Loading...
Logo TinLit
Read Story - The Call(er)
MENU
About Us  

 

Tanggal pernikahan Lala dan Soni didaftarkan di gereja oleh Mama. Ongkos-ongkos juga dikeluarkan oleh Mama dari sebagian gaji Papa, termasuk ongkos foto pre-wedding. Soni sama sekali tidak mengeluarkan biaya. Bahkan, semua berkas diurus oleh Mama dan Lala. Soni hanya tinggal santai-santai.

 

“Tuhan, tolonglah aku! Aku tidak yakin akan bahagia kalau menikah dengannya,” keluh Lala dalam hati.

 

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Pada suatu hari, Papa Mama mengeluh kepada Lala. Mereka menjelaskan secara bergantian.

 

“La, kita harus bertemu Romo. Soni meminta warisan kepada kami walaupun kami belum meninggal. Ia menyuruh kami menjual rumah dan membiayai kehidupannya. Kami tidak sanggup. Untung, ia bodoh, La. Ia mengucapkannya sebelum menikah. Jadi, kami masih bisa membatalkannya,” ujar Mama Papa bergantian.

 

Mama Papa pun mengajak Lala untuk bertemu dengan Romo di gereja. Mereka mengeluh panjang lebar tentang kelakuan Soni. Sejak saat itu, Romo mencari-cari cara untuk membatalkan pernikahan Lala dan Soni. Sebelum menikah, Romo memanggil Lala dan Soni untuk diwawancarai, prosedur biasa yang dilakukan gereja untuk pasangan yang akan menikah.

 

Lala dan Soni ke gereja dengan sepeda motor. Dari parkiran, mereka berjalan menuju ruangan Romo. Soni mengetuk pintunya.

 

“Masuk!” Suara Romo terdengar dari dalam.

 

Lala dan Soni masuk. Soni duduk di kursi kayu cokelat di depan meja Romo sebelum dipersilahkan. Lala mengambil inisiatif untuk duduk di kursi kayu serupa di sebelah Soni. Sementara itu, Romo sudah menunggu sedari tadi di belakang meja kayu cokelat yang terdapat taplak meja berwarna putih di atasnya. Tidak ada vas bunga di meja Romo, hanya setumpuk berkas.

 

“Permisi,” sapa Lala.

 

“Halo? Bisa kita mulai wawancaranya?” tanya Romo.

 

“Bisa,” sahut Lala.

 

“Apakah kalian sudah terlibat dalam pergaulan bebas?” tanya Romo lagi.

 

“Belum, Romo,” jawab Lala.

 

“Apakah pekerjaanmu?” tanya Romo, mengalihkan pandang ke arah Soni.

 

“Buruh kecil,” jawab Soni.

 

“Apakah kamu sudah membawa surat keterangan dari psikiater seperti yang saya suruh?” tanya Romo, mengalihkan pandang ke arah Lala. Lala membuka ritsleting tasnya dan merogoh-rogohnya. Ia menemukan surat itu dan mengangsurkannya kepada Romo. Romo membacanya.

 

“Di dalam surat ini, kamu tidak boleh tertimpa masalah berat karena kamu akan relaps. Kalau seandainya, kalian mempunyai anak, apakah kamu akan sanggup mengasuhnya?” tanya Romo. Keningnya mulai berkerut.

 

“Saya akan sanggup mengasuhnya selama saya sehat,” jawab Lala.

 

“Apakah kamu sanggup menggantikan Lala mengasuh anak kalau ia sakit?” kata Romo sambil menatap Soni.

 

“Tidak. Akan saya serahkan kepada ibu saya. Saya kan harus bekerja dari pagi sampai malam,” gerutu Soni.

 

“Bekerja dari pagi sampai malam kok tidak ada saldonya?” batin Lala.

 

“Kalian harus bisa mengasuh anak kalian sendiri. Kalau diserahkan kepada orang selain kalian berdua, itu berarti kalian tidak siap menikah. Pernikahan ini ditunda sampai Lala sembuh. Pernikahan membutuhkan persiapan macam-macam termasuk mental dan finansial juga,” ujar Romo.

 

Soni tampak lemas. Bahunya merosot ke bawah dan tubuhnya terlihat lunglai di kursinya. Katanya untuk yang terakhir kalinya, “Saya sudah menerima Lala apa adanya. Sudah seharusnya ia juga menerima saya apa adanya.”

 

“Saya minta maaf tidak bisa meluluskan permintaan kalian dan menikahkan kalian. Wawancara sudah selesai. Kalian boleh keluar,” suruh Romo.

 

Dalam hati, Lala bersorak senang.

 

Di hari terakhir Lala bertemu dengan Soni, Soni berkunjung ke rumah Lala. Soni mengajak Lala berbincang sejenak. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting, seperti, “Kenapa kamu tidak pernah memakai baju seksi saat bersamaku?”

 

Lala tidak menjawab. Ia enggan menjawab pertanyaan itu. Namun, Lala masih berpikir bahwa Soni akan menemaninya tidak menikah sampai tua. Kalau menunggu sampai Lala tidak sakit lagi, sepertinya mustahil. Psikiater pernah berkata kalau Lala akan sakit seumur hidup. Ia tidak pernah boleh putus obat.

 

“Aku ke kamar mandi sebentar, ya?” pamit Lala. Ia buang air kecil, lalu kembali menemui Soni di ruang tamu.

 

Soni pergi begitu saja dengan wajah masam. Lala melangkah tertatih-tatih ke kamarnya karena ia merasa sakit lagi.

 

Besoknya, Lala masih mengirim pesan lewat whatsup kepada Soni, tetapi tidak ada satu pun dari pesannya yang dibalas. Beberapa hari ini, Lala terus mengirim pesan dan tidak dibalas. Lala mengeluh kepada Mama, “Ma, Soni sudah tidak pernah membalas pesanku lagi.”

 

“Sudah! Tidak usah chat dia lagi. Ia tidak akan pernah membalas chat-mu,” bujuk Mama.

 

“Tapi kenapa, Ma? Katanya, dia mencintaiku dan menerimaku apa adanya,” sangsi Lala.

 

“Ia sudah memutuskanmu,” sahut Mama.

 

“Tapi kapan? Ia tidak pernah mengatakannya kepadaku,” gumam Lala.

 

“Sewaktu kamu meninggalkannya ke kamar mandi kemarin, ia meminta maaf kepada Mama karena tidak sanggup lagi menjalani hubungan ini,” terang Mama.

 

“Kenapa ia tidak mengatakannya langsung kepadaku?” Mata Lala berkaca-kaca. Mama tidak menyahut.

 

Lala masuk kamar dan menangis. Ia merasa kesepian. Lalu, ia ingat orang-orang yang tidak menikah tetapi tetap bahagia. Kisah orang-orang itu diceritakan dalam buku besar yang pernah dibelikan Papa. Sejak saat itu, Lala berusaha meniru orang-orang itu dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (3)
  • baskarasoebrata

    Menarik sekali

    Comment on chapter World Building dan Penokohan
  • warna senja

    Sepertinya Freya sedang mengalami quarter life crisise

    Comment on chapter Prolog
  • azrilgg

    Wah, seru, nih

    Comment on chapter Prolog
Similar Tags
Finding Home
2020      968     1     
Fantasy
Bercerita tentang seorang petualang bernama Lost yang tidak memiliki rumah maupun ingatan tentang rumahnya. Ia menjelajahi seluruh dunia untuk mencari rumahnya. Bersama dengan rekan petualangannya, Helix si kucing cerdik dan Reina seorang putri yang menghilang, mereka berkelana ke berbagai tempat menakjubkan untuk menemukan rumah bagi Lost
Cinta Aja Nggak Cukup!
5269      1811     8     
Romance
Pernah denger soal 'Triangular theory of love' milik Robert Sternberg? The one that mentions consummate love are built upon three aspects: intimacy, passion, and commitment? No? Biar gue sederhanakan: Ini cerita tentang gue--Earlene--dan Gian dalam berusaha mewujudkan sebuah 'consummate love' (padahal waktu jalaninnya aja nggak tau ada istilah semacam itu!). Apa sih 'consummate love'? Penting...
DELUSI
630      458     0     
Short Story
Seseorang yang dipertemukan karena sebuah kebetulan. Kebetulan yang tak masuk akal. Membiarkan perasaan itu tumbuh dan ternyata kenyataan sungguh pahit untuk dirasakan.
Stuck in the Labyrinth
7208      2210     4     
Fantasy
“Jay, Aku kesal! mengapa ayah tak pernah bilang padaku tentang hal itu? Setidaknya sebelum dia menghilang, dia memberi tahu ibu kemana dia akan pergi. Setahun lamanya aku menunggu kedatangannya, dan aku malah menemuinya di tempat yang sangat asing ini bagiku, aku tidak habis pikir Jay...” suara tangisnya memecah suasana pada malam hari itu. Langit menjadi saksi bisu pada malam itu. Jay menger...
Gareng si Kucing Jalanan
16885      6214     0     
Fantasy
Bagaimana perasaanmu ketika kalian melihat banyak kucing jalanan yang sedang tertidur sembarangan berharap ketika bangun nanti akan menemukan makanan Kisah perjalanan hidup tentang kucing jalanan yang tidak banyak orang yang mau peduli Itulah yang terjadi pada Gareng seekor kucing loreng yang sejak kecil sudah bernasib menjadi kucing jalanan Perjuangan untuk tetap hidup demi anakanaknya di tengah...
Bee And Friends
4153      1906     2     
Fantasy
Bee, seorang cewek pendiam, cupu, dan kuper. Di kehidupannya, ia kerap diejek oleh saudara-saudaranya. Walau kerap diejek, tetapi ia memiliki dunianya sendiri. Di dunianya, ia suka sekali menulis. Nyatanya, dikala ia sendiri, ia mempunyai seseorang yang dianggap sebagai "Teman Khayalan". Sesosok karakter ciptaannya yang ditulisnya. Teman Khayalannya itulah ia kerap curhat dan mereka kerap meneman...
Unending Love (End)
19316      3843     9     
Fantasy
Berawal dari hutang-hutang ayahnya, Elena Taylor dipaksa bekerja sebagai wanita penghibur. Disanalah ia bertemua makhluk buas yang seharusnya ada sebagai fantasi semata. Tanpa disangka makhluk buas itu menyelematkan Elena dari tempat terkutuk. Ia hanya melepaskan Elena kemudian ia tangkap kembali agar masuk dalam kehidupan makhluk buas tersebut. Lalu bagaimana kehidupan Elena di dalam dunia tanpa...
THE CHOICE: PUTRA FAJAR & TERATAI (FOLDER 1)
4500      1908     0     
Romance
Zeline Arabella adalah artis tanah air yang telah muak dengan segala aturan yang melarangnya berkehendak bebas hanya karena ia seorang public figure. Belum lagi mendadak Mamanya berniat menjodohkannya dengan pewaris kaya raya kolega ayahnya. Muak dengan itu semua, Zeline kabur ke Jawa Timur demi bisa menenangkan diri. Barangkali itu keputusan terbaik yang pernah ia buat. Karena dalam pelariannya,...
Waiting
1831      1360     4     
Short Story
Maukah kamu menungguku? -Tobi
Reaksi Kimia (update)
6410      1931     7     
Romance
》Ketika Kesempurnaan Mengaggumi Kesederhanaan《 "Dua orang bersama itu seperti reaksi kimia. Jika kamu menggabungkan dua hal yang identik, tidak ada reaksi kimia yang di lihat. Lain halnya dengan dua hal yang berbeda disatukan, pasti dapat menghasilkan percikan yang tidak terduga" ~Alvaro Marcello Anindito~