Loading...
Logo TinLit
Read Story - The Hospital Lokapala (Sudah Terbit / Open PO)
MENU
About Us  

Tidak mau tersisihkan, suster yang sejak tadi telah mengagumi sosok hangat pria ini pun buka mulut.

 

“Apa yang Anda maksud Tuan Yuta? Bukankah orang sepertimu sangat gampang mendapatkan wanita? Jika wanita itu terluka, mungkin saja mereka terlalu berharap kepada Anda. Tolong jangan merasa jika Anda membuat mereka terluka. Ingat Tuan Yuta, Anda itu begitu sempurna jika dimiliki oleh mereka,” suster itu sangat bersemangat melontarkan suara dengan emosi yang menggebu-gebu.

 

Yuta hanya bisa tersenyum saja, lalu berkata, “Terima kasih sudah menyuarakan emosi Anda, sus. Tapi kali ini bukan dia yang salah, seharusnya sejak awal saya tidak pernah mendekatinya karena saya tahu konsekuensi apa yang akan dia terima jika berhadapan dengan saya.”

 

Meski tidak tahu permasalahnya apa, suster itu mengira-ngira apa yang terjadi. Tidak kalah dengan Dokter Rama, yang terus mengira apa maksud dari pria yang sudah dianggapnya putra sendiri.

 

“Yuta, hmm apa yang kamu maksud tadi? Apakah ini terkait dengan wanita itu?” celetuk pria setengah baya dengan mengenakan seragam lengkap.

 

Yuta segera menggelengkan kepala, ia menepis semua perkiraan yang telah dilontarkan Dokter Rama. “Bukan dia, dok.”

 

Ia berhenti sejenak, setelahnya ia berkata kembali, “Apakah sudah selesai dok penanganannya? Soalnya malam ini saya ingin membuat proposal meeting untuk bahan pekan depan.”

 

Hah!

 

Dokter Rama menghempaskan napas berat, dari dulu Yuta adalah pria yang tak berubah ia selalu bekerja keras meski luka yang tengah ia rasakan.

 

“Yuta ... Yuta ... apa kamu bisa berhenti sejenak bekerja? Kamu butuh beberapa hari untuk beristirahat, ini malah langsung ingin bekerja.”

 

Hehe!

 

Yuta melihatkan giginya menyengir dan menggaruk-garuk kepala menggunakan tangan kiri. Yuta hanya pria biasa, yang ingin mendapatkan perhatian lebih dari sesosok ayah. Yuta sudah lama tak mendapatkan kehangat dari ayahnya, dikarenakan Tuan Tanaka sudah lama meninggal sewaktu pria ini duduk dibangku sekolah menengah pertama.

 

Namun, walaupun Yuta hanya menjawab dengan senyuman nyengir, dalam lubuk hatinya berkata, ‘Jika saya tidak bekerja dan menyibukkan diri, saya akan terus mengingatnya dok. Saya tidak bisa berhenti sibuk, karena saya akan mengingatnya sakit itupun akibat saya.’

 

“Oke, semuanya sudah selesai. Ini obat yang harus diminum, antibiotik dan sebagainya. Sudah saya isi keterangan di belakang. Ingat minum obat ya Yuta, jaga kesehatan. Tolong jangan lakukan hal bodoh lagi!” ucap Dokter Rama sembari membersihkan peralatannya untuk segera menuju ke rumah.

 

Namun, suster muda itu berbisik, “Dok, apakah Tuan Yuta tidak ingin saya dampingin? Kan Beliau harus mendapatkan perhatian penuh, karena lukanya cukup dalam.”

 

Bisikan itu didengar oleh Yuta, hal itu membuat pria ini langsung menjawab pertanyaan suster muda tersebut, “Terima kasih sebelumnya, sus. Saya masih bisa merawat diri saya sendiri, sus. Jadi terima kasih ya karena Anda sudah memikirkan kebaikan saya.”

 

Bola mata suster itu mengembang, meski kalimat itu seraya penolakan yang sangat halus. Tapi sang suster sangat suka, dengan kelembutan hati yang dimiliki oleh Yuta.

 

Apakah Yuta memiliki sakit secara mental? Apakah ia hanya berpura-pura bersikap seperti ini? Secara sikapnya begitu berbeda di awal bab, yang menyatakan jika pria ini sangat jahat. Yah, ia begitu jahat dengan kekasihnya sendiri!

 

Setelah Dokter Rama dan suster pamit, Yuta duduk di meja ruang kerja yang berada di samping kamar tidurnya.

 

Ia menutupi mulut mengenakan tangan yang dikepal. Ia sedang melihat foto seseorang.

 

Di foto itu ada Alana yang tersenyum dengan tulus, dan di samping kanan kiri ada orang tuanya. “Kamu selalu bilang kepadaku, foto ini sangat berharga bagimu. Karena setiap kali melihat foto ini kamu bisa merasakan dua hal sekaligus. Kebahagian dan kehancuran. Ketika kamu sangat merindukan mereka, kamu akan melihat foto ini dan begitupula jika kamu mengingat keegoisan mereka kamu juga selalu melihat foto ini. Aku yakin rasa bahagia itu tak lagi kamu rasakan saat ini. Karena kamu pernah mengatakan bahwa kehadirankulah yang mengikis rasa hancur itu. Dan sekarang apakah kamu merasakan kehancuran yang teramat dalam, Alana. Apa yang kamu rasakan sekarang, percayalah aku lebih hancur dari itu.”

 

Air mata mengalir membasahi pipi putra tunggal sekaligus pewaris tahta, Keluarga Tanaka ini. Matanya memerah, siapa bilang pria tak bisa menangis. Jika pria yang jarang menangis, saat ini dia menangisi seorang wanita, percayalah pria itu benar-benar tulus menyanyangi wanita itu.

 

Tapi pertanyaan yang begitu besar membelenggu, mengapa Yuta melakukan semua hal ini? Kenapa ia tega melakukan semua ini kepada orang yang sangat ia cintai?

 

Ia mengambil bingkai foto kecil yang diletakkan di mejanya, itu adalah sosok Alana saat mereka sedang bersama dipenuhi kasih dan cinta. Ia kini memeluknya sembari terus tak berhenti mengucapkan kata, “Maafkan aku, Alana. Maafkan aku ... percayalah apa yang kulakukan ini, semua demi kebaikanmu. Aku tidak ingin kamu lebih merasakan sakit dibanding apa yang kulakukan saat ini.”

 

“Maafkan aku, Alana ... maafkan aku.”

 

***

 

“Yuuuutaaaa!” teriak Alana membuat Suster Luna yang sejak tadi menunggu terkejut.

 

“Mbak Alana, apakah Anda baik-baik saja?” tanya Suster Luna segera bangkit dari tempat duduknya, dan mendekati Alana yang terlihat begitu lemas.

 

Wajah wanita ini sangat pucat, sepertinya ia sedang bermimpi buruk.

 

Alana melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi, berapa jam ia sudah menghabiskan waktu hanya untuk tertidur.

 

Tidak lupa ia melihat kepojokan, memastikan Poci ada di sana ternyata ....

 

Ekspresi wajah yang tadi menegangkan, kini berubah menjadi heran. Ia melihat sosok Poci sedang bersantai dengan kopi dan jajan tradisional di pojok sana.

 

Tak lupa ia menggerutu dengan menjulidi sahabatnya sendiri, ‘Astaga, ini namanya pocong zaman now. Hanya di sini pocong bisa bersantai ria dengan meminum kopi dan memakan jajan pasaran. Begitu santai hidupnya.’

 

Alana menyoroti Poci, ingin melakukan telepati. “Poci, sisakan jajan klepon itu untukku.”

 

Tapi seperti mengajak guled, Poci sengaja tidak menghiraukan ucapan Alana melalui telepati. Ia malah memakan jajan kelepon itu dengan mengunyah estetik, seakan sosok hantu nyentrik itu memang membuat sahabatnya murka.

 

“Sisakan klepon itu!” teriak Alana yang tidak sabar melihat tingkah laku sahabat hantunya tersebut.

 

Alana sering melupakan, jika ada manusia didekatnya. Suster Luna sampai bingung, padahal jajan klepon yang sudah ia belikan di pasar tadi masih banyak di atas meja.

 

“Mbak Alana, apakah Anda ingin memakan jajan klepon? Itu masih banyak Mbak, saya belikan tadi di pasar sebelum berangkat kerja.”

 

Sontak Alana langsung melirik ke arah samping, dan ia hanya bisa tersenyum dengan menggaruk-garuk kepalanya.

 

Suster Luna pun memberikan buket bunga mawar putih kepada Alana. “Mbak, ini ada buket bunga tanpa nama di depan ruangan. Mungkin ada surat di dalamnya.”

 

Alana segera mengambil buket itu, dan benar ada surat di dalamnya.

 

-Hay! Apakah kamu baik-baik saja hari ini? Aku harap kamu cepat sembuh ya, semangat selalu menjalankan kehidupan.

Dari aku yang mengharapkanmu cepat sembuh dan  bisa berkativitas lagi.-

 

Poci ternyata membaca isi surat itu, “Na, siapa yang begitu romantis memberikanmu buket bunga mawar putih ini?”

 

Alana pun langsung menggelengkan kepalanya, karena ia tak tahu siapa yang memberikan buket bunga itu.

 

Bersambung.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Meteor Lyrid
671      494     1     
Romance
Hujan turun begitu derasnya malam itu. Dengan sisa debu angkasa malam, orang mungkin merasa takjub melihat indahnya meteor yang menari diatas sana. Terang namun samar karna jaraknya. Tapi bagiku, menemukanmu, seperti mencari meteor dalam konstelasi yang tak nyata.
The Hallway at Night
7592      3765     2     
Fantasy
Joanne tak pernah menduga bahwa mimpi akan menyeretnya ke dalam lebih banyak pembelajaran tentang orang lain serta tempat ia mendapati jantungnya terus berdebar di sebelah lelaki yang tak pernah ia ingat namanya itu Kalau mimpi ternyata semanis itu kenapa kehidupan manusia malah berbanding terbalik
HURT ANGEL
190      150     0     
True Story
Hanya kisah kecil tentang sebuah pengorbanan dan pengkhianatan, bagaimana sakitnya mempertahankan di tengah gonjang-ganjing perpisahan. Bukan sebuah kisah tentang devinisi cinta itu selalu indah. Melainkan tentang mempertahankan sebuah perjalanan rumah tangga yang dihiasi rahasia.
Dunia Saga
7195      2177     0     
True Story
There is nothing like the innocence of first love. This work dedicated for people who likes pure, sweet, innocent, true love story.
Janji-Janji Masa Depan
21236      6785     12     
Romance
Silahkan, untuk kau menghadap langit, menabur bintang di angkasa, menyemai harapan tinggi-tinggi, Jika suatu saat kau tiba pada masa di mana lehermu lelah mendongak, jantungmu lemah berdegup, kakimu butuh singgah untuk memperingan langkah, Kemari, temui aku, di tempat apa pun di mana kita bisa bertemu, Kita akan bicara, tentang apa saja, Mungkin tentang anak kucing, atau tentang martabak mani...
Me, My Brother And My Bad Boy
4651      2295     0     
Romance
Aluna adalah gadis cantik yang baru saja berganti seragam dari putih biru menjadi putih abu dan masuk ke SMA Galaksi, SMA favorit di ibu kota. Sejak pertama masuk ia sudah diganggu seorang pria bernama Saka, seorang anak urakan dan bad boy di sekolahnya. Takdir membuat mereka selalu bertemu dalam setiap keadaan. Berada dalam satu kelas, satu kelompok belajar dan satu bangku, membuat mereka sering...
SOSOK
194      174     1     
Horror
Dunia ini memang luas begitu pula seisinya. Kita hidup saat sendiri namun bersama sosok lain yang tak terlihat. SOSOK adalah sebuah cerita yang akan menunjukkan sisi lain dunia ini. Sebuah sisi yang tak terduga dan tak pernah dipikirkan oleh orang-orang
SURGA DALAM SEBOTOL VODKA
12086      3617     6     
Romance
Dari jaman dulu hingga sekarang, posisi sebagai anak masih kerap kali terjepit. Di satu sisi, anak harus mengikuti kemauan orang tua jikalau tak mau dianggap durhaka. Di sisi lain, anak juga memiliki keinginannya sendiri sesuai dengan tingkat perkembangan usianya. Lalu bagaimanakah jika keinginan anak dan orang tua saling bertentangan? Terlahir di tengah keluarga yang kaya raya tak membuat Rev...
Love is Possible
207      188     0     
Romance
Pancaroka Divyan Atmajaya, cowok angkuh, tak taat aturan, suka membangkang. Hobinya membuat Alisya kesal. Cukup untuk menggambarkan sosok yang satu ini. Rayleight Daryan Atmajaya, sosok tampan yang merupakan anak tengah yang paling penurut, pintar, dan sosok kakak yang baik untuk adik kembarnya. Ryansa Alisya Atmajaya, tuan putri satu ini hidupnya sangat sempurna melebihi hidup dua kakaknya. Su...
Warisan Kekasih
1356      939     0     
Romance
Tiga hari sebelum pertunangannya berlangsung, kekasih Aurora memutuskan membatalkan karena tidak bisa mengikuti keyakinan Aurora. Naufal kekasih sahabat Aurora mewariskan kekasihnya kepadanya karena hubungan mereka tidak direstui sebab Naufal bukan seorang Abdinegara atau PNS. Apakah pertunangan Aurora dan Naufal berakhir pada pernikahan atau seperti banyak dicerita fiksi berakhir menjadi pertu...