Loading...
Logo TinLit
Read Story - Anikala
MENU
About Us  

Kala menarik napas dalam. Rasa pegal menjalar dalam tubuh Kala akibat terlalu banyak tidur. Kala bersandar pada bantal sambil sesekali memainkan ponselnya.

Setelah kemarin dilarikan ke IGD akhirnya dokter memutuskan untuk sementara waktu Kala dirawat. Semalaman Aksa menjaga Kala, tidak henti-hentinya Aksa menggenggam tangan Kala. Memperhatikan raut wajah Kala serta napas Kala. Karena saat ini ketakutan terbesar Aksa adalah kehilangan Kala.

Suasana ruang rawat inap sepi. Karena hanya ada dua orang yang menempati. Kala mencoba duduk bersandar pada bantal. Karena merasa kepala pening akibat terlalu banyak tiduran. Tidak lama suster datang untuk menyuntikkan obat.

"Adek saya sakit apa ya sus?" tanya Aksa disela suster selesai menyuntikkan obat  pada pergelangan tangan Kala.

"Kemungkin tipes." Aksa mengangguk paham.

"Makasih sus."  Suster mengangguk kemudian pamit.

"Kal, abang tinggal dulu gak apa-apa ya?"

"Abang mau cari makan."

"Iya gak apa-apa bang," ucap Kala. Aksa mengangguk paham lantas Aksa mengusap pucuk kepala Kala kemudian pergi.

"Mbak, saya duluan pulang ya. Lekas sehat," pamit seorang pasien yang sebelumnya berada kamar sebelahnya.

"Oh iya ibu, hati-hati di jalan ibu," jawab Kala sambil memberikan senyuman.

Kala menarik napas dalam. Ekor mata Kala memperhatikan setiap sudut kamar rumah sakit. Suasana kini terasa sepi, sebab kedua pasien yang satu kamar dengannya sudah pulang semua. Kini, hanya ada dirinya sendiri dan suara jam dinding yang menemani.

Pintu kamar terbuka dan tirai tempat Kala pun diintip oleh seseorang. Kepala seseorang menyumbul dari balik tirai, Kala mengernyit bingung. Karena, wajahnya tertutup oleh masker.


Tidak lama cowok itu pun masuk, cowok itu mengenakan kemeja kain flenal dibalut kaos putih di dalamnya. Melihat raut wajah Kala yang penuh tanda tanya cowok itu pun melepaskan maskernya.

"Banu?!"

"Hei, Kal.."

"Kamu kok bisa di sini?"

"Bukannya di tempat olimpiade?"

Banu tidak menjawab cowok itu hanya tersenyum pada Kala. Ia pun menaruh bingkisan buah-buahan yang ia bawa.

Banu masih terdiam, namun detik kemudian ia membuka suara. "Tua tau lo sakit dari Bang Aksa.Jadinya gua ke sini."

"Gimana keadaan lo? Sakit apa?"

Kala mengecutkan bibirnya ekspresinya terlihat malas jika ditanya tentang alasan kenapa sakit.

"Salah makan kayaknya."

"Oh iya,  duduk Nu Gua gak lagi ngehukum lho, hehe."

"Ah iya." Banu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Banu terdiam. Jujur saja, Banu tahu jika sakitnya Kala bukan karena salah makan, tetapi dikarena oleh pikirannya. Pikiran terkait seseorang yang menyebarkan foto dan memfitnah dirinya dengan Kala. Banu merasa kasihan pada Kala. Ia harus secepatnya mencari orang tersebut. Sedih rasanya jika harus melihat Kala seperti ini.

"Oh iya Kal." Kala menatap Banu setelah saling diam beberapa menit.

"Kenapa?"

Banu membuka tasnya. Mengambil sesuatu dari balik tas nya. Sebelum diberikan pada Kala, Banu meninta Kala untuk menebaknya.

"Gua punya kabar gembira buat lo!"

"Coba tebak!" Kala mengernyit alisnya sampai-sampai terangkat sebelah.

"Apa?"

"Coba tebak dong!"

"Em—"

"Lo, menang udian?" Banu menggeleng.

"Lo, punya motor baru?" Banu menggeleng kembali.

"Terus apa dong?!"

"Bukan tentang gua kabar bahagianya, tapi tentang kita." Kala semakin dibuat bingung oleh ucapan Banu.

"Oke, gini deh. Sekarang kamu tutup mata. Jangan ngintip ya!"

Banu memandangi Kala, setelah merasa Kala tidak benar-benar mengintip. Ia memberikan sebuah sertifikat olimpiade kemenangan mereka berdua.

"Coba buka mata sekarang."

Perlahan kedua kelopak mata Kala membuka. Dilihatnya sebuah kertas yang tidak tahu kertas apa sebab hanya kertas berwarna biru polos.

"Ini apa?" tanya Kala.

"Coba lo balik kertasnya."

Kala menuruti perintah Banu. Terlihat lah sebuah tulisan SERTIFIKAT JUARA 1 OLIMPIADE IPS. Kala mengedipkan mata berkali-kali memandangi tulisan tersebut barangkali ia salah membaca.

"I—ini beneran?" Banu mengangguk pasti.

Tidak lama Kala menitikkan air mata. Ia terisak haru. Banu pun juga dibuat terharu dan tidak percaya kembali sebenarnya. Banu perlahan mengusap air mata Kala yang jatuh mengalir dipipi nya dan mengusap punggung tangan Kala.

"Gua engga percaya, nu."

Banu tersenyum dan Kala juga tersenyum walaupun masih menitikkan air mata. Kala pun tanpa sadar menggenggam erat tangan Banu.

"Kita berhasil, Nu. Kita berhasil!"

"Ia Kal. Kita berhasil, nanti kita tunjukkin sama Bunda kita masing-masing ya!" Banu tersenyum bangga.

"Lho? Lo kenapa Kal?" tanya Aksa yang kebingungan melihat Kala menangis sesenggukan. Mendengar suara Aksa refleks Banu mengalihkan pandangan.

"Bukan sama gua ya, bang," jawab Banu takut. Karena melihat ekspresinya Aksa.

"Abang liat!" Kala sangat antusias memperlihatkan sertifikat olimpiade nya.

Aksa mengambil perlahan kertas dari tangan Kala. Membacanya perlahan dan raut wajah Aksa pun berubah drastis setelah membacanya.

"Wah! Congrats Kal! Adek Abang hebat!" Aksa memeluk tubuh Kala setelah gitu mengacak rambut Kala dengan gemas.

"Congrats juga buat lo, Bro!" Aksa menepuk bahu Banu dan memberikan tinjuan kecil pada Banu.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Loker Cantik
641      496     0     
Short Story
Ungkapkan segera isi hatimu, jangan membuat seseorang yang dianggap spesial dihantui dengan rasa penasaran
Melody Impian
765      541     3     
Short Story
Aku tak pernah menginginkan perpisahan diantara kami. Aku masih perlu waktu untuk memberanikan diri mengungkapkan perasaanku padanya tanpa takut penolakan. Namun sepertinya waktu tak peduli itu, dunia pun sama, seakan sengaja membuat kami berjauhan. Impian terbesarku adalah ia datang dan menyaksikan pertunjukan piano perdanaku. Sekali saja, aku ingin membuatnya bangga terhadapku. Namun, apakah it...
Percikan Semangat
989      570     1     
Short Story
Kisah cinta tak perlu dramatis. Tapi mau bagaimana lagi ini drama yang terjadi dalam masa remajaku. Cinta yang mengajarkan aku tentang kebaikan. Terima kasih karena dia yang selalu memberikan percikan semangat untuk merubahku menjadi lebih baik :)
Dunia Tiga Musim
4050      1784     1     
Inspirational
Sebuah acara talkshow mempertemukan tiga manusia yang dulunya pernah bertetangga dan menjalin pertemanan tanpa rencana. Nda, seorang perempun seabstrak namanya, gadis ambivert yang berusaha mencari arti pencapaian hidup setelah mimpinya menjadi diplomat kandas. Bram, lelaki ekstrovert yang bersikeras bahwa pencapaian hidup bisa ia dapatkan dengan cara-cara mainstream: mengejar titel dan pre...
THE DARK EYES
920      592     9     
Short Story
Mata gelapnya mampu melihat mereka yang tak kasat mata. sampai suatu hari berkat kemampuan mata gelap itu sosok hantu mendatanginya membawa misteri kematian yang menimpa sosok tersebut.
Langkah yang Tak Diizinkan
600      518     0     
Inspirational
Katanya dunia itu luas. Tapi kenapa aku tak pernah diberi izin untuk melangkah? Sena hidup di rumah yang katanya penuh cinta, tapi nyatanya dipenuhi batas. Ia perempuan, kata ibunya, itu alasan cukup untuk dilarang bermimpi terlalu tinggi. Tapi bagaimana kalau mimpinya justru satu-satunya cara agar ia bisa bernapas? Ia tak punya uang. Tak punya restu. Tapi diam-diam, ia melangkah. Dari k...
Army of Angels: The Dark Side
38050      7954     25     
Fantasy
Genre : Adventure, Romance, Fantasy, War, kingdom, action, magic. ~Sinopsis ~ Takdir. Sebuah kata yang menyiratkan sesuatu yang sudah ditentukan. Namun, apa yang sebenarnya kata ''Takdir'' itu inginkan denganku? Karir militer yang telah susah payah ku rajut sepotong demi sepotong hancur karena sebuah takdir bernama "kematian" Dikehidupan keduaku pun takdir kembali mempermai...
The First
604      454     0     
Short Story
Aveen, seorang gadis19 tahun yang memiliki penyakit \"The First\". Ia sangatlah minder bertemu dengan orang baru, sangat cuek hingga kadang mati rasa. Banyak orang mengira dirinya aneh karena Aveen tak bisa membangun kesan pertama dengan baik. Aveen memutuskan untuk menceritakan penyakitnya itu kepada Mira, sahabatnya. Mira memberikan saran agar Aveen sering berlatih bertemu orang baru dan mengaj...
NIKAH MUDA
3092      1220     3     
Romance
Oh tidak, kenapa harus dijodohin sih bun?,aku ini masih 18 tahun loh kakak aja yang udah 27 tapi belum nikah-nikah gak ibun jodohin sekalian, emang siapa sih yang mau jadi suami aku itu? apa dia om-om tua gendut dan botak, pokoknya aku gak mau!!,BIG NO!!. VALERRIE ANDARA ADIWIJAYA KUSUMA Segitu gak lakunya ya gue, sampe-sampe mama mau jodohin sama anak SMA, what apa kata orang nanti, pasti g...
Cerita Cinta Di Sekolah
905      668     0     
Short Story
Sebuah cerita anak SMP yang sedang jatuh cinta dan berakhir menjadi sepasang kekasih. Namun, ada seseorang yang mencoba menerornya. Dan secara tidak langsung, orang tersebut bermaksud untuk mengganggu hubungan kisah asmaranya.