Loading...
Logo TinLit
Read Story - Mendung (Eccedentesiast)
MENU
About Us  

"Siapa?" Suara pintu yang dibuka dari dalam menginterupsi omelan Kinara. Dari dalam sana keluar seorang wanita dengan rambut sebahu yang sedang membawa nampan berisi minuman.

"Siang Bunda," sapa Vero ramah sembari mencium punggung tangan wanita tersebut.

"Siang juga Vero, Rey dan Galang sudah menunggu di atas."

Wanita itu tersenyum, lalu matanya menangkap anak perempuan yang wajahnya sedikit tersembunyi di balik tubuh Vero. "Dengan siapa?"

"Hai ta.. tan-te."

Tarrrrr! Nampan yang ada di tangannya seketika terlepas lalu membentur lantai. Wajah wanita itu terlihat syok dan terkejut.

"Bunda nggak apa-apa?" Pekik Dimas yang muncul dari dalam.

Wanita berkepala empat itu memungut kembali kesadarannya. "Dimas kok gak bilang mau bawa Kinara ke rumah?"

"Lho Tante tahu nama saya?" Tanya Kinara bingung, pasalnya ini kali pertama ia bertemu dengan wanita tersebut.

"Eh itu Dimas cerita ke Tante, katanya Vero punya temen cewek namanya Kinara, tante pikir itu kamu benar kan?"

Kinara tersenyum lembut. "Iya Tante, kenalin nama saya Kinara." Meraih punggung tangan wanita itu lalu mengecupnya lembut.

"Nama kamu cantik sekali. Hana, Bundanya Dimas."

"Buset Lo cerita apa aja ke Bunda tapir?" celetuk Vero.

Dimas baru ingin menjawab ketika Hana menginterupsi perkataannya. "Ayo masuk nggak enak kelamaan di luar."

"Maaf Tante, boleh saya bantu beresin pecahan gelasnya?"

"Ah tidak usah biar Tante aja, Kamu masuk gih." Hana mengelus lembut puncak kepala Kinara membuat gadis belia itu tersenyum, lalu beringsut masuk mengejar Vero yang sudah mendahuluinya.

Di tempatnya Dimas masih belum beranjak. 'sejak kapan gue cerita ke Bunda tentang Kinara?' batinnya penuh tanya.

****

Kinara duduk di salah satu sofa yang ada di ruang keluarga, Vero menyuruhnya menunggu di sana sedang cowok itu naik ke kamar Dimas bersama temannya yang lain. Entah apa yang mereka kerjakan di atas? Yang jelas Kinar tidak mungkin ikut ke sana. Aroma Apel memenuhi penciuman Kinara sejak masuk ke dalam rumah berlantai tiga itu. Rumah Dimas begitu nyaman dan tertata rapi. Kinara mengedarkan pandangan memperhatikan beberapa pigura yang terpajang di dinding.

"Hai sendiri aja, tante bikinin Kamu jus jeruk suka nggak?" tanya Hana saat tiba di ruang keluarga dengan nampan berisi dua gelas minuman dan camilan.

Kinara berujar sopan, "makasih Tante, Kinar suka kok."

"Kamu pacarnya Vero ya?" Tanya Hana tiba-tiba membuat Kinara tersedak.

"Maaf-maaf, Tante ngagetin ya?"

"Nggak apa-apa Tan, Kita gak pacaran kok cuma temen."

'Temen dari mana? Musuh iya.'

"Kirain pacaran, Vero jarang ngajak temen cewek soalnya. Vero itu teman masa kecilnya Dimas, dia anak yang baik."

"Ah iya Tante, syukurlah. Maaf tante, apa kita pernah ketemu sebelumnya?"

"Uhukkkk." Hana tersedak minuman yang baru ditenggaknya.

"Em- Tante baru ketemu Kamu hari ini Kinar. Mungkin yang kamu maksud orang lain?"

"Mungkin iya Tan, Kinar ngerasa pernah kenal dengan orang yang mirip Tante."

"Perasaan Kamu saja mungkin. Oh iya Kamu nggak penasaran mereka ngapain di atas?"

"Memangnya ngapain Tan?"

"Biasanya kalau udah kumpul seringnya mainan PS atau nonton film."

Dalam hati Kinara menyumpah serapah. Jadi Vero ke sini cuma untuk main? Dasar tidak punya hati! Tega sekali dia membiarkan Kinara menunggu, kan Vero bisa mengantarnya lebih dulu. 'Dasar cowo!'

"Kinara, Kamu baik-baik aja kan?"

"I.. iya Tante maaf ngelamun." Kinara tersenyum kikuk. "Jadi Kak Vero deket banget ya tan sama Kak Dimas?"

Sebenarnya Kinara bosan dengan bahasan-bahasan yang sama sekali tidak menarik untuk dibicarakan. Namun Kinara tetap melanjutkannya untuk menghargai Ibu dari kakak kelasnya itu. Lagian ngobrol dengan Hana cukup menyenangkan, orangnya ramah dan kelihatannya sangat penyayang.

"Di antara mereka Dimas dan Vero memang yang paling dekat, dari dulu selalu bertiga sudah seperti saudara."

"Bertiga?"

Hana tersenyum menyadari ucapannya. "Eh maaf tante jadi keinget Risha."

"Risha siapa tante?"

"Sahabat kecil Dimas juga, dibanding Dimas Risha lebih dekat dengan Vero sih. Dari dulu mereka udah kaya lem, lengket terus." Hana terkekeh di ujung katanya dengan tatapan yang menerawang jauh.

Entah mengapa Kinar merasa tidak suka ketika Hana menyebutkan nama orang lain yang konon sahabat Vero dan Dimas di masa kecilnya. Kinar jadi iri karena tidak menjadi bagian dari masa lalu mereka.

"Sekarang Dia dimana? Apa Kak Vero masih sering ketemu?" Ada nada kecemburuan di dalam kalimatnya.

Senyum yang semula tercetak jelas di wajah Hana perlahan memudar. "Semoga dia bahagia di sana, Tuhan lebih sayang Risha."

"Maaf Tante." Hana mengangguk.

Kinar merasa tak enak sekaligus bersalah sempat mencemburui orang yang sudah tiada.

"Kalau Kinar boleh tau dia meninggal karena apa?"

"Kecelakaan tiga tahun yang lalu." Kinara menggumam pelan.

"Kalau Kamu sendiri bagaimana sekolahnya?"

"Baik tan, normal-normal aja."

Mata Hana berkilatan, di dalam iris itu Kinara bisa melihat kerinduan dan kebahagiaan. Mungkin karena sebelumnya wanita itu membahas Karisha, sahabat putranya.

"Lalu keadaan keluarga kamu bagaimana?" Tanya Hana lagi.

Mengingat keluarganya wajah Kinara berubah murung, ia berujar dengan suara parau, "sepi tante, keluarga Kinar kacau."

Sebelumnya Kinara tidak pernah terbuka perihal keluarganya kepada siapapun, namun di hadapan Hana dirinya seolah mendapat sugesti untuk membuat Hana masuk ke dalam area rentannya.

"Di rumah cuma ada Kinar sama Abang, Papa sama Kakak perempuan Kinar sibuk bekerja di luar kota, dan mama udah meninggal."

"Ikhlas ya sayang semuanya Tuhan yang mengatur, Kamu harus tetap bahagia. Tante selalu ada kalau kamu butuh tempat berkeluh kesah."

Perasaan Kinara menghangat seperti ada yang membelai lembut uluh hatinya. Mungkin karena Kinar terlalu rindu akan Mamanya.

"Tante, apa boleh Kinar peluk tante?" Mata Hana sontak berkaca-kaca, berdekatan dengan Kinara membuatnya terlalu emosional. Dalam hitungan detik gadis belia itu meluncur ke dalam dekapannya. Hana membelai lembut rambut hitam Kinara lalu mencium puncak kepalanya.

'Semoga kamu bahagia.' bulir bening mengalir dari sudut mata seiring doa yang ia rapalkan dalam diamnya.

Hangat, menenangkan. Dua kata itu lebih dari cukup mendeskripsikan perasaan Kinara saat itu. Berada di dalam pelukan Hana membuat dirinya ingin waktu berjalan lebih lambat. Mata Kinara memanas, dia memejamkan mata bersamaan tetes pertama yang mengalir di wajahnya.

'Thanks Kak Vero.'

Selang beberapa menit Hana mengurai pelukan tersebut. "Kinara." Kinar menatap intens kedua iris Hana menunggu kelanjutan ucapan wanita itu.

"Apa Tante boleh minta sesuatu sama Kamu?"

"Apa tante?"

"Bisa Kamu panggil tante 'Bunda' seperti teman Dimas yang lainnya?"

Perasaan Kinara menghangat, belum satu hari ia mengenal wanita itu tetapi rasanya ia sudah mengenal lama. Kinara tersenyum simpul, membalas dengan anggukan kepala.

"Terima kasih sayang, bantuin Bunda masak mau?"

"Iya Bunda." Sekali lagi Hana membelai rambut Kinara sebelum bangkit menuju dapur.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
I love you & I lost you
8980      3642     4     
Romance
Kehidupan Arina berubah 180 derajat bukan hanya karena bisnis ayahnya yang hancur, keluarganya pun ikut hancur. orang tuanya bercerai dan Arina hanya tinggal bersama adiknya di rumah, ayahnya yang harus dirawat karena mengalami depresi berat. Di tengah hancurnya keluarganya, Arina bertemu kembali dengan teman kecilnya, Arkan. Bertemunya kembali mereka membuka sebuah lembaran asmara, namun apa...
Miracle of Marble Box
4175      2034     2     
Fantasy
Sebuah kotak ajaib yang berkilau ditemukan di antara rerumputan dan semak-semak. Alsa, Indira dan Ovi harus menyelesaikan misi yang muncul dari kotak tersebut jika mereka ingin salah satu temannya kembali. Mereka harus mengalahkan ego masing-masing dan menggunakan keahlian yang dimiliki untuk mencari jawaban dari petunjuk yang diberikan oleh kotak ajaib. Setiap tantangan membawa mereka ke nega...
GAARA
10537      3553     14     
Romance
"Kalau waktu tidak dapat menyembuhkan luka, maka biarkan aku menjadi mentari yang dapat membuat hidupmu bahagia." Genandra Mahavir Aditama, si kutub Utara yang dipaksa untuk mencintai seorang perempuan bernama Akira Magenta Valencia, dalam kurun waktu lima belas hari saja. Genandra diminta agar bersikap baik dan memperlakukan gadis itu sangat spesial, seolah-olah seperti dia juga mencin...
Wanita Di Sungai Emas (Pendek)
767      545     3     
Fantasy
Beberapa saat kemudian, aku tersandung oleh akar-akar pohon, dan sepertinya Cardy tidak mengetahui itu maka dari itu, dia tetap berlari... bodoh! Akupun mulai menyadari, bahwa ada sungai didekatku, dan aku mulai melihat refleksi diriku disungai. Aku mulai berpikir... mengapa aku harus mengikuti Cardy? Walaupun Cardy adalah teman dekatku... tetapi tidak semestinya aku mengikuti apa saja yang dia...
Bittersweet My Betty La Fea
7450      2919     1     
Romance
Erin merupakan anak kelas Bahasa di suatu SMA negeri. Ia sering dirundung teman laki-lakinya karena penampilannya yang cupu mirip tokoh kutu buku, Betty La Fea. Terinspirasi dari buku perlawanan pada penjajah, membuat Erin mulai berani untuk melawan. Padahal, tanpa disadari Erin sendiri juga sering kali merundung orang-orang di sekitarnya karena tak bisa menahan emosi. Di satu sisi, Erin j...
Hyeong!
278      241     1     
Fan Fiction
Seok Matthew X Sung Han Bin | Bromance/Brothership | Zerobaseone "Hyeong!" "Aku bukan hyeongmu!" "Tapi—" "Seok Matthew, bisakah kau bersikap seolah tak mengenalku di sekolah? Satu lagi, berhentilah terus berada di sekitarku!" ____ Matthew tak mengerti, mengapa Hanbin bersikap seolah tak mengenalnya di sekolah, padahal mereka tinggal satu rumah. Matthew mulai berpikir, apakah H...
Teman Berakhir (Pacar) Musuhan
1043      678     0     
Romance
Bencana! Ini benar-benar bencana sebagaimana invasi alien ke bumi. Selvi, ya Selvi, sepupu Meka yang centil dan sok imut itu akan tinggal di rumahnya? OH NO! Nyebelin banget sih! Mendengar berita itu Albi sobat kecil Meka malah senyum-senyum senang. Kacau nih! Pokoknya Selvi tidak boleh tinggal lama di rumahnya. Berbagai upaya buat mengusir Selvi pun dilakukan. Kira-kira sukses nggak ya, usa...
SI IKAN PAUS YANG MENYIMPAN SAMPAH DALAM PERUTNYA (Sudah Terbit / Open PO)
7169      2600     9     
Inspirational
(Keluarga/romansa) Ibuk menyuruhku selalu mengalah demi si Bungsu, menentang usaha makananku, sampai memaksaku melepas kisah percintaan pertamaku demi Kak Mala. Lama-lama, aku menjelma menjadi ikan paus yang meraup semua sampah uneg-uneg tanpa bisa aku keluarkan dengan bebas. Aku khawatir, semua sampah itu bakal meledak, bak perut ikan paus mati yang pecah di tengah laut. Apa aku ma...
Prakerin
9260      2780     14     
Romance
Siapa sih yang nggak kesel kalo gebetan yang udah nempel kaya ketombe —kayanya Anja lupa kalo ketombe bisa aja rontok— dan udah yakin seratus persen sebentar lagi jadi pacar, malah jadian sama orang lain? Kesel kan? Kesel lah! Nah, hal miris inilah yang terjadi sama Anja, si rajin —telat dan bolos— yang nggak mau berangkat prakerin. Alasannya klise, karena takut dapet pembimbing ya...
Rembulan
1512      907     2     
Romance
Orang-orang acap kali berkata, "orang yang gagal dalam keluarga, dia akan berhasil dalam percintaan." Hal itu tidak berlaku bagi Luna. Gadis mungil dengan paras seindah peri namun memiliki kehidupan seperti sihir. Luna selalu percaya akan cahaya rembulan yang setiap malam menyinari, tetapi sebenarnya dia ditipu oleh alam semesta. Bagaimana rasanya memiliki keluarga namun tak bisa dianggap ...