Loading...
Logo TinLit
Read Story - Janji-Janji Masa Depan
MENU
About Us  

"Datanglah kemari kalau akhir pekan, aku senang sekali jika Abang berkunjung." Sena melambaikan tangannya padaku.

Kami semakin akrab saja.

Tapi, perasaanku masih tetap pada pendiriannya. Aku kan sudah berjanji pada diriku sendiri untuk selalu menunggu.

Hingga ia selesai dengan studinya kini. Siapa saja yang tahu, pasti tahu siapa sosok yang aku maksud.

Aku balas melambai pada gadis yang senang sekali mengenakan topi baret dengan warna-warna cerah.

Jika Zahwa dengan syalnya, maka Sena dengan topi baretnya.

Mereka memiliki banyak kemiripan, cara mereka menyukai anak-anak, cara mereka berjalan dan berinteraksi dengan orang, cara mereka berbicara, tapi Zahwa tetap si sendu yang tidak kutemukan di tempat lain.

Auranya yang cerdas, ceria, dan misterius tetap tak bisa hilang meski kini ia sedang tidak bersamaku.

Entah bagaimana mulanya, tapi kini aku sudah punya jadwal harian yang tetap.

Aku sudah punya pekerjaan baru, menjadi kurir pengantar barang. Aku iseng-iseng berhadiah menghubungi Mr. Arief Budiman dari kartu nama yang Pak Bah berikan.

Mr. Arief menerimaku dengan senang hati. Aku bekerja sebagai pengantar barang dari Senin hingga Kamis untuk wilayah kota kecamatan Nara.

Jumat dan Sabtu aku menjaga toko milik Ibu Elis, lalu setiap minggu aku pergi ke rumah Pak Bah.

Kebetulan sekali, Sena selalu berada di sana pada hari yang sama.

Sebenarnya aku selalu mengunjungi rumah Pak Bah lebih dari sekali dalam seminggu, karena pekerjaanku yang berada di atas kendaraan dan mampir ke desa-desa.

Jika setiap kali alamat rumah penerima barang sejalur dengan arah rumah Pak Bah, aku akan mampir.

Keterampilanku dalam membetulkan barang menjadi meningkat, setidaknya sudah ada dua CPU yang berhasil aku obati. Tentu saja dengan arahan dari Pak Bah si dokter mesin.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (3)
  • mesainin

    I wish I can meet Nadif & Pak Bah in real life :'

    Comment on chapter Epilog
  • cimol

    ayoo !!!

    Comment on chapter Prolog
  • wfaaa_

    next chapter!

    Comment on chapter Prolog
Similar Tags
Renjana
626      475     2     
Romance
Paramitha Nareswari yakin hubungan yang telah ia bangun selama bertahun-tahun dengan penuh kepercayaan akan berakhir indah. Selayaknya yang telah ia korbankan, ia berharap agar semesta membalasnya serupa pula. Namun bagaimana jika takdir tidak berkata demikian? "Jika bukan masaku bersamamu, aku harap masanya adalah milikmu."
MALAM TANPA PAGI
590      444     0     
Short Story
Pernahkah kalian membayangkan bertemu malam tanpa pagi yang menyapa? Apakah itu hal yang buruk atau mungkin hal yang baik? Seperti halnya anak kucing dan manusia yang menjalani hidup dengan langkah yang berat. Mereka tak tahu bagaimana kehidupannya esok. Namun, mereka akan menemukan tempat yang pantas bagi mereka. Itu pasti!
The Hospital Lokapala (Sudah Terbit / Open PO)
13837      5030     13     
Horror
"Kamu mengkhianatiku!" Alana gadis berusia 23 tahun harus merasakan patah hati yang begitu dalam.Tepat pada tahun ke 3 jadian bersama sang tunangan, pria itu malah melakukan hal tak senonoh di apartemennya sendiri bersama wanita lain. Emosi Alana membeludak, sehingga ia mengalami tabrak lari. Di sebuah rumah sakit tua yang bernama Lokapala, Alana malah mendapatkan petaka yang luar biasa. Ia har...
Premium
Titik Kembali
7446      2767     16     
Romance
Demi membantu sebuah keluarga menutupi aib mereka, Bella Sita Hanivia merelakan dirinya menjadi pengantin dari seseorang lelaki yang tidak begitu dikenalnya. Sementara itu, Rama Permana mencoba menerima takdirnya menikahi gadis asing itu. Mereka berjanji akan saling berpisah sampai kekasih dari Rama ditemukan. Akankah mereka berpisah tanpa ada rasa? Apakah sebenarnya alasan Bella rela menghabi...
Today, After Sunshine
2014      906     2     
Romance
Perjalanan ini terlalu sakit untuk dibagi Tidak aku, tidak kamu, tidak siapa pun, tidak akan bisa memahami Baiknya kusimpan saja sendiri Kamu cukup tahu, bahwa aku adalah sosok yang tangguh!
Potongan kertas
1197      678     3     
Fan Fiction
"Apa sih perasaan ha?!" "Banyak lah. Perasaan terhadap diri sendiri, terhadap orang tua, terhadap orang, termasuk terhadap lo Nayya." Sejak saat itu, Dhala tidak pernah dan tidak ingin membuka hati untuk siapapun. Katanya sih, susah muve on, hha, memang, gegayaan sekali dia seperti anak muda. Memang anak muda, lebih tepatnya remaja yang terus dikejar untuk dewasa, tanpa adanya perhatian or...
Love is Possible
206      188     0     
Romance
Pancaroka Divyan Atmajaya, cowok angkuh, tak taat aturan, suka membangkang. Hobinya membuat Alisya kesal. Cukup untuk menggambarkan sosok yang satu ini. Rayleight Daryan Atmajaya, sosok tampan yang merupakan anak tengah yang paling penurut, pintar, dan sosok kakak yang baik untuk adik kembarnya. Ryansa Alisya Atmajaya, tuan putri satu ini hidupnya sangat sempurna melebihi hidup dua kakaknya. Su...
RANIA
2800      1140     1     
Romance
"Aku hanya membiarkan hati ini jatuh, tapi kenapa semua terasa salah?" Rania Laila jatuh cinta kepada William Herodes. Sebanarnya hal yang lumrah seorang wanita menjatuhkan hati kepada seorang pria. Namun perihal perasaan itu menjadi rumit karena kenyataan Liam adalah kekasih kakaknya, Kana. Saat Rania mati-matian membunuh perasaan cinta telarangnya, tiba-tiba Liam seakan membukak...
Rencana 35 Hari
42      15     0     
Romance
Rahayu atau biasa dipanggil Ayu terdesak diminta orang tuanya untuk mencari calon suami, karena adiknya Jelita atau Ita tahun depan berencana menikah. Sudah kesekian kali Ayu dijodohkan oleh orang tua, keluarga, bahkan teman-temannya, tetapi tidak juga berhasil. Melihat Ayu yang masih cuek dan santai, orang tuanya memberi waktu 35 hari untuk menemukan jodohnya sendiri. Jika Ayu belum juga bisa...
Finding My Way
3702      2581     3     
Inspirational
Medina benci Mama! Padahal Mama tunawicara, tapi sikapnya yang otoriter seolah mampu menghancurkan dunia. Mama juga membuat Papa pergi, menjadikan rumah tidak lagi pantas disebut tempat berpulang melainkan neraka. Belum lagi aturan-aturan konyol yang Mama terapkan, entah apa ada yang lebih buruk darinya. Benarkah demikian?