldara
1798      887     7     
Romance
Masalah keluarga membuat Dara seperti memiliki kepribadian yang berbeda antara di rumah dan di sekolah, belum lagi aib besar dan rasa traumanya yang membuatnya takut dengan kata 'jatuh cinta' karena dari kata awalnya saja 'jatuh' menurutnya tidak ada yang indah dari dua kata 'jatuh cinta itu' Eldara Klarisa, mungkin semua orang percaya kalo Eldara Klarisa adalah anak yang paling bahagia dan ...
Aku Mau
13334      2959     3     
Romance
Aku mau, Aku mau kamu jangan sedih, berhenti menangis, dan coba untuk tersenyum. Aku mau untuk memainkan gitar dan bernyanyi setiap hari untuk menghibur hatimu. Aku mau menemanimu selamanya jika itu dapat membuatmu kembali tersenyum. Aku mau berteriak hingga menggema di seluruh sudut rumah agar kamu tidak takut dengan sunyi lagi. Aku mau melakukannya, baik kamu minta ataupun tidak.
Ponsel Pintar
1090      768     5     
Short Story
Gue iri dengan teman-teman kampus yang sudah punya ponsel pintar. Sedangkan gue masih bertahan dengan ponsel jadul yang masih sering direvisi. Maka dari itu, gue bertekad untuk membeli ponsel pintar.
MANTRA KACA SENIN PAGI
4063      1555     1     
Romance
Waktu adalah waktu Lebih berharga dari permata Tak terlihat oleh mata Akan pergi dan tak pernah kembali Waktu adalah waktu Penyembuh luka bagi yang sakit Pengingat usia untuk berbuat baik Juga untuk mengisi kekosongan hati Waktu adalah waktu
Senja (Ceritamu, Milikmu)
7384      2085     1     
Romance
Semuanya telah sirna, begitu mudah untuk terlupakan. Namun, rasa itu tak pernah hilang hingga saat ini. Walaupun dayana berusaha untuk membuka hatinya, semuanya tak sama saat dia bersama dito. Hingga suatu hari dayana dipertemukan kembali dengan dito. Dayana sangat merindukan dito hingga air matanya menetes tak berhenti. Dayana selalu berpikir Semua ini adalah pelajaran, segalanya tak ada yang ta...
Penantian
5556      2739     16     
Romance
Asa. Jika hanya sekali saja, maka...
Mahar Seribu Nadhom
5594      2102     7     
Fantasy
Sinopsis: Jea Ayuningtyas berusaha menemukan ayahnya yang dikabarkan hilang di hutan banawasa. Ketikdak percayaannya akan berita tersebut, membuat gadis itu memilih meninggalkan pesantren. Dia melakukan perjalanan antar dimensi demi menemukan jejak sang ayah. Namun, rasa tidak keyakin Jea justru membawanya membuka kisah kelam. Tentang masalalunya, dan tentang rahasia orang-orang yang selama in...