Loading...
Logo TinLit
Read Story - From Thirty To Seventeen
MENU
About Us  

“Lain kali kamu harus melindungi wajahmu kalau berantem. Itu salah satu asetmu. Sayang banget kalau wajah setampan ini harus babak belur. Itu modalmu untuk memanfaatkan gadis, bukan?” ujar Aina dengan sinis.

Rayyan hanya diam. Matanya yang pekat hanya menatap Aina dengan tajam. Selalu saja mata pekat itu seakan sedang menarik Aina ke dalam pusaran tak berujung. Aina buru-buru memalingkan muka dan berjalan kembali ke tempatnya tadi. Ia kembali memangku tangan di atas pagar balkon sambil mendongakkan kepala menatap langit.

“Pergilah!! Kamu mengganggu keasyikanku saja,” imbuh Aina.

Rayyan masih bergeming di tempatnya, lalu tanpa suara sudah berlalu pergi meninggalkan Aina. Aina hanya diam sambil melihat Rayyan dengan sudut matanya. Helaan napas panjang keluar dari bibir Aina.

“Aku penasaran, besok dia masuk sekolah atau gak.”

**

Pagi itu Rayyan bangun sangat pagi. Dia mematut wajahnya di depan cermin. Wajahnya sudah lebih baik dari pada kemarin. Meski masih ada beberapa memar di bawah mata dan dekat bibir, tapi sudah lebih baik dari pada kemarin.

Rayyan menarik napas panjang sambil menyambar kacamata hitam di meja rias. Sepertinya dia harus menutupi memar di matanya dengan kacamata kali ini.

Selang beberapa saat, terlihat Rayyan dan Aina duduk berhadapan di meja makan. Seperti biasa, mereka selalu sarapan pagi sebelum berangkat sekolah.

“Rayyan, apa lukamu sudah lebih baik? Kalau belum, kamu libur dulu saja.” Nyonya Amanda sudah bersuara.

Rayyan tersenyum mengangkat kepala dan menggeleng dengan cepat ke arah Nyonya Amanda.

“Saya sudah lebih baik, Nek. Saya sekolah saja hari ini.”

Nyonya Amanda tersenyum dan duduk di penghujung meja sambil melihat dua cucunya itu dengan penuh cinta.

“Akhir bulan ini, papamu akan mengajak kamu ke puncak. Di sana ada acara penting yang harus kamu hadiri. Kalau bisa, luangkan waktumu, Aina.” Nyonya Amanda kembali bersuara.

Aina hanya terdiam. Ia masih ingat dengan kejadian di puncak. Di sana nanti, Aina akan bertemu banyak teman dan rekan kerja ayahnya. Sejak dulu, Tuan Farid memang sudah merencanakan sebuah perjodohan untuk Aina. Di saat itu juga nantinya Aina akan dipertemukan dengan putra dari teman-teman ayahnya. Tuan Farid meminta Aina memilih sendiri siapa yang pantas untuk menjadi pasangannya.

Di kemudian hari nantinya, mereka akan melangsungkan perjodohan dan akan dinikahkan setelah umur mereka cukup. Aina masih ingat betul apa yang dia lakukan saat itu. Dia menolak permintaan ayahnya dan pergi dari acara. Dia bahkan minta tolong ke Rayyan untuk membawanya pergi. Dia sudah jatuh cinta pada Rayyan saat itu dan tidak mau berpaling ke yang lain. Namun, ini kehidupan kedua, kehidupannya yang berbeda dan Aina akan mengubah semuanya.

“Iya, Nek. Aku akan kosongkan jadwalku.”

Nyonya Amanda tersenyum melihatnya. Kemudian wanita tua itu melihat ke arah Rayyan yang terlihat asyik menikmati sarapannya.

“Kamu juga harus ikut, Rayyan. Pamanmu meminta kamu juga hadir.”

Seketika Aina terkejut begitu juga Rayyan. Hal ini tidak terjadi di kehidupan Aina sebelumnya. Hanya dia yang diminta Tuan Farid datang saat itu, tanpa Rayyan. Kenapa Rayyan juga harus ikut? Apa Rayyan juga hendak dijodohkan?

“Iya, Nek. Saya usahakan.” Akhirnya Rayyan malah berkata seperti itu.

Aina tidak berkomentar hanya diam sambil menatap ke arah Rayyan. Rayyan tidak menggubris tatapan Aina dan terus asyik menikmati sarapannya.

Pukul tujuh kurang sepuluh menit, saat Aina dan Rayyan tiba di sekolah. Rayyan belum diperbolehkan mengendarai motornya sendiri. Sehingga dia harus bareng Aina lagi. Begitu mobil berhenti, Rayyan segera memakai kacamata hitamnya dan turun mendahului Aina. Tak ayal, banyak siswi-siswi yang terpukau melihat penampilan Rayyan kali ini.

Saudara sepupu Aina itu memang terlihat makin mempesona saat mengenakan kacamata hitam. Padahal Rayyan memakai kacamata untuk menutupi memar di matanya bukan untuk bergaya, tapi semua siswi tampak terperangah melihat penampilan Rayyan pagi ini.

Aina yang turun di belakangnya hanya mengulum senyum sambil menggelengkan kepala melihat ulah teman-temannya.

“Astaga!! Ternyata banyak juga yang naksir nih anak. Belum tahu aja mereka siapa Rayyan sebenarnya,” gumam Aina.

Aina terus berjalan menyusur koridor sekolah menuju kelasnya. Namun, tiba-tiba ada sepasang kaki jenjang berdiri menghadang di depannya. Aina terkejut menghentikan langkah dan mendongakkan kepala. Ia makin kaget saat melihat siapa yang sedang berdiri di depannya.

“Kenapa kamu tidak meneleponku? Apa nomornya hilang?” tanya sosok itu yang tak lain Davin.

Aina hampir lupa tentang hal ini. Sebenarnya nomor teleponnya tidak bisa hilang dari tangan Aina. Hanya saja Aina lupa dan juga terlalu lelah. Dia langsung tidur usai melihat bintang di balkon kamar semalam dan melupakan pesan Davin.

“Maaf ... aku lupa. Aku ketiduran semalam.” Aina akhirnya menjawab.

Davin hanya diam menatapnya dengan sendu. Tubuh Davin yang tingginya hampir 180 cm terlihat menjulang di depan tubuh Aina yang hanya memiliki tinggi 168 cm. Gadis cantik itu terlihat sangat kecil di hadapan pria berambut pirang itu.

“Oke. Aku maafkan. Sebagai gantinya, nanti temani aku makan di kantin!!”

Aina tampak terkejut dan hendak mengajukan penolakan, tapi sepertinya Davin melihat apa yang hendak dilakukan Aina. Pria berwajah indo itu tersenyum, membungkukkan badan ke arah Aina.

“Aku tidak mau mendengar penolakan.”

Aina membisu. Hanya matanya yang terus mengerjap melihat dengan kesal ke arah pria di depannya ini. Di kehidupan sebelumnya, kejadian ini tidak pernah terjadi. Bahkan Aina tidak kenal akrab dengan Davin. Saat itu Aina ke mana-mana selalu bersama Rayyan, itu sebabnya Davin tidak berani mendekat. Apa karena Aina membuat satu perubahan, maka semua kehidupannya yang pernah dia jalani berubah semua?

Davin menjentikkan jarinya ke depan wajah Aina membuat Aina tergagap kaget.

“Hei!! Kenapa melamun? Apa begitu sulit permintaanku tadi?”

Aina mengangkat kepala dan tak ayal mata mereka bertemu. Mata biru Davin terasa hangat dan sangat beda dengan mata Rayyan. Aina bahkan suka berlama-lama melihatnya. Sebuah senyuman tak sadar terukir di wajah cantik Aina.

“Tidak. Permintaanmu tidak sulit. Hanya saja, aku akan ke perpustakaan nanti.”

Aina ingat di kehidupan sebelumnya di hari ini ada ulangan dadakan dan dia lupa tidak belajar. Akibatnya nilai ulangannya jelek dan dia harus kena remidi. Aina tidak mau itu terjadi, itu sebabnya dia ingin belajar saat istirahat nanti.

“Oke. Aku temani kamu di perpustakaan.”

Davin berkata seperti itu sambil mengelus puncak kepala Aina sama seperti sebelumnya. Aina tampak kesal dan menatap Davin dengan sudut matanya. Apa Davin tidak tahu berapa lama ia menghabiskan waktu mengatur rambutnya tadi pagi? Kini seenaknya saja Davin mengacak rambutnya.

Seperti kemarin, Davin langsung membalikkan badan dan berlalu pergi meninggalkan Aina seorang diri. Aina hanya diam, bergeming di tempatnya sambil menatap punggung Davin yang menjauh. Ia baru saja hendak melanjutkan langkah menuju kelas saat tiba-tiba seseorang bersuara di belakangnya.

“Jadi kamu pacaran dengan Davin, Aina?”

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
CHANGE
663      512     0     
Short Story
Di suatu zaman di mana kuda dan panah masih menguasai dunia. Dimana peri-peri masih tak malu untuk bergaul dengan manusia. Masa kejayaan para dewa serta masa dimana kesaktian para penyihir masih terlihat sangat nyata dan diakui orang-orang. Di waktu itulah legenda tentang naga dan ksatria mencapai puncak kejayaannya. Pada masa itu terdapat suatu kerajaan makmur yang dipimpin oleh raja dan rat...
REASON
10077      2685     10     
Romance
Gantari Hassya Kasyara, seorang perempuan yang berprofesi sebagai seorang dokter di New York dan tidak pernah memiliki hubungan serius dengan seorang lelaki selama dua puluh lima tahun dia hidup di dunia karena masa lalu yang pernah dialaminya. Hingga pada akhirnya ada seorang lelaki yang mampu membuka sedikit demi sedikit pintu hati Hassya. Lelaki yang ditemuinya sangat khawatir dengan kondi...
KNITTED
1698      809     1     
Romance
Dara memimpikan Kintan, teman sekelasnya yang sedang koma di rumah sakit, saat Dara berpikir bahwa itu hanya bunga tidur, pada pagi hari Dara melihat Kintan dikelasnya, meminta pertolongannya.
Cinta Tiga Meter
1060      691     0     
Romance
Fika sudah jengah! Dia lelah dengan berbagai sikap tidak adil CEO kantor yang terus membela adik kandungnya dibanding bekerja dengan benar. Di tengah kemelut pekerjaan, leadernya malah memutuskan resign. Kini dirinya menjadi leader baru yang bertugas membimbing cowok baru dengan kegantengan bak artis ibu kota. Ketika tuntutan menikah mulai dilayangkan, dan si anak baru menyambut setiap langkah...
Kenzo Arashi
2239      953     6     
Inspirational
Sesuai kesepakatannya dengan kedua orang tua, Tania Bowie diizinkan melakukan apa saja untuk menguji keseriusan dan ketulusan lelaki yang hendak dijodohkan dengannya. Mengikuti saran salah satu temannya, Tania memilih bersandiwara dengan berpura-pura lumpuh. Namun alih-alih dapat membatalkan perjodohannya dan menyingkirkan Kenzo Arashi yang dianggapnya sebagai penghalang hubungannya dengan Ma...
A Day With Sergio
2206      1047     2     
Romance
Monday
341      270     0     
Romance
Apa salah Refaya sehingga dia harus berada dalam satu kelas yang sama dengan mantan pacar satu-satunya, bahkan duduk bersebelahan? Apakah memang Tuhan memberikan jalan untuk memperbaiki hubungan? Ah, sepertinya malah memperparah keadaan. Hari Senin selalu menjadi awal dari cerita Refaya.
Putaran Roda
645      453     0     
Short Story
Dion tak bergeming saat kotak pintar itu mengajaknya terjun ke dunia maya. Sempurna tidak ada sedikit pun celah untuk kembali. Hal itu membuat orang-orang di sekitarnya sendu. Mereka semua menjauh, namun Dion tak menghiraukan. Ia tetap asik menikmati dunia game yang ditawarkan kotak pintarnya. Sampai akhirnya pun sang kekasih turut meninggalkannya. Baru ketika roda itu berputar mengantar Dion ke ...
Pasha
1415      680     3     
Romance
Akankah ada asa yang tersisa? Apakah semuanya akan membaik?
Tumbuh Layu
1838      1220     4     
Romance
Hidup tak selalu memberi apa yang kita pinta, tapi seringkali memberikan apa yang kita butuhkan untuk tumbuh. Ray telah pergi. Bukan karena cinta yang memudar, tapi karena beban yang harus ia pikul jauh lebih besar dari kebahagiaannya sendiri. Kiran berdiri di ambang kesendirian, namun tidak lagi sebagai gadis yang dulu takut gagal. Ia berdiri sebagai perempuan yang telah mengenal luka, namun ...