Loading...
Logo TinLit
Read Story - unordinary
MENU
About Us  

  Unordinary

          Today is the first day to go to my new school after we move to this new town. I wake up and go to the bathroom to take shower. Then I put on my clothes and my brown contact lens. I use the contact lens to hide my red and blue pupil.

“Morning sunshine” my mom greets me. Then, Ryan, Landon, Leo, Kai, Rhys, and Hansel follow me to rush downstairs. They are my brothers.

By the way I’m the only one that has red and blue pupils while the rest have brown and green pupil color. As you can see my families are unordinary. Not only different pupil color, we also have powers. My dad has fire power, my mom has flying power, Ryan has ice power, Landon has speed power, Easton has healing power, Kai has teleportation powers, Rhys has laser power, Hansel has wind power, while me I’m different from the others, I’m a vampire because I was born during solar eclipse.

After me and my brothers finish our breakfast we all walk to school. Many people stare at and talk about us when we pass them. I think I’m the only one that can hear people’s thoughts and what they are whispering because I’m a vampire.

When I walk in the class everyone stares at me. Then the teacher asks me to introduce myself “Hi, my name is Paris Parker but you can call me Paris, nice to meet you all.” After I’m done the teacher asks me to sit near the window beside a girl with walking stick. “Hi, my name is Sydney, nice to meet you Paris”. “Nice to meet you too, Sydney”. I can see in a glance that Sydney has problem with one of her legs.

The class starts and the topic for today’s art class is to draw something or someone. “What! I can’t even draw” *sigh*.” When I’m done I look at Sydney’s drawing. “It’s so beautiful” I say. “Thank you but yours are much better. Who are they, the people that you draw?” asks Sydney. “Oh they are my brothers. Do you want to meet them after class?” I say spontaneously. “Sure I would like to know more about you Paris” says Sydney.

*ring, ring, ring* after art class is dance class. We all walk to the dancing class. I hear lots of girls are gossiping about me while we walk.

Soon Mr. Lee entered the class. “Good morning students! Today we are going to create and dance based on our own choreography. I’ll divide you all in groups. Sydney with Paris, Jackson with Mason, Alexander with Noah, Charlotte with Abigail, and so on. Now hurry make your own choreography and you will perform one hour from now.”

 *one hour flies* “okay students are you ready?” asks Mr. Lee. All cheering: “YESS!” “So, Charlotte’s group first then followed by Jackson’s, Sydney’s, Alexander’s, and so on. We all have a good time in dancing class. Even Sydney enjoys too.

After we’re done with our dance class it comes lunch time. I go to the cafeteria with Sydney. I see my brothers sitting on one table. Sydney and I go grab our lunch first then we join my brothers. “Hey sis, what’s up? How’s your first day here and who is she?” asks Landon to me. “Whoa… chill, I’m fine and it’s not that bad I guess” I answer to Landon. “This is my friend, Sydney” I continue. “Hi, I’m Sydney” says Sydney introducing herself. “Hi Sydney, I’m Ryan, and this is Landon, Kai, Rhys, and Hansel” says Ryan introducing his siblings one by one. “Wow Paris, you have a lot of brothers and you are the only princess in family” says Sydney smiling.

When Sydney and I walk downstairs to the next class, Sydney tripped and accidently scratched her hand to the edge of the stair. I can smell her blood. So I carry her to the schools health unit. But on the way I can’t handle myself so I lick her hand that is covered with blood until it’s healed by my saliva. Sydney gave me a shock face. “How did you do that Paris?!?!?!” ask Sydney. “I will tell you but please don’t hate me” I reply fast and explain to her everything.

When we walk out from the last class to the school gate Sydney says something surprising me. She says “don’t worry Paris, every single person is special, you are special, I am special too in different way. I won’t judge you by your look. Let’s be friends”. I don’t say anything but I am sure she knows how grateful I am having her as a friend. And we become good friends ever since.

 

--- The end ---

How do you feel about this chapter?

0 0 1 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Mahar Seribu Nadhom
5657      2155     7     
Fantasy
Sinopsis: Jea Ayuningtyas berusaha menemukan ayahnya yang dikabarkan hilang di hutan banawasa. Ketikdak percayaannya akan berita tersebut, membuat gadis itu memilih meninggalkan pesantren. Dia melakukan perjalanan antar dimensi demi menemukan jejak sang ayah. Namun, rasa tidak keyakin Jea justru membawanya membuka kisah kelam. Tentang masalalunya, dan tentang rahasia orang-orang yang selama in...
SAMIRA
462      323     3     
Short Story
Pernikahan Samira tidak berjalan harmonis. Dia selalu disiksa dan disakiti oleh suaminya. Namun, dia berusaha sabar menjalaninya. Setiap hari, dia bertemu dengan Fahri. Saat dia sakit dan berada di klinik, Fahri yang selalu menemaninya. Bahkan, Fahri juga yang membawanya pergi dari suaminya. Samira dan Fahri menikah dua bulan kemudian dan tinggal bersama. Namun, kebahagiaan yang mereka rasakan...
unordinary
463      352     1     
Short Story
an un-ordinary girl
Hunch
45830      9337     121     
Romance
🍑Sedang Revisi Total....🍑 Sierra Li Xing Fu Gadis muda berusia 18 tahun yang sedang melanjutkan studinya di Peking University. Ia sudah lama bercita-cita menjadi penulis, dan mimpinya itu barulah terwujud pada masa ini. Kesuksesannya dalam penulisan novel Colorful Day itu mengantarkannya pada banyak hal-hal baru. Dylan Zhang Xiao Seorang aktor muda berusia 20 tahun yang sudah hampi...
Surat 2
320      268     1     
Short Story
Kepada suami terimakasih untuk semua cintamu Karena mu aku kuat karena mu aku tegar kerenamu aku bertahan satu saja harapku tetaplah begitu sayangiku hingga ujung waktu sungguh hal itu lah kekuatan hidupku cobaan apapun yg membuat aku terpontal pontal aku akan jadi tabah aku akan jadi sabar karena tau kau di situ selalu ada, kapan pun siap merengkuh rapuh ku ada untuk menikmati be...
Cinta untuk Yasmine
3037      1450     17     
Romance
Yasmine sama sekali tidak menyangka kehidupannya akan jungkir balik dalam waktu setengah jam. Ia yang seharusnya menjadi saksi pernikahan sang kakak justru berakhir menjadi mempelai perempuan. Itu semua terjadi karena Elea memilih untuk kabur di hari bahagianya bersama Adam. Impian membangun rumah tangga penuh cinta pun harus kandas. Laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar, kini telah sah...
Sunset in February
1151      679     6     
Romance
Februari identik dengan sebutan bulan kasih sayang. Tapi bagi Retta februari itu sarkas, Februari banyak memberikan perpisahan untuk dirinya. Retta berharap, lewat matahari yang tenggelam tepat pada hari ke-28, ia dapat melupakan semuanya: cinta, Rasa sakit, dan hal buruk lain yang menggema di relung hatinya.
Ruang, Waktu Dan Cinta
6811      2698     0     
Romance
Piya Laluna, Gadis yang riang itu berubah kala ia ditinggal ayahnya untuk selama-lamanya. Ia kehilangan semangat, bahkan ia juga jarang aktif dalam komunitas sosialnya. Selang beberapa waktu, ia bertemu dengan sosok laki-laki yang ia temui di beberapa tempat , seperti toku buku, halte, toko kue, dan kedai kopi. Dan di ruang waktu itulah yang memunculkan rasa cinta diantara keduanya. Piya yang sed...
Tumbuh Layu
2349      1440     4     
Romance
Hidup tak selalu memberi apa yang kita pinta, tapi seringkali memberikan apa yang kita butuhkan untuk tumbuh. Ray telah pergi. Bukan karena cinta yang memudar, tapi karena beban yang harus ia pikul jauh lebih besar dari kebahagiaannya sendiri. Kiran berdiri di ambang kesendirian, namun tidak lagi sebagai gadis yang dulu takut gagal. Ia berdiri sebagai perempuan yang telah mengenal luka, namun ...
A Star Between Us
1      1     0     
Romance
Kami sudah saling mengenal sejak kami duduk di bangku sekolah dasar. Di sana semuanya bermula. Tapi ini bukanlah tentang masa-masa saling mengenal, ini tentang bagaimana aku menjalani hari-hari dengannya meski dia sangat menjengkelkan. Meski begitu, terbiasa dengannya membuatku berat untuk melepasnya. Semua kata-kata yang aku rangkai sedemikian rupa bahkan tak terucap saat di hadapannya. ...