Loading...
Logo TinLit
Read Story - Metamorfosis Biru (Ketika Cinta Berdiam di Dada)
MENU
About Us  

KETIKA CINTA BERDIAM DI DADA, SIAPA YANG LIHAI MENGUSIRNYA?

KETIKA KUPU-KUPU MENDEKAP, ITU PUN TAK ADA PERINTAH.

"Ku bahagia kau telah terlahir di dunia... dan kau ada di antara milyaran manusia, dan kubisa dengan radarku menemukanmu..."

Lagu itu mengalun pelan dari ponsel yang tergolek di lantai. Bersuka cita, Gelis berguling di atas dipan, menatap plafon dengan senyum yang sulit disembunyikan. Wajah Pak Natapurma muncul begitu saja di isi kepalanya, seperti slide presentasi tanpa jeda.

"Jangan takut berbagi ilmu, saling membantu, selamat berproses."

Begitulah kutipan Pak Nata, dosen muda yang tutur katanya halus seperti embun. Sederhana, tapi entah kenapa meresap.

“SELAMAT BERPROSES... SELAMAT BERPROSES...

SE—LA—MAT, BER—PRO—SES.

SELAMAT... SELAMAT…” celetuk Gelis sambil mengguling, menirukan nada suara seseorang sendirian. “Ucapanmu memang bukan buatku, tapi... aku menyaksikannya. Dari kejauhan saja sudah cukup membuatku riang.

Entah sampai kapan?

gengsiku mengalah.”

Ia tertawa kecil, tapi tangannya justru menggantung pasrah di ujung kasur merah muda.

"Sudah tiga bulan aku menjadi penonton," bisiknya. "Kuharap ini cuma kekaguman biasa. Tapi kalau pun ternyata lebih...

sepertinya memalukan."

Terlalu banyak mahasiswi yang bersolek dan bersuara tinggi tiap kali Pak Nata datang. Tapi tidak dengan Gelis. Ia justru buang muka dan pura-pura tidak melihat.

“Lagipula, bapak itu tidak mengajar mata kuliahku. Bagaimana bisa aku mencari perhatian… dengan cara yang elegan?”

Ia menghela napas, menepi ke sudut kasur.

“Tiba-tiba tersenyum di depan orang yang kusuka? Aku tidak bisaaaa. Tidak. GAMAU.”

“Jangan terlihat cari perhatian ke dosen muda deh. Malu. Apalagi aku… perempuan sedingin ini bisa langsung awkward.”

Ia menyelipkan wajah di balik bantal.

“Kepribadianku tidak ceplas-ceplos, Pak. Andai Bapak tahu…”

Yang jelas, kalau Gelis tertarik, ia akan buang muka.

Dan malam itu, seperti biasa, setelah semua unek-unek yang bersifat rahasia selesai diutarakan... Gelis pun akhirnya tertidur dengan pertanyaan yang tak ada akhirnya “...apa benar, Pak Nata menatapku juga, walau sebentar?”

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Anak Magang
141      131     1     
Fan Fiction
Bercerita sekelompok mahasiswa yang berusaha menyelesaikan tugas akhirnya yaitu magang. Mereka adalah Reski, Iqbal, Rival, Akbar. Sebelum nya, mereka belum mengenal satu sama lain. Dan mereka juga bukan teman dekat atau sahabat pada umumnya. Mereka hanya di tugaskan untuk menyelesaikan tugas nya dari kampus. Sampai suatu ketika. Salah satu di antara mereka berkhianat. Akan kah kebersamaan mereka ...
Dunia Gemerlap
23820      4665     3     
Action
Hanif, baru saja keluar dari kehidupan lamanya sebagai mahasiswa biasa dan terpaksa menjalani kehidupannya yang baru sebagai seorang pengedar narkoba. Hal-hal seperti perjudian, narkoba, minuman keras, dan pergaulan bebas merupakan makanan sehari-harinya. Ia melakukan semua ini demi mengendus jejak keberadaan kakaknya. Akankah Hanif berhasil bertahan dengan kehidupan barunya?
Benang Merah, Cangkir Kopi, dan Setangan Leher
343      285     0     
Romance
Pernahkah kamu membaca sebuah kisah di mana seorang dosen merangkap menjadi dokter? Atau kisah dua orang sahabat yang saling cinta namun ternyata mereka berdua ialah adik kakak? Bosankah kalian dengan kisah seperti itu? Mungkin di awal, kalian akan merasa bahwa kisah ini sama seprti yang telah disebutkan di atas. Tapi maaf, banyak perbedaan yang terdapat di dalamnya. Hanin dan Salwa, dua ma...
Antropolovegi
163      148     0     
Romance
"Ada satu hubungan yang lebih indah dari hubungan sepasang Kekasih Kak, Hubungan itu bernama Kerabat. Tapi kak, boleh aku tetap menaruh hati walau tau akhirnya akan sakit hati?" -Dahayu Jagat Raya. __________________________ Sebagai seseorang yang berada di dalam lingkup yang sama, tentu hal wajar jika terjadi yang namanya jatuh cinta. Kebiasaan selalu berada di sisi masing-masing sepanjang...
Jalan Menuju Braga
1794      1192     4     
Romance
Berly rasa, kehidupannya baik-baik saja saat itu. Tentunya itu sebelum ia harus merasakan pahitnya kehilangan dan membuat hidupnya berubah. Hal-hal yang selalu ia dapatkan, tak bisa lagi ia genggam. Hal-hal yang sejalan dengannya, bahkan menyakitinya tanpa ragu. Segala hal yang terjadi dalam hidupnya, membuat Berly menutup mata akan perasaannya, termasuk pada Jhagad Braga Utama--Kakak kelasnya...