Loading...
Logo TinLit
Read Story - Dunia Saga
MENU
About Us  

Dihari kedua, kukira Saga akan tukar meja dengan anak lain supaya tidak duduk disebelahku. Ternyata tidak juga. Kursi disebelah Saga tetap kosong seperti kemarin. Berhari-hari kemudianpun masih sama, Saga tetap duduk disebelahku sementara aku masih mengkeret dipojokan meja. Nggak berani mengeluarkan suara takut mengganggu Saga.

Di hari kedua pula, Saga mulai mengajakku bicara. Awalnya hanya pinjam pensil atau penghapus. Di hari keempat dan kelima, Saga juga mulai sadar kalau aku sungguhan bego dalam pelajaran Matematika dan Fisika. Bukan karena aku bodoh dari sananya, tapi rasanya Matematika nggak sesulit ini waktu SMP. Waktu SMP aku bisa mengikuti ulangan Matematika tanpa belajar dan tetap bisa mengerjakan. Setelah SMU aku nggak yakin bisa mengerjakan ulangan Matematika walaupun aku sudah belajar semalam suntuk.

Saga tau aku bego gara-gara pak Bambang, guru Matematika meminta kami berkelompok dengan teman sebangku masing-masing untuk mengerjakan tugas di LKS. Aku bengong memandangi soal, nggak ngerti gimana cara ngerjainnya. Dari 45 soal hanya 9 soal yang bisa kukerjakan itu juga beberapa salah. Ujung-ujungnya Saga juga yang mengerjakan nyaris semua sementara aku nggak banyak berkontribusi kecuali dapat bagian menulis.

Aku tau kalau aku nggak berusaha keras belajar, bisa-bisa aku tinggal kelas. Bermodalkan nekat aku memberanikan diri untuk tanya, kenapa menggunakan rumus ini pas mengerjakan soal ini. Bagaimana menjabarkan rumus di soal yang ini.

Mendengarku banyak tanya, Saga untuk pertama kalinya memandangku heran. Gimana Saga nggak heran kalau soal nomer satu pilihan ganda aja aku nggak bisa mengerjakan. Aku sudah bersiap-siap mendengar kata-kata sengak muncul dari Saga walau Saga nggak pernah sekalipun bicara ketus atau sengak sebelumnya. Untuk jaga-jaga saja kalau Saga sungguhan habis kesabarannya mengajariku yang nggak mudeng-mudeng ini.

Perkiraanku salah besar, dengan tampang galak psikopatnya Saga tetap sabar mengajariku bagaimana cara mengerjakan setiap soal satu persatu.  Baru setelah berhari-hari duduk disebelah Saga juga membuatku sadar kalau Saga nggak segalak wajahnya. Mungkin karena ia jarang senyum dan nggak banyak ngomong kecuali dengan teman-teman terdekatnya, si Yugo, Abimayu, Yunan dan Adnan, Saga jadi kelihatan galak dan nggak ramah tapi sebetulnya dia baik. Ramah dan baik.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Menemukan Kebahagiaan di Tengah Pandemi
284      217     1     
True Story
Siapakah yang siap dengan sebuah perubahan drastis akibat Virus Corona19? Pandemi akibat virus corona 19 meninggalkan banyak luka dan trauma serta merenggut banyak kebahagiaan orang, termasuk aku. Aku berjuang menemukan kembali makna kebahagiaan. Ku kumpulkan foto-foto lama masa kecilku, ku rangkai menjadi sebuah kisah. Aku menemukan kembali makna kebahagiaan di tengah pandemi. Kebahagiaan itu ad...
Kafa Almi Xavier (update>KarenaMu)
882      558     3     
Romance
Mengapa cinta bisa membuat seseorang kehilangan akal sehatnya padahal prosesnya sesederhana itu? Hanya berawal dari mata yang mulai terpikat, lalu berakhir pada hati yang perlahan terikat. °°°°##°°°° Berawal dari pesan berantai yang di kirim Syaqila ke seluruh dosen di kampusnya, hingga mengakibatkan hari-harinya menjadi lebih suram, karena seorang dosen tampan bernama Kafa Almi Xavier....
Paragraf Patah Hati
6492      2379     3     
Romance
Paragraf Patah Hati adalah kisah klasik tentang cinta remaja di masa Sekolah Menengah Atas. Kamu tahu, fase terbaik dari masa SMA? Ya, mencintai seseorang tanpa banyak pertanyaan apa dan mengapa.
Kinara
6753      2758     0     
Fantasy
Kinara Denallie, seorang gadis biasa, yang bekerja sebagai desainer grafis freelance. Tanpa diduga bertemu seorang gadis imut yang muncul dari tubuhnya, mengaku sebagai Spirit. Dia mengaku kehilangan Lakon, yang sebenarnya kakak Kinara, Kirana Denallie, yang tewas sebagai Spirit andal. Dia pun ikut bersama, bersedia menjadi Lakon Kinara dan hidup berdampingan dengannya. Kinara yang tidak tahu apa...
Bloody Autumn: Genocide in Thames
10652      2838     54     
Mystery
London, sebuah kota yang indah dan dikagumi banyak orang. Tempat persembunyian para pembunuh yang suci. Pertemuan seorang pemuda asal Korea dengan Pelindung Big Ben seakan takdir yang menyeret keduanya pada pertempuran. Nyawa jutaan pendosa terancam dan tragedi yang mengerikan akan terjadi.
Pahitnya Beda Faith
544      403     1     
Short Story
Aku belum pernah jatuh cinta. Lalu, aku berdo\'a. Kemudian do\'aku dijawab. Namun, kami beda keyakinan. Apa yang harus aku lakukan?
Dream Of Youth
834      561     0     
Short Story
Cerpen ini berisikan tentang cerita seorang Pria yang bernama Roy yang ingin membahagiakan kedua orangtuanya untuk mengejar mimpinya Roy tidak pernah menyerah untuk mengejar cita cita dan mimpinya walaupun mimpi yang diraih itu susah dan setiap Roy berbuat baik pasti ada banyak masalah yang dia lalui di kehidupannya tetapi dia tidak pernah menyerah,Dia juga mengalami masalah dengan chelsea didala...
Tower Arcana
917      683     1     
Short Story
Aku melihat arum meninggalkan Rehan. Rupanya pasiennya bertambah satu dari kelas sebelah. Pikiranku tergelitik melihat adegan itu. Entahlah, heran saja pada semua yang percaya pada ramalan-ramalan Rehan. Katanya sih emang terbukti benar, tapi bisa saja itu hanya kebetulan, kan?! Apalagi saat mereka mulai menjulukinya ‘paul’. Rasanya ingin tertawa membayangkan Rehan dengan delapan tentakel yan...
Trying Other People's World
472      372     0     
Romance
Lara punya dendam kesumat sama kakak kelas yang melarangnya gabung OSIS. Ia iri dan ingin merasakan serunya pakai ID card, dapat dispensasi, dan sibuk di luar kelas. Demi membalas semuanya, ia mencoba berbagai hidup milik orang lain—pura-pura ikut ekskul jurnalistik, latihan teater, bahkan sampai gabung jam tambahan olimpiade MIPA. Kebiasan mencoba hidup-hidup orang lain mempertemukannya Ric...
Tyaz Gamma
2214      1397     1     
Fantasy
"Sekadar informasi untukmu. Kau ... tidak berada di duniamu," gadis itu berkata datar. Lelaki itu termenung sejenak, merasa kalimat itu familier di telinganya. Dia mengangkat kepala, tampak antusias setelah beberapa ide melesat di kepalanya. "Bagaimana caraku untuk kembali ke duniaku? Aku akan melakukan apa saja," ujarnya bersungguh-sungguh, tidak ada keraguan yang nampak di manik kelabunya...