Loading...
Logo TinLit
Read Story - Reandra
MENU
About Us  

Vandra, Sahil, Tama, kevin, Alex, dan beberapa murid dari SMA Bakhti baru saja pulang. Mereka beriringan motor. Suasana jalan kebetulan saat itu tidak terlalu ramai. Namun, saat melewati sebuah pertigaan mereka berpapasan dengan salah sekolah lain.

"Woy! Cupu lo, cupu!"

"Ah cemen lo!"

Teriak salah satu anak dari sekolah lain yang mereka sendiri yakin jika itu adalah sekolah dari musuh bebuyutan mereka. Musuh turun temurun dari angkatan sebelum mereka. Entah sebenarnya apa yang menjadi awal permasalahan antara sekolah Bakti dengan sekolah Berdikari.

"Wah kurang ujar mereka!" ujar Vandra yang tersulit emosi.

Tetapi Vandra sudah melihat jika Bang Jagat salah satu kakak kelas mereka memberikan kode untuk tidak terpancing. SMA Berdikari yang merasa tidak dirspon semakin menjadi mereka bahkan tak segan menunjukkan jari tengah dan jempol kebawah yang menandakan penghinaan dan meremehkan.

Bukan Vandra namanya jika ia tak mudah tersulut emosi ia menepikan motornya. Kilat matanya sudah menunjukkan emosi yang tak bisa padam.

"Apa lo!"

"Maju sini lo!"

Jagat yang mendangar seru dan itu terkejut. Sama halnya dengan Andra yang kebetulan diboncengi oleh Vandra. Mendengar perkataan dari Vandra SMA Berdikari langsung merespon ucapan Vandra.

Mereka pun memarkirkan motornya tepat di tengah jalan mengahalangi orang-orang yang ingin melewati jalan tersebut. Beberapa masyarakat yang berada di sana langsung tancap gas kencang dan beberapa lainnya memilih memutar balik.

Jagat pada akhirnya memutuskan untuk meminta teman-teman nya turun dari motor membantu Vandra. Suasana jalanan menjadi sepi beberapa pedagang pinggir jalan  bahkan memilih untuk masuk ke rumah.

SERANG!!!

Tanpa mereka duga SMA Berdikari membawa parang, ring sepeda dan alat lain saling berlari dari berlawan arah. Dengan tangan kosong mereka melawan SMA Berdikari.

BUG!!

Andra berhasil memukul salah satu dari anak SMA Berdikari. Pada lawan selanjutnya Andra dibuat salah fokus dengan seorang anak perempuan dari SMA Bakti. Yang entah mang apa itu bisa berada di tengah kerumunan kerusuhan. Ia terlihat mengambil dan merapikan sesuatu.

BUG!!

Andra terjatuh tubuhnya sampai terdorong saat lawannya memukul tanpa aba-aba. Tersulit emosi Andra langsung melayangkan pukulan lebih banyak hingga lawannya pingsan. Setelah itu ia berlari menuju anak perempuan yang ternyata masih berada di sana.

"Lo ngapain di sini? Bahaya!" ucap Andra.

Gadis itu  menoleh ke belakang memerhatikan Andra. Namun, bukan nya menjawab ia justru kembali merapikan beberapa makanan kecil dan memasukkan nya ke dalam box. Andra yang merasa gemas langsung membantu mengambilnya dengan asal yang merebut box tersebut dari gadis itu serta menarik lengannya supaya menjauh dari jalanan.

"Lo mau mati, ha?!" pekik Andra gemas. Sesaat telah berada dipinggir jalanan.

"Masuk sini. Masuk nak!" teriak seseorang ibu-ibu dari balik warung yang sedikit terbuka.

Andra dengan cepat menarik gadis itu masuk ke dalam sebuah warung kecil dipinggir jalan yang sudah sedikit tertutup.

"Duduk-duduk silakan," ujar ibu warung yang setelah itu ia masuk ke dalam rumah. Dan kini hanya menyisakan Andra dan gadis yang ia tolong.

"Lo ngapain sih di sana! Bahaya!"

Ia tak menjawab tampaknya masih terlihat syok. Andra menarik napas frustasi, melihat gadis itu hanya memainkan kukunya. Ia meraih pergelangan tangan itu.

"Jawab pertanyaan gua," ujar Andra ia berusaha bertanya dengan nada lembut kali ini.

Gadis itu melepaskan tangan Andra dari lengan nya. Ia mengambil sebuah buku note kecil dari balik box makanan jalan nya beserta pulpennya.

Kamu gak liat? Aku jualan. Daganganku jatuh aku kak bisa pergi tanpa danganganku.

Andra menerima kertas note itu. Mambacanya dengan saksama. Ia menarik napas panjang. Pantas saja sejak tadi itu menanyakan banyak hal tetapi gadis itu hanya diam tidak menjawab.

"Oh oke, maaf udah marahin lo. Tapi, nyawa lo lebih penting daripada dangan lo," jelas Andra.

Ia berdiri dari tempat duduk ia melihat keluar. Di sana beberapa warga sudah menangani kerusuhan tawuran dan ada beberapa satpol PP juga. Untuk kali ini dirinya selamat dari masalah berkat gadis itu. Andra mengulurkan tangan pada gadis itu memulai perkenalan. Karena jujur saja meskipun ia sudah kelas sebelas. Ia baru kali ini melihat gadis itu.

"Lo murid baru ya? Gua baru liat lo soalnya."

"Oh iya kenalin gua Andra."

"Kalo boleh tau nama lo siapa?"

Gadis itu mendongak menatap uluran jabatan tangan Andra. Ia tanpa ragu menyalami Andra dan tersenyum. Kemudian, ia kembali menulis kan sebuah kalimat pada notesnya.

Iya gak apa-apa. Terima kasih untuk tadi udah bantuin

Andra menatap gadis itu. Ia sungguh tak menduga bertemu dengan gadis tunawicara yang sepertinya mereka satu sekolah melihat dirinya dan gadis itu mengenakan baju seragam yang sama. Tetapi, pikiran Andra menjadi melayang sebab Andra baru mengetahui sekolah Bakti Sentosa juga menerima murid seperti gadis ini yang seharusnya berada di sekolah khusus.

Bukan, bukannya Andra meremehkan gadis dihadapannya dalam hal pembelajaran. Namun, ia berpikir keras bagaimana gadis itu belajar dengan baik di sekolah yang bukan khusus untuk dirinya. Andra sungguh salut pada gadis itu ia bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

"Oh iya, nama lo siapa btw?"

Gadis itu menatap Andra. Kembali ia menuliskan sesuatu pada Andra.

Namaku Arunika shaluna Nirmala. Kamu bisa panggil aku luna.

Kalau kamu?

Andra menerima kertas itu dan membacanya. Ketika membaca nama gadis itu tanpa sadar Andra tersenyum sumringah. Ia terkesiap sungguh indah nama gadis ini.

Luna kembali menulis dan menepuk pundak Andra. Andra kembali membaca tulisan notes luna.

Kamu?

"Oh iya. Nama gua Reandra rangga wirabhumi. Lo bisa panggil gua Andra," jawab Andra.

Tidak lama sebuah mobil satpol PP terlihat dari tempat kejadian tawuran. Andra melihat dari dalam warung teman-temannya di bawa oleh satpol PP. Dan kendaraan yang mereka pakai diangkut oleh mobil polisi. Untuk kali ini Andra dalam keadaan selamat berkat luna. Tetapi entah besok di sekolah apakah namanya ikut terseret atau tidak hanya Tuhan yang tahu.

"Oh itu tawuran ya udah bubar," ujar Andra menghilangkan keheningan.

"Ya udah yuk kita pamitan sama ibu warung. Gak enak lama-lama di sini."

"Ibu, kami mau pamit. Terima kasih sudah membantu saya dan teman saya."

"Oh iya untuk minumannya jadi berapa ya bu?"

"Oh, tidak usah. Anggap saja sebagai minuman penyambutan tamu," kata ibu penjaga warung.

"Terima kasih banyak ibu. Mohon maaf merepotkan."

"Tidak merepotkan. Sama-sama, nak."

Saat akan Andra pergi ia merasa tak enak hati. Ia memberikan sedikit uang kepada ibu penjaga warung dengan diam-diam. Menyelipkan uang di bawah gelas bekas minumannya.



 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
The First 6, 810 Day
3674      2333     2     
Fantasy
Sejak kecelakaan tragis yang merenggut pendengarannya, dunia Tiara seakan runtuh dalam sekejap. Musik—yang dulu menjadi napas hidupnya—tiba-tiba menjelma menjadi kenangan yang menyakitkan. Mimpi besarnya untuk menjadi seorang pianis hancur, menyisakan kehampaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Dalam upaya untuk menyembuhkan luka yang belum sempat pulih, Tiara justru harus menghadapi ke...
Love Yourself for A2
112      102     1     
Short Story
Arlyn menyadari bahwa dunia yang dihadapinya terlalu ramai. Terlalu banyak suara yang menuntut, terlalu banyak ekspektasi yang berteriak. Ia tak pernah diajarkan bagaimana cara menolak, karena sejak awal ia dibentuk untuk menjadi "andalan". Malam itu, ia menuliskan sesuatu dalam jurnal pribadinya. "Apa jadinya jika aku berhenti menjadi Arlyn yang mereka harapkan? Apa aku masih akan dicintai, a...
Dimension of desire
800      601     0     
Inspirational
Bianna tidak menyangka dirinya dapat menemukan Diamonds In White Zone, sebuah tempat mistis bin ajaib yang dapat mewujudkan imajinasi siapapun yang masuk ke dalamnya. Dengan keajaiban yang dia temukan di sana, Bianna memutuskan untuk mencari jati dirinya dan mengalami kisah paling menyenangkan dalam hidupnya
XIII-A
3367      2419     4     
Inspirational
Mereka bukan anak-anak nakal. Mereka hanya pernah disakiti terlalu dalam dan tidak pernah diberi ruang untuk sembuh. Athariel Pradana, pernah menjadi siswa jeniushingga satu kesalahan yang bukan miliknya membuat semua runtuh. Terbuang dan bertemu dengan mereka yang sama-sama dianggap gagal. Ini adalah kisah tentang sebuah kelas yang dibuang, dan bagaimana mereka menolak menjadi sampah sejar...
Ghea
505      340     1     
Action
Ini tentang Ghea, Ghea dengan segala kerapuhannya, Ghea dengan harapan hidupnya, dengan dendam yang masih berkobar di dalam dadanya. Ghea memantapkan niatnya untuk mencari tahu, siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan ibunya. Penyamaran pun di lakukan, sikap dan nama palsu di gunakan, demi keamanan dia dan beserta rekan nya. Saat misi mereka hampir berhasil, siapa sangka musuh lamany...
Bintang Pelosok
572      430     0     
Short Story
Basyir seseorang anak yang tinggal dari desa yang begitu kecil dengan kehagatan. Memiliki ambisi yang begitu besar untuk memajukan desanya, yang terdapat cuma 1 sarana pembinaan dan pendidikan. akankah Basyir mewujudkan ambisinya tersebut bersama sahabat terbaiknya Haikal dan Bujang?
love is poem
2396      1465     4     
Romance
Di semesta ini yang membuat bahagia itu hanya bunda, dan Artala launa, sama kaki ini bisa memijak di atas gunung. ~ ketika kamu mencintai seseorang dengan perasaan yang sungguh Cintamu akan abadi.
HURT ANGEL
190      150     0     
True Story
Hanya kisah kecil tentang sebuah pengorbanan dan pengkhianatan, bagaimana sakitnya mempertahankan di tengah gonjang-ganjing perpisahan. Bukan sebuah kisah tentang devinisi cinta itu selalu indah. Melainkan tentang mempertahankan sebuah perjalanan rumah tangga yang dihiasi rahasia.
The Final Promise
1468      351     0     
Romance
The Final Promise menceritakan kisah Ardan dan Raya, pasangan yang berjuang menghadapi kenyataan hidup yang pahit. Raya, yang tengah berjuang dengan penyakit terminal, harus menerima kenyataan bahwa waktunya bersama Ardan sangat terbatas. Meski begitu, mereka berdua berusaha menciptakan kenangan indah yang tak terlupakan, berjuang bersama di tengah keterbatasan waktu. Namun, takdir membawa Ardan ...
Catatan 19 September
28338      4275     6     
Romance
Apa kamu tahu bagaimana definisi siapa mencintai siapa yang sebenarnya? Aku mencintai kamu dan kamu mencintai dia. Kira-kira seperti itulah singkatnya. Aku ingin bercerita sedikit kepadamu tentang bagaimana kita dulu, baiklah, ku harap kamu tetap mau mendengarkan cerita ini sampai akhir tanpa ada bagian yang tertinggal sedikit pun. Teruntuk kamu sosok 19 September ketahuilah bahwa dir...